Mengapa “Skin to Skin Contact” Penting?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Metoda ini terbukti sangat efektif untuk menciptakan ikatan batin antara ibu dan bayi. Skin to skin contact dilakukan beberapa saat setelah bayi lahir dan ketika menyusui, serta dapat dilakukan juga antara bayi dengan ayahnya.

skin to skin contact

Skin to skin contact adalah momen paling membahagiakan

Kita sering mendengar istilah Skin to Skin Contact. Apa yang dimaksud dengan Skin to Skin Contact tersebut? “Skin to skin contact” adalah kondisi di mana bayi hanya menggunakan popok / diaper dan diletakkan di atas dada ibu atau ayah yang telanjang dada. Bila diperlukan, selembar selimut tipis dapat digunakan untuk menutupi bagian belakang bayi bila diperlukan, supaya ia tidak kedinginan.

Di beberapa negara, skin to skin contact sudah menjadi hal standar yang dilakukan setelah bayi baru dilahirkan. Dalam waktu kurang dari 1 jam setelah bayi dilahirkan, bayi langsung diletakkan di dada ibu selama 1 jam. Secara naluri, beberapa saat kemudian bayi akan bergerak mencari payudara ibu dan mulai menyusu walaupun mungkin baru bisa menjilat dan mencium payudara saja pada awalnya.

Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa skin to skin contact ketika bayi lahir menciptakan ikatan emosional yang lebih baik antara ibu dan anak, dibandingkan dengan bayi yang dibedong ketika dipeluk ibunya sesaat setelah ia dilahirkan.

Ketika bayi masih di dalam rahim, ia sudah memiliki ikatan emosional dengan ibu dan ayahnya. Ia mendengar suara, detak jantung, dan nafas ibu. Sedangkan dengan ayah, iya hanya mendengar suara ayah. Untuk menciptakan ikan emosional dengan ayah, lakukan juga skin to skin contact antara bayi dan ayah, sambil mengajaknya bicara.

Selanjutnya mengapa skin to skin penting, temukan jawabannya di halaman berikut:

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Bayi 6-12 bulan Bayi baru lahir