theAsianparent Logo

Hati-hati beri obat untuk bayi kuning, ibu ini beri peringatan

Seorang ibu memberikan jus anggur untuk mengatasi bayi kuning. Namun cara ini salah dan berakibat fatal. Bayinya terpaksa dirawat di ICU.

Saat menjadi seorang ibu baru, penyakit sekecil apapun yang menimpa anak pasti membuat Bunda khawatir dan panik. Oleh sebab itu, para ibu biasanya meminta nasihat dari sesama ibu maupun dari orangtua, termasuk cara mengatasi bayi kuning.

Namun demikian, Bunda sebaiknya tak mudah percaya pada saran-saran medis kecuali nasihat tersebut datang langsung dari tenaga medis profesional yang terlatih. Seorang ibu di Cina memberi peringatan terhadap bahaya pemberian obat untuk mengatasi bayi kuning setelah mengikuti sebuah saran yang tidak akurat meski maksudnya baik.

Dalam sebuah postingan Facebook, yang telah dibagikan 19 ribu kali hanya dalam waktu dua minggu, ibu ini menceritakan cobaan yang dialaminya.

Menurut sang ibu, bayinya dibawa ke rumah sakit karena komplikasi setelah diberi jus anggur segar. Beberapa orangtua merekomendasikan memberikan bubuk mutiara atau jus segar untuk mengatasi bayi kuning.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya, penyakit kuning bayi itu makin memburuk. Terlebih lagi, bayi harus berjuang untuk mencerna jus anggur setelah beberapa hari meminumnya.

Jadi, bayi tersebut akhirnya berada di ICU dan tubuhnya dipasangi infus serta tabung ke lambung. Di rumah sakit, dokter menemukan adanya jus anggur di lambung bayi.

Dokter bertanya pada sang ibu mengapa memberikan jus anggur pada bayi karena seharusnya hanya diberi ASI saja.

Ibu itu memohon kepada salah satu tetua yang tidak disebutkan hubungannya dengannya, untuk tak memberikan bubuk mutiara pada bayinya, tetapi tetua tersebut tak mau mendengarkan. Sang ibu tak menyebutkan dengan jelas siapa yang telah memberikan bayinya jus anggur atau bubuk mutiara.

Ia hanya ingin memperingatkan para ibu lain untuk tidak mendengarkan nasihat dari orang-orang yang dituakan ketika harus mengatasi bayi kuning karena hal tersebut sangat berbahaya. Kabar baiknya adalah anaknya pulih namun hasilnya bisa sangat berbeda pada anak lainnya.

Apa yang Parents perlu ketahui tentang bahaya obat untuk mengatasi bayi kuning

Artikel terkait: Bumil wajib tahu, Ini 5 risiko jika golongan darah ibu berbeda dengan bayi

Bayi disebut mengalami penyakit kuning ketika seluruh kulitnya menguning, termasuk bagian putih matanya. Penyakit ini cukup umum dan memengaruhi lebih dari 50% bayi baru lahir.

Penyebabnya adalah adanya sejumlah besar bilirubin atau pigmen kuning kemerahan yang dihasilkan dari sel darah merah tua yang dihancurkan. Kondisi ini lebih sering muncul pada bayi baru lahir prematur di seminggu pertama hidupnya.

Meski penyakit kuning cenderung sembuh dengan sendirinya, Parents tetap perlu berkonsultasi ke dokter.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusiif hingga 6 bulan. Jadi secara alami memberikan jus pada bayi sebelum ia siap dapat menimbulkan konsekuensi serius.

Bagi para ibu baru, ini bisa membingungkan, terutama dengan beragamnya informasi yang dapat dicari di internet. Tetapi sebaiknya Parents selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberi pengobatan APAPUN pada anak di usia BERAPA PUN.

Jika bayi Anda menderita penyakit kuning, ada solusi alami tanpa perlu memberikan sesuatu yang tak aman baginya.

1. Biarkan bayi Anda mendapatkan sinar matahari

Sementara tindakan medis fototerapi di rumah sakit direkomendasikan untuk beberapa bayi, banyak dokter yang menyarankan agar lebih banyak aktivitas luar ruang bagi bayi. Namun perlu diingat untuk tidak membiarkan bayi Anda terkena sinar matahari langsung untuk menghindari kulit terbakar.

Cukup dengan menggendong bayi Anda di dalam pelukan saat berada di ruangan yang hangat dan diterangi sinar matahari. Bayi cukup memakai popok saja namun segera pakaikan baju lagi sesudahnya agar ia tak kedinginan.

2. Pastikan bayi Anda kenyang untuk mendorong pencernaan yang baik

Menyusui bayi Anda lebih sering akan menghasilkan lebih banyak gerakan usus yang dapat membantu menghilangkan kelebihan bilirubin melalui sistem ekskresi bayi. Rata-rata bayi harus disusui 8 – 12 kali sehari selama beberapa hari pertama kehidupan.

3. Pemberian susu formula dapat membantu mengatasi masalah makan

Jika bayi Anda kesulitan menyusu atau bila ia kehilangan berat badan, beberapa dokter akan merekomendasikan susu formula sebagai suplemen menyusui. Semua itu tergantung dari hasil observasi dokter Anda, jadi pastikan untuk terbuka membicarakannya.

Anda juga harus mencari pendapat lain jika naluri Anda mengatakan untuk ekstra hati-hati.

Bila tidak ditangani, penyakit kuning dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian. Jadi meski penyakit kuning akan hilang dengan sendirinya, lebih baik untuk tidak mengambil risiko.

Pastikan agar tahun pertama kehidupan bayi Anda sehat dan bahagia.

 

*Artikel disadur daari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

id.theasianparent.com/penyakit-bayi-kuning