Tips dan Trik Mengatasi Anak Picky Eater

Bunda pusing mikirin si kecil yang susah makan dan suka pilih-pilih makanan? Si 'picky eater' ini bisa koq dibikin jadi gampang makan, berikut ini triknya

picky eater

Bagaimana cara mengatasi anak si ‘picky eater?

Anak Anda Picky Eater?

Pola makan anak sebenarnya tergantung juga dari kebiasaan makan orangtua. Jika Anda lebih memilih membeli junk food di resto cepat saji, sebaiknya Anda harus mulai mengubah kebiasaan makan Anda, gantilah dengan makanan yang lebih baik dengan kandungan sayur, buah, ikan, dan daging segar.

Kenalkan anak-anak dengan sayur dan buah sejak awal mereka mulai kenal makanan. Hal ini biasanya dilakukan saat anak mulai mengenal makanan padat di kisaran usia 7 bulan setelah lepas dari ASI eksklusif 6 bulan.

Anak usia batita hingga balita rata-rata mulai pilih-pilih makanan atau sering dikenal dengan istilah picky eater. Anak-anak usia ini seringkali tidak menyukai makanan jenis sayur-sayuran dan buah-buahan.

Seringkali mereka akan terlihat lahap dengan menyantap makanan cepat saji seperti KFC, McD dan semacamnya. Tetapi hendaknya kita harus berhati-hati terhadap pilihan mereka. Jangan sampai Anda mengabaikan asupan gizi yang sedang mereka butuhkan dalam masa pertumbuhannya.

Untuk mengatasi si picky eater ini, tentunya ada beberapa trik yang Anda bisa lakukan buat mereka:

1. Kenalkan menu baru

Kenalkan anak dengan menu baru yang beragam. Si picky eater mungkin hanya akan mencicip sedikit dan memuntahkannya. Hargai atas usahanya untuk mencoba makanan yang baru dikenalnya tersebut.

Berdasarkan pengalaman saya, walaupun si kecil saat ini terlihat tidak menyukai makanan tersebut tetapi suatu saat dia ingat rasa yang pernah dicicipinya ini dan tiba-tiba memintanya, maka berikan saja makanan tersebut.

Dan, mungkin karena si kecil yang memintanya sendiri, dia akan memakannya dengan lahap, bahkan menghabiskannya. Jadi jangan lupa untuk memberitahukan nama makanan yang kita suguhkan agar suatu saat dia menginginkannya, dia bisa menyebutkan nama makanan tersebut.

2. Kreasi makanan unik

Buatkan bentuk makanan-makanan yang unik di atas meja makan, sehingga si kecil akan tertarik untuk memakannya. Misalkan saja suguhkan tumis brokoli, wortel, dan cumi segar.

Kombinasi warna hijau, orange, putih dan tambahkan hiasan cabe merah besar iris diatasnya dan bentuk menyerupai kartun kesukaannya, hal ini akan membuat si kecil semakin tertarik.

Putra saya yang juga sedang menjadi si picky eater bahkan akan mengambil wortel-wortel di antara sayur tumis untuk dia makan sendiri, mungkin karena dia tertarik dengan warnanya.

Baca juga: Sehat Melalui Kombinasi Warna Makanan

3. Bumbu penyedap rasa

Cara ini tidak saya sarankan, tetapi Anda bisa menjadikan pilihan terakhir bila sudah tak ada jalan lain untuk membuat si picky eater makan.

Biasanya bila ia sudah banyak mengenal cemilan dengan rasa yang tajam, ia kurang berselera terhadap makanan yang dia anggap hambar atau kurang bumbu.

Saya sendiri mengenalkan si kecil dengan rasa alami sejak dini, sehingga si kecil sudah terbiasa dengan makanan yang ‘hambar’ bagi kebanyakan orang. Pola hidup sehat saya terapkan di rumah dengan minimalisir penggunaan bumbu penyedap rasa.

4. Biasakan makan bersama

Si picky eater biasanya akan tertarik jika melihat kita beramai-ramai makan bersama. Walaupun awalnya ia terlihat ogah-ogahan saat diajak makan, lama-kelamaan ia akan mendekat dan mungkin akan mencoba dengan minta sesuap.

Jika mereka merasakan menu yang dimakan terasa enak, mereka akan meneruskan untuk minta suap lagi atau bahkan minta diambilkan untuk makan sendiri.

5. Biarkan saja

Jika si picky eater masih susah juga diatasi dengan berbagai trik di atas, tidak ada salahnya Anda membiarkan dia untuk tidak makan. Nanti jika dia sudah lapar, dia akan mengambil sendiri makanan-makanan di atas meja makan yang sudah kita siapkan.

Hal seperti ini juga sering saya temui pada putra saya koq. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika si kecil kelaparan, karena mereka sudah memiliki inisiatif sendiri untuk bisa memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

Parents, semoga ulasan di atas bermanfaat.

Baca juga artikel menarik lainnya:

13 Kalimat yang Perlu Dihindari Saat Makan Bersama Anak

9 Tips Mengatasi Balita Susah Makan