Mengenalkan Aritmetika Pada Balita dengan Metode Montessori

Mengenalkan Aritmetika Pada Balita dengan Metode Montessori

Di usia balita, anak mengembangkan kemampuan motorik dan intelektualnya, Bagaimana mengenalkan aritmetika pada balita?

 

Aritmetika untuk balita diawali dengan pengenalan angka.

Aritmetika untuk balita diawali dengan pengenalan angka.

Dunia anak adalah dunia bermain. Dengan bermain mereka mengembangkan kemampuan motorik dan intelektualnya, salah satunya adalah mengembangkan kecakapan aritmetika. Bagaimana mengenalkan aritmetika pada balita?

Untuk mengembangkan kecakapan aritmetika pada balita, bisa dengan melakukan latihan sensoris.  Latihan sensoris yang dikembangkan oleh Montessori bertujuan untuk mengenalkan  anak dengan angka-angka dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Menurut Montessori, anak usia tiga tahun memiliki pikiran yang sangat logis dan tertarik pada rangkaian dan tatanan dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan ini berkesinambungan ke dalam rangkaian pembelajaran aritmetika.

Latihan Montessori memperkenalkan angka-angka, yang memungkinkan anak belajar nama dan bagaimana angka itu ditulis, dengan cara melihat bentuknya, mengucapkan namanya dan menyentuhnya dengan jari-jarinya. Salah satunya dengan menggunakan angka-angka sandpaper (kertas ampelas).

les matematika surabaya

 7 langkah mengembangkan kecakapan aritmetika pada balita :

1. Buatlah angka-angka berukuran cukup besar dengan menggunakan kertas atau karton persegi. Satu kertas/karton berisi 1 angka.

2. Sediakan alat hitung (berupa kancing, manik, atau kepingan dan lain-lain)

3. Tunjukkan anak masing-masing angka, dan bagaimana cara membentuknya dengan menggunakan dua jari.

4. Mulailah dengan angka nol. Jelaskan bahwa anak ini tidak berarti apa-apa. Ajak anak menelusuri angka dengan dua jarinya.

5. Katakan angka “satu”, sambil Anda meletakkan angka tersebut disebelah angka nol. Telusurilah angka satu ini dan letakkan alat hitung di sampingnya untuk menunjukkan bahwa satu benda sama dengan simbol angka satu. Tunjukkan pula bahwa satu adalah satu lebih besar daripada nol.

6. Begitu setiap angka baru diperkenalkan, ulangi dan hitunglah : 1, 2, 3, 4 . Gunakan pembelajaran tiga tahap.

7. Berikan nilai pada simbol-simbol dengan menempatkan alat-alat hitung yang sesuai angka yang dimaksud disampingnya. Tunjukkan bahwa angka tiga adalah lebih besar daripada dua; dua lebih besar daripada satu, dan seterusnya.

Pastikan bahwa anak mengetahui dan memahami arti dari angka nol sampai empat; kemudian lanjutkan dengan cara yang sama sampai angka sembilan. Ulangi nilai angka, tambahkan benda-benda dan kembalilah ke angka nol setiap mengajarkan angka baru.

Tujuan pelatihan aritmetika ini adalah :

1. Memperkenalkan kepada anak angka-angka.

2. Mengajari anak hubungan antara nama angka dan kuantitas yang dimaksud.

anaak belajar matematika

Mengajari Anak Berhitung Sejak Dini

Mengajar anak-anak prasekolah untuk menghitung akan meningkatkan kesiapan mereka untuk konsep matematika lain yang akan diajarkan di masa depan, seperti penambahan dan pengurangan.

Very Well Family mewartakan, salah satu cara untuk mulai mengajari anak berhitung adalah dengan memberi tahu anak Anda berapa usianya dengan memegang jumlah jari yang benar. Kemudian mintalah dia untuk melakukan hal yang sama.

Jika anak Anda tidak siap untuk belajar berhitung, cukup teruskan tunjukkan padanya sesekali. Pada akhirnya, ia akan mengangkat jumlah jari yang benar. Ketika dia melakukannya, katakan, “Itu benar!”

Ingatlah untuk membuat kegiatan pengajaran ini menyenangkan dan tanpa beban. Tujuannya adalah untuk mendemonstrasikan dan membuat model berhitung sampai anak Anda menginternalisasi dan dapat memodelkannya kembali.

Terlalu memaksa atau memarahi adalah langkah yang tidak tepat, karena akan menyebabkan kecemasan pada anak Anda dan itu harus dihindari. Anak-anak berkembang dengan kecepatan mereka sendiri, dan ketika mereka siap, mereka akan belajar dan merespons.

Ada banyak cara untuk memodelkan konsep dan penghitungan angka awal. Misalnya, saat Anda menyendok makanan di piring anak Anda, hitung keras-keras berapa kali Anda menyendok, setiap mengambil makanan di piring.

Saat mewarnai, berikan krayon pada anak Anda dan katakan, “Ini satu krayon.” Beri dia dua dan katakan, “Ini dua krayon.” Tunjuk benda-benda di rumah Anda dan hitung untuk anak Anda. Jadikan penghitungan sebagai bagian alami dari interaksi Anda dengan anak Anda, dan dia bahkan tidak akan menyadari bahwa dia sedang belajar.

Anda mungkin mendapati anak ingin berhitung dengan Anda. Jika memungkinkan dan aman untuk melakukannya, biarkan anak Anda menyentuh benda-benda yang ia hitung saat ia menghitung atau ketika Anda menghitung.

Jangan berkecil hati jika dia tidak segera bisa berhitung. Teruslah membuat model berhitung secara teratur, dan anak Anda akhirnya akan mulai belajar dan menunjukkan pemahaman.

Referensi : Metode Pengajaran Montessori untuk Pra-Sekolah, Elizabeth G. Hainstock, Pustaka Delapratasa, Jakarta 1999.

Baca juga artikel menarik lainnya:

10 Permainan Dasar Matematika

 Belajar Huruf Sambil Bermain

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner