Tips Menjadi Orang Tua yang Lebih Baik Tanpa Overparenting

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Overparenting termasuk ke dalam pola pengasuhan yang bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Semua orang tua pastinya ingin yang terbaik bagi anaknya sehingga terkadang mereka mengambil semua keputusan dalam hidup sang anak, demi memastikan agar anak tidak melakukan kesalahan. Namun, berhati-hatilah, jangan sampai Parents terjebak dalam pola pengasuhan yang overparenting.

Apa itu Overparenting?

Overparenting terjadi ketika orang tua mencampuri semua urusan anak, sehingga anak tidak bisa mandiri karena semua hal yang dilakukannya didikte oleh orang tua.

Anak harus dibiarkan mengatasi masalahnya sendiri agar kelak saat dewasa nanti, dia bisa mencari solusi atas masalah yang ia hadapi.

Contoh sederhananya adalah saat anak mengerjakan PR yang susah dan dia tak kunjung mengerti saat dijelaskan. Parents pun memutuskan untuk mengerjakan PR-nya.

Hal ini membuat anak tidak percaya pada kemampuannya sendiri. Demikian pula saat anak berkelahi, dan orang tua ikut campur dengan membela sang anak.

Pengasuhan yang overparenting membuat anak tidak pernah belajar dari kesalahannya karena orang tua lebih dulu mencegahnya berbuat kesalahan. Seharusnya, orang tua baru boleh mencampuri urusan anaknya, jika dilihat apa yang sedang dilakukan berbahaya.

Ketika anak-anak tumbuh dewasa, dia akan mulai menghubungkan tentang sebab akibat. Jika dia dihalangi untuk berbuat sesuatu yang menjadi sebab dan akibat dari sesuatu yang lain, dia tidak akan pernah belajar tentang hal itu.

Bila orang tua selalu mencampurinya segala hal yang dialami anak, hubungan sebab-akibat yang sedang dipelajari anak akan terputus. Kemudian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri karena tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpa berkonsultasi dengan orang tuanya.

Inilah mengapa overparenting bisa berdampak buruk bagi masa depan anak. Pola pengasuhan yang salah tidak hanya akan berdampak pada perkembangan emosi dan mentalnya, namun juga fisik sang anak.

Artikel terkait: Penelitian: Pola Pengasuhan Orangtua Pengaruhi Kesehatan Fisik Anak

Menghindari pola pengasuhan overparenting

Demi kebaikan anak kita, sebaiknya hindari perilaku overparenting. Berikut ini adalah tips yang bisa Parents terapkan.

  • Kurangi campur tangan Anda. Semakin banyak campur tangan, semakin Parents membuat proses belajar anak terputus. Jika Parents ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, biarkan dia bebas mengeksplorasi. Berikan anak kepercayaan untuk melakukan hal sesuai keinginannya dan belajar dari kesalahan yang dia lakukan.
  • Bersikap lebih sabar. Seringkali, orang tua merasa gemas melihat anak melakukan kesalahan berulangkali. Atau mengerjakan PR yang mudah dalam waktu lama. Tetapi, Parents harus melatih kesabaran Anda sendiri. Biarkan anak menjalani semuanya dengan cara dan ritme yang sesuai dengan dirinya.
  • Jangan memberi pujian pada hal yang tidak perlu. Anak-anak sangatlah cerdas. Mereka tahu pasti kapan mereka layak mendapat pujian atas sesuatu dan kapan tidak. Memuji anak pada hal yang sebenarnya tak perlu dipuji, bisa membuat anak terbebani oleh kesempurnaan yang dituntut orangtua. Itulah yang dikatakan oleh Dr Lisa Firestone, seoranga ahli psikologi klinis.
  • Biarkan mereka berjalan-jalan sendiri tanpa ditemani. Saat bermain di taman, biarkan anak melakukan eksplorasi sendiri, sambil tetap diawasi dari jauh. Anda tak perlu berada di sampingnya setiap saat.
  • Mengubah rutinitas sesekali. Cobalah mengubah satu dua aktivitas harian agar anak tidak bosan dan tetap bersemangat menjalani hari.

Menjadi mandiri bukan berarti anak tidak memerlukan orang tuanya lagi. Namun mereka akan lebih mudah menemukan apa yang ia inginkan dalam hidup untuk merasa bahagia, ketika ia bisa memilih dan memutuskan berdasarkan kemauan sendiri.

Membiarkan anak tumbuh dengan insting dan kesadaran mandiri, tentu akan membuatnya lebih mudah mencapai kebahagiaan.

Jadi, lepaskan anak Anda. Biarkan ia melakukan kesalahan, biarkan ia belajar, biarkan ia menjadi pribadi yang mandiri.

 

Disarikan dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

21 Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Anda Ketahui





Better Parenting