Mengenal Doula, Pendamping Profesional Ibu Hamil dan Melahirkan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Doula, adalah seorang profesional terlatih yang membantu Bunda selama hamil, menghadapi proses persalinan, juga setelah Bunda melahirkan. Tidak sembarang orang bisa menjalani profesi ini, dia harus memiliki sertifikat Doula Internasional sebelum bisa bekerja.

Di Indonesia, belum banyak orang yang mengenal apa itu doula. Masyarakat Indonesia terbiasa dengan bantuan kerabat atau orangtua saat menjalani proses hamil dan melahirkan.

Namun, doula ini banyak manfaatnya bagi ibu hamil dan melahirkan. Bisa membantu meringankan beban emosional dan meredakan keletihan maupun rasa sakit yang sering menimpa ibu hamil dan setelah melahirkan.

Apa itu doula?

Kata doula berasal dari bahasa Yunani yang bermakna pelayan perempuan. Kini, istilah doula dipakai untuk profesi pendamping bagi ibu yang ingin menjalani proses persalinan lebih cepat, dan pemulihan kondisi emosional dan fisik setelah melahirkan.

Ada dua jenis doula, yakni birth doula yang bertugas mendampingi ibu hamil mempersiapkan diri menghadapi proses persalinan, hingga membantu kelahiran si jabang bayi.

Yang kedua adalah postpartum doula, tugasnya ialah membantu ibu baru untuk menyesuaikan diri dalam tanggung jawabnya sebagai orangtua.

Apa fungsi doula?

Birth doula memiliki tugas untuk membimbing dan mendampingi ibu selama proses kelahiran, dia bisa menjadi penyambung lidah antara dokter dengan ibu yang akan melahirkan. Doula ini membantu si ibu berkomunikasi dengan dokter atau bidan, mengenai keinginan sang ibu.

Doula akan menjadi orang terdekat ibu yang membimbing, memberikan informasi seputar kehamilan dan bayi. Berbeda dengan bidan atau dokter, doula tidak hanya memberikan pendampingan medis, namun juga memberikan pendampingan emosional sehingga ibu hamil siap menghadapi orangtua.

Postpartum doula memiliki spesialisasi khusus untuk membantu pemulihan ibu setelah melahirkan. Dia akan membimbing bagamana cara yang baik untuk menyusui dan mengurus bayi.

Berbeda dengan pengasuh atau babysitter, tugas doula tidak hanya berpusat pada kesejahteraan bayi, namun juga kesehatan mental dan fisik orangtua si bayi, juga kemandirian keluarga.

Postpartum doula juga biasanya dibekali dengan pelatihan untuk membantu itu mengatasi trauma pasca melahirkan. Doula akan menjadi orang kepercayaan ibu selama ia berjuang mengatasi ketakutan saat melahirkan, bahkan saat ibu berusaha mandiri menjadi orangtua.

Untuk menjadi seorang doula, seseorang harus terlebih dulu menjalani pelatihan yang dilakukan oleh DONA International (organisasi doula internasional dan tertua), juga tambahan dari beberapa lembaga lain yang memberikan pelatihan pada calon doula seperti  Amani Birth (lembaga doula muslim). Yang akan dibuktikan dengan sertifikat pelatihan.

Beberapa penelitian di luar negeri menyatakan, bahwa kehadiran doula dalam proses persalinan terbukti mengurangi komplikasi kelahiran, dan juga mempercepat lahirnya bayi tanpa sakit yang berlebihan bagi ibu.

Di Indonesia, keberadaan doula belum begitu populer. Namun, tidak ada salahnya jika Anda menginginkan pendampingan dari profesional selain dokter atau bidan. Salah satu doula yang bisa Anda hubungi adalah Doula Hanita.

Bagaimana Bunda, tertarik untuk menggunakan jasa doula?

 

Referensi: gracemelia.com, ibupedia.com, syauqiya.com

Baca juga:

Peranan Bidan Bagi Ibu Hamil dan Menyusui





Kehamilan