Mengenal Homeschooling Lebih Dekat

Apa itu Homeschooling? Bagaimana memulai dan menjalankannya? Berikut adalah serba-serbi Homeschooling yang disarikan dari buku "Apa itu Homeschooling"

Homeschooling, merupakan cara pandang pendidikan dari prespektif yang berbeda

Homeschooling, merupakan cara pandang pendidikan dari prespektif yang berbeda

Homeschooling; sebagai orangtua, terutama yang masih memilki anak usia sekolah, Parents tentu sudah sering istilah tersebut. Sebuah model pendidikan yang sering kali kita pahami sebagai model pendidikan alternatif di luar pendidikan konvensional.

Sayangnya, Homeschooling masih sering dipahami dengan salah. Banyak yang beranggapan bahwa Homeschooling adalah memindahkan pelajaran sekolah yang sesuai kurikulum ke dalam rumah. Kenyataannya, cakupan Homeschooling lebih luas dari yang kita pahami atau bayangkan.

Homeschooling sebagai perspektif pendidikan yang berbeda

Biasanya, ketika bicara pendidikan yang berada dalam benak kita adalah sebuah institusi sekolah pada jenjang apa pun itu. Gaung pendidikan sebagai pengantar masa depan yang lebih baik, membuat kita melihat sekolah sebagai satu-satunya jalan dan model pendidikan yang akan mengantar anak-anak kita menuju masa depan.

Pandangan ini kemudian menjadikan bahwa apa pun yang ada di sekolah merupakan hal yang baik. Proses penjenjangan, ijazah, cara berpakaian, rapor, ranking, cara belajar hingga kebijakan sekolah adalah hal yang paling benar dan terbaik bagi  masa depan yang gemilang.

Sementara fakta yang terjadi di dunia nyata justru sebaliknya. Setiap anak adalah berbeda satu dengan yang lain. Karena itu pula mereka juga membutuhkan metode pendidikan yang berbeda.

Tidak semua anak cocok untuk duduk di bangku sekolah dengan manis. Ada sebagian anak yang setiap detik mereka seolah selalu ingin bergerak, menyentuh, merasakan dan mencoba. Mereka belajar hanya dengan mendengar, atau mencoba; sehingga duduk manis di kelas seolah siksaan untuk anak tipe pembelajar ini.

Baca juga: Tipe Pembelajar Apakah si Kecil?

Minat setiap anak pun berbeda; ada yang lebih suka mengutak-atik angka, kata bahkan berkreasi dengan aneka warna. Wajar jika mereka juga butuh dukungan yang berbeda untuk setiap bakatnya tersebut.

Di sinilah metode Homeschooling mencoba mengembangkan sudut pandang baru dari pendidikan dan sekolah. Anak dipandang sebagai individu yang berbeda, karena itu mereka butuh model dan metode yang berbeda pula.

Akan sangat muskil jika si kreator seni kita paksa untuk bermain dengan angka. Sebaliknya, si jago matematika mungkin akan kelimpungan bila harus bermain bahasa.

Homeschooling didesain untuk membantu anak belajar sesuai minat dan bakat, dengan cara yang sesuai, kapan saja, dengan siapa saja dan dalam situasi apa saja dengan cara yang meyenangkan untuk anak.

Lingkungan yang mendukung anak untuk terus belajar; adalah salah satu syarat untuk menjalankan Homeschooling

Lingkungan yang mendukung anak untuk terus belajar; adalah salah satu syarat untuk menjalankan Homeschooling

Serba-serbi Homeschooling

Dan berikut adalah beberapa pertanyaan yang seringkali ditanyakan tentang Homeschooling.

1. Apakah anak saya lebih baik mengikuti Homeschooling?

Sekali lagi tidak semua anak cocok dengan sekolah konvensional, begitu juga dengan Homeschooling; tidak semua anak juga cocok atau menyukainya.

Namun, budaya keluarga juga mempengaruhi. Artinya bila sedari kecil memang telah dikondisikan atau diniatkan untuk menjadi Homeschooling, bisa jadi anak akan lebih baik menyukai Homeschooling.

Intinya adalah, pendidikan harus berfokus pada perkembangan anak. Apa yang menjadi kemauan anak, disitulah titik tolak metode pendidikan yang harus orang tua pilih.

2. Apa dasar metode Homeschooling?

Ada anggapan yang telah mengakar di masyarakat saat ini, bahwa anak selayak kertas kosong; akibatnya proses pendidikan terpusat pada orang dewasa sebagai pemberi warna. Hasilnya, anak akan diisi dengan pelbagai informasi, entah itu peting atau tidak bagi si Anak.

Faktanya, anak terlahir dengan potensi, karakter, dan kecenderungan yang berbeda. Dan adalah tugas orang tua untuk mengeluarkan potensi dan menumbuhkan sisi positif anak. Inilah yang menjadi dasar metode Homeschooling.

3. Apa tujuan Homeschooling?

Tujuan Homeschooling adalah menyiapkan anak sebagai pembelajar mandiri; dengan ciri-ciri:

  • Memiliki motif internal untuk belajar
  • Berorientasi pada tujuan yang ingin ia raih
  • Terampil mencari bahan ajar
  • Pandai mengelola diri (self management)

4. Apa yang perlu orangtua siapkan untuk proses Homeschooling?

  • Kekompakan dan kesepakatan orang tua untuk menjalankan Homeschooling.
  • Mempersiapkan aspek psikologis anak
  • Membangun good habit, seperti kebiasaan hidup yang terencana
  • Memelihara keingintahuan anak dengan melatih ketrampilan belajar; seperti membiasakan anak dengan mesin pencari di internet (search engine), kamus, ensiklopedia, mengikuti tutorial dan sebagainya.
  • Menyediakan lingkungan yang kondusif; seperti membudayakan diskusi, menghargai pendapat anak dan memberi tanggung jawab sesuai usianya.

5. Apakah Homeschooling memerlukan fasilitas khusus?

Lingkungan sebetulnya merupakan media utama dalam pembelajaran Homeschooling. Misalkan bila ingin mengenal nama-nama ikan, ajak anak untuk ke pasar dan belajar langsung dari penjual ikan di pasar.

Selain anak akan mengenal pelbagai jenis ikan, mereka juga dapat belajar tentang tawar-menawar, interaksi dengan pelbagai karakter manusia dan sebagainya.

6. Apakah Homeschooling berijazah dan diakui pemerintah?

Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga yang masuk dalam jalur pendidikan informal dan diatur keberadannya dalam UU no 20/2003.

Dan sesuai dengan undang-undang tersebut, hasil pendidikan diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Nah, bagaimana, tertarik dengan Homeschooling Parents?

 

Disarikan dari buku “Apa itu Homeschooling” karya Sumardiono; Pendiri Rumah Inspirasi (