5 Alasan Halloween Tidak Baik Untuk Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Halloween? Mengapa perlu dirayakan walaupun hanya untuk bersenang-senang? Inilah pembahasan theAsianParent tentang dampak buruk Halloween bagi anak.

Inilah 5 alasan Halloween tidak baik untuk anak

Inilah 5 alasan Halloween tidak baik untuk anak

Di negara Barat, Halloween sudah menjadi tradisi yang dirayakan anak-anak hingga remaja. Hari Halloween dirayakan setiap tanggal 31 Oktober dengan tema seputar hantu dan segala sesuatu yang seram, seperti pembunuh bertopeng, Frankenstein, tengkorak berjalan, dan lain-lain. Sebenarnya apa sih Halloween itu? Dan mengapa harus dirayakan oleh anak-anak?

Perayaan Halloween

Selalu ada 2 hal yang menjadi ciri dari Halloween : labu besar yang diukir menjadi wajah seram, serta kostum menyeramkan. Awalnya Halloween dirayakan untuk bersyukur atas musim panen, sehingga labu menjadi salah satu simbolnya. Kemudian, tradisi ini terkontaminasi dengan perayaan ‘hantu’, karena perayaannya tepat 1 malam sebelum Hari Raya Arwah, yang dipercaya di beberapa negara.

Jadilah perayaan Halloween yang kita kenal sekarang ini, dengan labu oranye dan kostum-kostum menyeramkan. Di negara Barat, pada malam Halloween banyak anak-anak yang datang mengetuk pintu dan berkata “treat or trick”, yang artinya mengancam “berikan sesuatu atau dijahili…”. Biasanya, rumah yang didatangi memberikan permen, kue, atau uang kepada anak-anak tersebut.

Pada hari itu, anak-anak menggunakan kostum. Untuk sekolah yang tidak memiliki seragam, anak-anak menggunakan kostum Halloween ke sekolah. Sedangkan remaja, sering membuat pesta kostum sendiri di malam hari. Kostum anak-anak tidak selalu seram, seringkali lucu-lucu apalagi kostum bayi. Bagi saya, hanya kostum lucu inilah sisi positif Halloween.

Selanjutnya temukan alasan mengapa perayaan ini tidak baik untuk anak, di halaman berikut ini :





Pra Sekolah Praremaja Usia Sekolah