Bayi GTM atau lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya

lead image

Gerakan tutup mulut atau GTM biasanya terjadi pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Bagaimanakah cara mengatasi GTM pada bayi tanpa membuatnya semakin rewel? Simak tipsnya di bawah ini.

Salah satu fase tumbuh kembang yang paling membuat ibu khawatir adalah ketika bayi dikenalkan MPASI namun ia malah melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Tentunya ibu menjadi bingung bagaimana caranya mengatasi GTM pada bayi. 

Sebelum mencari tahu cara mengatasi GTM pada bayi, Bunda perlu tahu apa saja yang menyebabkan bayi melakukan gerakan tutup mulut.

Penyebab GTM pada bayi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/bayi tidak bab setelah mpasi 4 1.jpg Bayi GTM atau lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya

1. Sakit di bagian mulut

Beberapa kondisi mulut seperti sariawan, sakit gigi, sakit tenggorokan, gusi luka atu tumbuh gigi bisa membuat anak malas makan. Hingga dia melakukan gerakan tutup mulut. Cara mengatasinya dengan menangani masalah kesehatan tersebut hingga sembuh, supaya bayi mau makan lagi.

2. Trauma pada makanan

Kebiasaan orangtua memaksa anak makan, atau menggunakan cara yang kasar saat memberi makan. Bisa membuat anak trauma sehingga proses makan dianggap sebagai sesuatu yang buruk dan membuatnya trauma.

Cara-cara mengatasi GTM pada bayi

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/mpasi.jpg Bayi GTM atau lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya

Bila bayi tidak mau makan, coba dudukkan bayi di baby chair, lalu letakkan makanan berupa bubur atau potongan buah di depannya. Biarkan dia bermain dengan makanan tersebut, lambat laun dia akan mencoba memasukkan makanannya ke mulut dengan sendirinya. 

Apabila bayi hanya melihat saja ke makanannya, dorong dia untuk menyentuh makanannya, berikan demonstrasi. Bila dia tetap menolak, teruslah mencoba hingga berhasil. 

Proses ini tidak hanya penting untuk membuatnya mau makan, tapi juga membantu tumbuh kembang sensoris anak. Jangan mencemaskan kursi kotor atau wajah dan badan bayi belepotan. Jadikan waktu makan ajang bersenang-senang sehingga anak menyukai makanan apapun yang Anda sajikan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/baby eat 1542198463.jpg Bayi GTM atau lakukan gerakan tutup mulut? Simak cara mengatasinya

Orangtua harus bisa bersabar

Konsisten dan bersabar dalam menghadapi anak yang susah makan sangatlah dibutuhkan. Ulangi langkah-langkah di atas dengan rutin sampai bayi mau mengunyah makanannya sendiri. 

Menjadikan waktu makan sebagai proses bermain dan belajar akan memudahkan orangtua dalam membujuk anak untuk makan di kemudian hari. Tapi, jangan paksa anak menghabiskan makanannya jika dia tidak mau. Kenali juga ciri-ciri bayi sudah kenyang, supaya asupannya tidak berlebihan. 

Semoga bermanfaat.

 

 

Sumber referensi: MPASI, Your Kid’s Table

Baca juga: 

15 Trik Membujuk Bayi Susah Makan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.