Menghilangkan Kebiasaan Menghisap Jari

lead image

Apakah anak Anda suka menghisap jari? Dr. Dana Elliot Srither memberikan rekomendasi saran untuk menghentikan kebiasaan mereka...

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2010/07/shutterstock 16434010.jpg Menghilangkan Kebiasaan Menghisap Jari

Kebiasaan menghisap jari pada anak

Apakah menghisap jari bisa mengakibatkan masalah orthodontik di kemudian hari? Pertanyaan ini akan dikupas disini oleh  dr. Dana Elliott Srither.

Bayi dan balita mulai mengisap jari-jari mereka sebagai alat untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitar mereka. Ini merupakan langkah penting dalam tahap tumbuh kembang mereka.

Namun ada beberapa anak yang jadi keranjingan dan keterusan untuk mengisap jari mereka walaupun usianya sudah melewati lima atau enam tahun. Hal seperti ini patut diwaspadai dan perlu dilakukan tindakan khusus sebelum kebiasaan mereka ini merusak gigi.

Para ahli justru menganjurkan agar orangtua tidak memaksa anak-anak balita untuk berhenti mengisap jempol. Karena kebanyakan dari mereka akan menghentikan kebiasaan tersebut saat mulai masuk TK.

Lebih dari 75% bayi mengisap jempol di tahu-tahun pertama usia mereka. Biasanya bayi akan menghisap jari mereka sebagai u+ngkapan emosional ketika mereka merasa bosan, lelah, atau marah. Tidak jarang pula, selain menghisap jempol ada bayi yang berperilaku aneh seperti memainkan rambut, memegang telinga, atau mengelus dan memilin selimut, dan sebagainya.

Efek yang timbul karena kebiasaan mengisap jempol tergantung pada usia anak, durasi, konsistensi dan kekuatan hisapan. Jika anak-anak yang suka menghisap jempol ini berlanjut hingga ke usia 8-9, efek sampingnya masih dapat diperbaiki. Namun jika kejadiannya sudah parah dan merusak gigi, maka kelak harus dilakukan perawatan khusus ‘ortodontik kompleks’.

Menghilangkan kebiasaan menghisap jari ini biasanya sulit namun jika kita mencoba untuk berkompromi dengan anak-anak, mungkin hal ini akan lebih mudah. Beberapa orangtua telah mampu menghilangkan kebiasaan anak-anak mereka untuk tidak lagi menghisap jempol melalui cara-cara berikut ini:

# Ajak mereka berkompetisi

Ajukan penawaran terhadap mereka untuk tidak menghisap jempol. Misal, hari ini mereka akan diberikan hadiah berupa es krim kesukaannya jika setidaknya mampu melalui beberapa jam tanpa menghisap jempol. Waktu yang diajukan semakin lama semakin bertambah, sehingga lama-kelamaan mereka akan terbiasa untuk tidak lagi menghisap jempol.

# Oleskan sesuatu ke jempol mereka

Jika cara pertama tidak berhasil, jangan putus asa dulu. Coba gunakan trik berikut ini. Oleskan sesuatu yang membuat anak tidak suka, mungkin dengan cairan yang cukup menyengat atau rasa tidak enak. Kalau orang jawa dikasih ‘Butrowali’ sejenis herbal yang biasanya dibuat sebagai bahan jamu dan berfungsi untuk menambah nafsu makan anak. Jadi istilahnya ‘sambil menyelam minum air’. Selain untuk menghentikan kebiasakan anak menghisap jari, sekalian membuat anak-anak lebih suka makan.

Anak-anak pasti tidak menyukai rasa pahit yang telah dioleskan ke jari mereka, sehingga tidak akan mengulangi untuk menghisap jari. Mereka pasti kapok untuk menghisap jari.

Memang sangat sulit untuk mengubah kebiasaan, untuk itu sebagai orangtua kita harus memberikan dukungan seperti memberikan banyak pujian, memeluknya, mengajak jalan-jalan, bermain dengan permainan baru bersama-sama.Sehingga perhatian mereka juga bisa teralihkan dari kebiasaan menghisapjari. Sebaiknya hindarkan mereka dari iklan-iklan di TV ataupun baliho yang mengingatkan mereka untuk menghisap jari.*

Jika program ini belum juga berhasil, jangan putus asa. Anda bisa mengkonsultasikannya dengan dokter ahli yang Anda percaya untuk merekomendasikan apa-apa yang Anda perlukan untuk menangani masalah tersebut.

Dijawab oleh:

Dr Dana Elliott Srither MBBS (Singapura), Grad Dip Family Medicine, adalah dokter keluarga bersertifikat yang berpegang pada prinsip-prinsip “Get Well” and “Stay Well”.