Mengisi Liburan Ke Panti Asuhan

lead image

Mengisi liburan tak harus wisata, mengunjungi panti asuhan merupakan salah satu cara mengisi liburan sambil menumbuhkan kepekaan sosial anak.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/11/dreamstime xs 26216683.jpg Mengisi Liburan Ke Panti Asuhan

Mengisi liburan ke panti asuhan juga seru loh!

Mengisi liburan tidak selalu perlu bertamasya

Mengisi liburan bisa dilakukan dengan berbagai macam kegiatan. Selain mengunjungi tempat wisata, kita juga bisa mengasah kepekaan sosial anak dengan mengunjungi panti asuhan.

Kepekaan sosial ini penting sekali ditanamkan sejak dini, agar anak tumbuh menjadi manusia dewasa yang memiliki empati dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya. Sehingga, kelak ia memiliki kemampuan untuk tampil sebagai manusia yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun lingkungannya.

Sebagai orangtua hal itu tentu menjadi tanggung jawab kita. Kitalah yang turut membentuk watak anak-anak kita di masa mendatang.

Untunglah, banyak sekali banyak sekali alternatif kunjungan ke panti yang bisa kita lakukan. Selain panti jompo, panti asuhan, panti khusus tuna netra, bahkan panti rehabilitasi sosial gangguan jiwa pun bisa kita kunjungi untuk mengisi liburan anak. Namun untuk anak usia sekolah dan pra sekolah, panti asuhan adalah pilihan terbaik.

Mengapa panti asuhan merupakan pilihan terbaik?

Dengan mengunjungi panti asuhan kita berharap anak akan mendapatkan manfaat berikut :

1. Berbagi kesenangan dengan sesama

Mengajarkan anak untuk berbagi pada sesama akan menumbuhkan rasa welas asih dan peduli pada orang lain, sehingga kelak menjadikan anak sebagai orang yang berbudi memiliki empati yang tinggi terhadap sesama.

2. Menanamkan rasa syukur pada anak

Melihat begitu banyak teman-temannya yang tidak memiliki orangtua dan kehidupan sebaik dirinya akan membuat anak selalu bersyukur dan menerima kondisi yang ada.

3. Mengajari anak agar bisa menghargai benda atau barang

Tidak mengapa kita menyertakan juga barang-barang berupa pakaian dan buku-buku bekas yang layak pakai untuk diberikan pada panti asuhan.

Dengan demikian anak akan belajar menghargai barang-barang pribadinya dan tidak bersikap sembarangan dengan barang miliknya tersebut, sehingga kelak masih bisa dimanfaatkan oleh orang yang membutuhkan.

4. Mengajari anak untuk mengasihi sesama dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya.

Pada dasarnya setiap anak itu memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungannya, kita hanya perlu menumbuhkan dan memeliharanya.

5. Mengajarkan anak agar bisa bersosialisasi dengan siapa saja

Keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi tidak tumbuh begitu saja, melibatkan anak dan membiarkan mereka menjalin komunikasi dan persahabatan dengan anak-anak panti akan membuat mereka menjadi pribadi yang rendah hati (humble).

6. Membuka wawasan anak

Mengunjungi panti asuhan akan membuat wawasan anak terbuka lebar. Bahwa hidup tidak hanya berisi kesenangan dan hura-hura. Mereka akan menjadi lebih sederhana dan tidak hanya menuntut liburan ke tempat-tempat wisata yang mahal.

Selamat mencoba!

 

Referensi: Menanam Kepekaan Sosial, Melatih Kepekaan Sosial Anak

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Memberi Lebih Baik daripada Menerima

Psikologi Anak : Ketika Anak Merasa Dirinya Berbeda