Diare saat hamil, berbahayakah bagi janin dan Bumil?

lead image

Meski biasanya tidak berbahaya, diare pada ibu hamil berakibat serius pada janin, simak penyebab dan cara mengatasi diare saat hamil berikut ini.

Diare saat hamil adalah salah satu hal yang sering membuat para Bumil tidak nyaman. Anda harus bolak-balik toilet setidaknya 3 kali atau lebih dari sehari. Apabila hal ini terjadi, hal pertama yang harus dilakukan dalam mengatasi diare saat hamil adalah minum air yang banyak, agar tubuh tetap terhidrasi.

Sebenarnya, diare saat hamil umumnya akan mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun walau terkesan sepele, kondisi ini dapat berubah menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani.

Diare saat hamil dengan gejala mencret terus menerus, bisa mengakibatkan tubuh kekurangan cairan. 

Bahayanya bagi janin, diare terus-menerus dapat membuat volume air ketuban berkurang akibat keluarnya cairan selama diare. Hal ini bisa mengakibatkan perkembangan janin menjadi terganggu, bahkan berisiko keguguran.

Meskipun diare biasanya tidak berbahaya, bila dibiarkan tanpa penanganan tepat, dampaknya bisa sangat serius. Pada ibu hamil dampaknya bisa mengancam nyawa.

Penyebab diare saat hamil

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/diare ketika hamil 1.jpg Diare saat hamil, berbahayakah bagi janin dan Bumil?

Ketahui penyebabnya untuk tahu cara mengatasi diare saat hamil.

Diare saat hamil adalah kondisi yang umum ditemukan, terutama di trimester ketiga. Hal ini menandakan bahwa HPL akan segera tiba. Namun bukan berarti bayi akan lahir prematur, diare adalah salah satu cara tubuh menyiapkan diri untuk proses persalinan.

Berikut ini adalah penyebab lain diare saat hamil:

  • Perubahan pola makan. Saat Anda melakukan perubahan yang signifikan dalam asupan makanan ketika hamil, hal ini bisa mengakibatkan perut bergolak dan berpotensi menyebabkan diare.
  • Sensivitas terhadap makanan. Beberapa makanan yang biasanya tidak menyebabkan apapun, bisa jadi memicu reaksi di perut saat Anda hamil, seperti kembung, sakit perut, atau bahkan diare.
  • Vitamin kehamilan. Meskipun vitamin ini bagus untuk kesehatan Anda dan janin, kadang reaksi usus berbeda dan menyebabkan sakit perut bahkan diare. 
  • Perubahan hormon. Peningkatkan salah satu hormon saat hamil bisa mengakibatkan sistem pencernaan menjadi lamban, sehingga menyebabkan konstipasi. Sebaliknya, hormon tersebut juga bisa meningkatkan kecepatan pencernaan sehingga menyebabkan diare.

Mengatasi diare saat hamil 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/consultation 3486590 960 720.jpg Diare saat hamil, berbahayakah bagi janin dan Bumil?

Mengatasi diare saat hamil tidak perlu pergi ke dokter, bila gejalanya tidak terlalu parah.

Lakukan tips mengatasi diare saat hamil berikut ini:

  • Tetap terhidrasi. Kebanyakan kasus diare akan sembuh sendiri setelah beberapa hari, terutama bila penyebabnya adalah keracunan makanan, virus, atau bakteri. Yang penting dalam masa ini, Anda harus minum air putih yang banyak. 
  • Mengganti obat. Bila penyebab diare Anda adalah obat atau vitamin kehamilan, setelah tubuh terbiasa dengan obat-obatan tersebut, biasanya diare akan berhenti. Bila tidak, hubungi dokter Anda untuk meminta resep obat dan vitamin yang lain. 
  • Pergi ke dokter. Apabila diare tidak berhenti setelah dua atau tiga hari, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat.
  • Hindari makanan penyebab diare. Makanan tinggi lemak, gorengan, makanan pedas dan produk olahan susu bisa mengakibatkan diare tambah parah. Hindari semua makanan ini saat Anda mengalami diare. 

***

Semoga bermanfaat.

Sumber reerensi: American Pregnancy, What to Expect, Healthline

Baca juga:

Kenali penyebab sembelit saat hamil berikut ini untuk tahu cara mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.