Mengatasi Anak yang Sering Mabuk Perjalanan

lead image

Liburan jadi berantakan gara-gara anak mabuk perjalanan. Pastikan ini tak terjadi lagi setelah Anda menerapkan tips di bawah ini.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2015/01/dreamstime xs 309720372.jpg Mengatasi Anak yang Sering Mabuk Perjalanan

Jangan biarkan liburan jadi bencana gara-gara anak mengalami mabuk perjalanan

Anak-anak diketahui lebih rentan terhadap mabuk perjalanan daripada orang dewasa. Kemungkinan terjadinya mabuk perjalanan adalah sebesar 31,1% pada anak dan 7,9% pada usia dewasa. Hal ini diungkapkan oleh US National Library of Medicine and National Institutes of Health dalam jurnal Pubmed.gov berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Perancis beberapa waktu lalu.

Apa penyebab mabuk perjalanan?

Banyak di antara para orang tua, mungkin juga Anda, yang belum menyadari bahwa mabuk perjalanan sebenarnya adalah gangguan pada telinga bagian dalam dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan antara pergerakan kendaraan dan sensor tubuh.

Beberapa gejala mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan biasanya tidak terjadi sekonyong-konyong, namun melalui beberapa tahap. Beberapa gejala mabuk perjalanan memang hampir mirip dengan gejala kelelahan biasa, sehingga wajar jika kita keliru mengira anak hanya sedang kurang istirahat. Jadi apa sajakah gejala mabuk perjalanan?

1. Mual
2. Keringat dingin
3. Muntah
4. Pusing
5. Letih
6. Sakit kepala
7. Produksi air ludah bertambah
8. Pucat

Tips mencegah mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dapat membuat kacau acara liburan keluarga. Bukannya bersantai menikmati pemandangan, bisa-bisa Anda malah merasa lelah karena harus merawat anak yang mengalami mabuk perjalanan. Hindari ‘bencana’ ini dengan beberapa tips berikut :

1. Jika Anda berencana membawa bekal untuk disantap di tempat tujuan, hindarilah makanan berminyak untuk diberikan pada anak. Berikan makanan yang sudah dirancang dalam bentuk yang lucu-lucu agar anak tertarik memakannya.

2. Ajak anak pergi tidur lebih awal jika Anda akan bepergian bersamanya di keesokan harinya. Anak yang cukup istirahat tidak akan gampang rewel selama perjalanan dan Anda juga akan lebih mudah mengalihkan perhatiannya jika ia mulai menunjukkan gejala mabuk perjalanan.

3. Tempatkan anak di kursi yang menghadap ke depan dan cukup tinggi agar ia bisa melihat pemandangan sepanjang perjalanan. Pilihlah selalu kursi di bagian tengah, baik ketika Anda melakukan perjalanan dengan naik bus, kereta api, pesawat atau kapal laut. Hal ini karena kursi di bagian tengah lebih sedikit mengalami goncangan.

4. Pastikan kendaraan memiliki sistem ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Meski Anda mengendarai kendaraan ber-AC, bukalah jendela sesekali agar anak tidak merasa mual atau kedinginan.

5. Bawalah mainan kesayangannya, tapi jauhkan ia dari aktivitas seperti membaca buku atau bermain games di smartphone karena keduanya dapat membuat anak merasa pusing.

6. Tunjukkanlah padanya hal-hal menarik di sepanjang jalan, misalnya sawah, pemandangan gunung di kejauhan, pepohonan, atau orang-orang yang lalu lalang di jalan. Bumbuilah dengan cerita-cerita seru agar ia lupa pada rasa mual atau sakit kepalanya.

 

Selamat jalan-jalan!