Mengenal Ruptured Plasenta atau Plasenta Lepas

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Selain masalah plasenta previa, resiko kehamilan lain adalah ruptured plasenta atau plasenta lepas. Kenalilah gejala dan penyebabnya.

Bumil, berhati-hatilah dan kenali gejala plasenta lepas saat perut sudah  mulai besar.

Bumil, berhati-hatilah dan kenali gejala plasenta lepas saat perut sudah mulai besar.

Ruptured plasenta, plasenta ruptus, atau plasenta lepas merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang serius. Ini terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding uterus, baik keseluruhan ataupun hanya sebagian.

Lepasnya plasenta ini akan mengakibatkan aliran darah dari ibu ke bayi terhenti, termasuk juga oksigen. Dan dengan terputusnya oksigen, maka bayi akan beresiko mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Sementara pada ibu bisa mengakibatkan pendarahan akut.

Plasenta lepas dapat terjadi seketika. Dan bila tidak ditangani langsung akan mengakibatkan ibu dan janin dalam kondisi mengkhawatirkan.

Gejala plasenta lepas

Kebanyakan kasus plasenta lepas terjadi pada trimester kedua atau ketiga, terutama beberapa minggu sebelum due date.

Baca juga: Waspadai Plasenta Lepas pada Trimester Kedua dan Ketiga

Ada tiga kategori plasenta lepas yang biasanya ibu alami; yaitu kategori ringan, sedang, dan berat.

Kategori ruptured plasenta ringan biasanya tidak menampakkan gejala apapun. Kondisi plasenta lepas mungkin diketemukan dengan pemeriksaan USG. Atau malah pada saat melahirkan dengan diketemukannya gumpalan darah atau stolsel di rahim ibu.

Sementara kategori sedang bisa mengakibatkan ibu mengalami pendarahan sebanyak 200-500 cc, disertai dengan rasa nyeri akut yang menetap, perut sepeti tertekan, kadang ada sedikit pendarahan di vagina.





Hamil