Alis anak dicukur oleh staf daycare tanpa izin, dua orang ibu protes keras

Perbuatan staf daycare ini tak bisa dibenarkan. Bagaimana pendapat Bunda terhadap kejadian ini?

Dua orang ibu muda asal Amerika Serikat - Alyssa Salgado dan Glenda Maria Cruz - menyatakan bahwa anak-anak mereka menghadapi masalah dengan pihak daycare. Kedua ibu tersebut memang menitipkan anak di daycare setempat.

Suatu hari, kedua ibu tersebut merasa terkejut ketika mengetahui bahwa staf daycare telah mencukur alis anak-anak mereka dengan cara waxing tanpa seizin orangtuanya.

Alyssa mengungkapkan ketika ia membawa pulang putrinya, ia melihat ada bekas merah di antara alis putrinya. Awalnya Alyssa mengira tanda merah tersebut adalah bekas tergores sesuatu, tetapi setelah dicek dengan seksama, ada bagian alis gadis kecil itu yang menghilang.

Ia segera menghubungi direktur tempat penitipan anak yang dijalankan oleh Boys and Girls Club of Benton and Franklin Counties. Yang mengejutkan adalah direktur tersebut malah tertawa dan memberi beberapa alasan.

Menitipkan anak di daycare

menitipkan anak di daycare - alis anak dicukur

Saat itulah Alyssa memutuskan untuk membagikan kisahnya di Facebook. Ia bahkan mengunggah foto sebelum dan sesudah alis anak dicukur bersamaan dengan kisahnya yang emosional.

"Para wanita di tempat penitapan anak memutuskan untuk me-waxing alis putriku," tulisnya.

"Peristiwa ini harusnya tak boleh terjadi. Mereka sama sekali tidak berhak menyentuh anak perempuan saya. Saya yang melahirkan anak saya dan mencintai setiap hal kecil yang ada padanya. Namun, wanita ini malah mengambil apa yang ada pada anak saya dengan maksud mengoreksi penampilannya," tulis Alyssa dengan penuh kemarahan.

Postingan Alyssa tentu saja menimbulkan kegaduhan di media sosial. Para ibu mengkritik daycare tersebut dan bahkan mengeluhkannya kepada pihak berwenang.

Seorang pengguna Facebook, Kareana Petit, menulis, "Anda memiliki hak untuk marah pada staf daycare. Kalau jadi Anda, saya akan mencari penasihat hukum terutama karena kasus ini bukanlah baru pertama kali terjadi."

Ibu lainnya yang bernama Brenda Pearce-Workman menulis, "Anda tidak gagal sebagai seorang ibu. Tindakan Anda benar. Mereka tidak punya hak untuk melakukan hal itu pada putri Anda. Mereka harus diberi sanksi! Apalagi mereka melakukannya dengan alasan supaya putri Anda merasa cantik. Sungguh memalukan!!!"

Kebetulan, sehari setelah Alyssa menceritakan pengalamannya menitipkan anak di daycare, seorang ibu akhirnya mengakui sebuah kisah yang sama.

Seorang ibu lainnya juga membagikan permasalahannya ketika menitipkan anak di daycare

menghadapi masalah ketika menitipkan anak di daycare

Glenda Maria Cruz membagikan pengalamannya di Facebook bahwa anak laki-lakinya yang berusia 1 tahun mengalami hal yang sama. Staf daycare berpikir bahwa alis sang anak sebaiknya dicukur.

Ia memulai kisahnya, "Hari ini hidup saya berubah. Saya tak pernah menyangka hal ini bisa terjadi pada putra saya."

"Saya tahu banyak dari kalian yang berpendapat bahwa ini bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan tapi sejujurnya bagi saya ini sebuah masalah. Kulit anak-anak masih sangat lembut dan tidak ada seorang pun punya hak untuk melakukannya pada anak-anak," ujar Glenda.

Glenda juga menerima dukungan yang besar dari para ibu. Salah satunya ibu yang bernama BiBi Palomino, "Ini benar-benar berbahaya. Sebagai seorang stylist, saya tidak dapat menjelaskan betapa berbahayanya tindakan ini dan Anda berhak untuk marah. Lilin wax dapat membakar kulit dan jika tidak digunakan dengan baik dapat menetes tanpa sengaja di bagian lain wajah, seperti di mata, mulut, dll. Saya harap Anda bisa melakukan tindakan untuk hal ini."

Setelah mendapat keluhan dari dua orang ibu, Columbia Basin College (CBC) di mana daycare tersebut berada mengeluarkan pernyataan dan bahkan meyakinkan para orangtua bahwa mereka akan melakukan penyelidikan menyeluruh.

"Boys dan Girls Club, Pasco School District, dan Columbia Basin College menanggapi tuduhan ini dengan serius dan akan bekerja sama untuk mendukung proses penyelidikan," tulis mereka.

Berita ini sekali lagi membawa perdebatan tentang 'bagaimana memilih daycare terbaik untuk anak Anda'. Kebanyakan tempat penitipan anak terlihat profesional dari luar, tetapi Parents tak pernah tahu apa yang terjadi di dalam.

Jadi, ini panduan singkat tentang bagaimana Anda bisa memilih daycare terbaik untuk anak.

Panduan sebelum menitipkan anak di daycare

Artikel terkait: Kenali 5 Ciri Daycare yang Baik untuk Anak Berikut Ini

#Lihatlah suanana daycare

Ya benar! Saat Parents mengunjungi calon daycare untuk anak Anda, lihatlah suasananya. Lihat bagaimana para staf berinteraksi dengan anak-anak.

Apakah mereka duduk di lantai bersama anak-anak atau duduk menjauh dan meneriakkan instruksi? Hal ini akan menggambarkan pendekatan apa yang digunakan oleh tempat penitipan anak tersebut.

Plus, dalam masa kecilnya, anak-anak membutuhkan perhatian dan interaksi yang dekat, dan hal tersebut hanya bisa didapatkan melalui interaksi fisik.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar setiap daycare  harus memiliki rasio 1 orang dewasa untuk 3 bayi. Interaksi fisik yang dekat ini harus berlangsung setidaknya hingga anak mencapai usia 2 tahun.

#Cek kebijakan yang berlaku

Cari tahu apakah penitipan anak memiliki filosofi dan ideologi yang sama dengan Anda tentang disiplin, belajar, tidur siang, dan memberi makan. Tanyakan pada pihak daycare bagaimana kebijakan jika ada anak yang sakit.

Perhatikan cara staf merawat anak yang sedang tidak enak badan. Anda juga harus bertanya bagaimana mengurus anak ketika ada pengasuh yang cuti.

#Datanglah mendadak tanpa pemberitahuan

Ya, Anda bisa melakukannya. Ini adalah cara yang baik untuk mengecek bagaimana anak Anda diurus. Anda juga bisa mengecek apakah tempat penitipan tersebut cukup aman dan ramah anak.

Lihatlah bagaimana para staf mengatur saat bermain, saat tidur siang, dan saat makan. Kadang-kadang kunjungan dadakan ini akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat.

#Cari solusi secepatnya jika terjadi masalah

Mungkin ada sedikit perbedaan ideologi dengan para staf daycare. Segera hubungi pihak daycare untuk menbicarakan ini. Sebagai orangtua, Anda memiliki aturan sendiri di rumah dan berharap aturan tersebut juga berlaku di tempat penitipan anak.

Konsultasikan dengan staf daycare dan pilih solusi yang paling menguntungkan anak. Misalnya, Anda berpikir jam 12 siang adalah waktu tidur siang anak, sementara di daycare jam tidur siang adalah setelah makan siang. Diskusikan dengan baik dan kemukakan alasan Anda.

#Percaya pada insting Anda

Setiap orangtua tahu apa yang terjadi pada anak dan kadang-kadang Anda harus mempercayai insting. Jika suatu hari anak pulang dalam keadaan tidak sehat atau tidak gembira, segera cari tahu apa penyebabnya.

Anda dapat selalu mengubah rencana dan mencari tempat lain yang lebih baik untuk anak. Jadi cobalah terbuka dan selalu waspada serta perbanyak informasi.

Jaga hubungan baik dengan pihak daycare. Ini akan membantu Anda mengatasi masalah saat menitipkan anak di daycare.

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/pelecehan-anak-pra-sekolah/