Mengapa bayi berkeringat saat tidur? Kenali penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Berkeringat di waktu tidur adalah hal yang normal, tapi ada pula yang harus menjadi perhatian. Kenali penyebab bayi berkeringat saat tidur berikut ini.

Bagi Parents yang baru memiliki anak pertama, mungkin akan kaget atau bahkan cemas ketika melihat bayi berkeringat saat tidur. Keluarnya keringat di waktu tidur adalah hal yang normal, namun dalam beberapa kasus, ada yang harus menjadi perhatian.

Penyebab umum bayi berkeringat saat tidur

Melansir dari Babyment, berikut ini adalah 3 penyebab umum yang sering membuat bayi berkeringat saat tidur.

1. Sistem saraf yang belum matang

Sistem saraf di tubuh manusia mengendalikan suhu tubuh. Bagi bayi baru lahir, sistem saraf mereka belum berkembang secara sempurna sehingga mereka belum bisa mengatur suhu tubuh secara fleksibel seperti orang dewasa.

2. Bayi berkeringat saat ia tidur nyenyak

Bayi baru lahir kemungkinan akan berkeringat dengan deras ketika ia sedang tidur lelap. Karena bayi banyak menghabiskan waktu untuk tidur nyenyak, dia akan lebih banyak berkeringat saat malam dibandingan anak yang lebih besar juga orang dewasa.

3. Kegerahan karena terlalu banyak selimut

Membungkus bayi dengan bedong tebal, atau selimut berlapis-lapis bisa membuatnya kegerahan, bahkan kesulitan bernapas. Hindari memberinya terlalu banyak selimut. Bayi butuh ruang untuk bernapas dengan bebas saat ia tidur.

bayi berkeringat saat tidur

Kapan harus waspada?

Bayi berkeringat saat tidur bisa jadi karena adanya indikasi masalah kesehatan. Kenali gejalanya agar bisa tahu kapan harus menghubungi dokter.

1. Penyakit jantung bawaan

Jika bayi berkeringat deras saat melakukan aktivitas biasa, seperti menyusui, sebaiknya Parents menemui dokter. Ini bisa jadi gejala kelainan jantung bawaan.

Kelainan ini diakibatkan oleh tumbuh kembang jantung yang tidak sempurna saat bayi masih berupas janin. Bayi dengan penyakit jantung bawaan biasanya akan berkeringat saat melakukan aktivitas biasa, karena jantungnya harus bekerja keras memompa darah secara efisien.

2. Hiperhidrasi

Jika bayi mengeluarkan keringat deras di ruangan yang dingin, mungkin dia menderita hiperhidrasi. Artinya, bayi mengeluarkan keringat secara berlebihan, melebihi kebutuhan tubuhnya untuk menjaga suhu normal.

Orang dewasa yang tangan dan kakinya selalu berkeringat biasanya juga memiliki kondisi ini. Hiperhidrasi bisa ditangani dengan melatih teknik mengatur keringat, seperti memakaikan deodorant saat anak sudah lebih besar.

3. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah penyebab lain yang membuat bayi berkeringat saat tidur malam. Kondisi ini membuat bayi berhenti bernapas selama 20 detik, sehingga dia harus bekerja keras untuk bernapas. Sleep apnea biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur.

4. Kondisi lain

Bayi mengeluarkan keringat banyak saat tidur juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti kelainan di sistem saraf, masalah pernafasan, kelenjar ludah yang terlalu aktif, atau kelainan genetis. Meski kondisi-kondisi ini jarang terjadi, tapi bila Parents merasa cemas berkonsultasilah dengan dokter.

Cara mencegah bayi berkeringat saat tidur

1. Cegah bayi merasa kegerahan

Jika kamar Parents bersuhu hangat atau pengap karena kurang ventilasi, kemungkinan besar bayi akan berkeringat. Buatlah suhu ruangan senyaman mungkin, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.

Parents bisa mengaturnya dengan menyesuaikan dengan tubuh Anda sendiri, jika Parents merasa kamarnya panas, maka bayi pun akan merasakannya. Jauhkan selimut yang tidak diperlukan, dan selimuti ia dengan bahan ringan yang adem dan tidak membuat kegerahan.

Parents juga harus ingat, terlalu panas atau kegerahan bisa menimbulkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome). Karena suhu yang panas bisa membuat bayi tidur sangat nyenyak hingga sulit dibangunkan.

bayi berkeringat saat tidur

2. Hindari memakaikan baju yang terlalu tebal

Baju berlapis-lapis bisa membuat bayi berkeringat banyak. Gunakan baju tipis yang membantu kulitnya bernapas sehingga ia tidak kegerahan.

Untuk selimutnya, Parents bisa memakai jenis kain lembut berongga yang memungkinkan udara keluar masuk dengan bebas, jadi bayi tidak kegerahan.

Hal penting yang harus diwaspadai ialah jika Parents sudah melakukan tindak pencegahan di atas dan bayi masih berkeringat deras saat tidur. Konsultasikan hal ini dengan dokter agar bisa diketahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Yang terakhir, pastikan bayi sudah terhidrasi dengan baik sebelum dia tidur dengan menyusuinya sampai kenyang. Hal ini bisa mencegah bayi bangun tengah malam karena kehausan akibat cairan tubuhnya berkurang karena dehidrasi.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Parents.

 

Baca juga:

Agar Bayi Mudah Tertidur





Bayi