Kisah tragis anak ini menyadarkan orangtua agar tidak sepelekan gigi anak berlubang

Jika Bunda dan Ayah memerhatikan kesehatan gigi anak, maka ia tak perlu mengalami masalah kesehatan gigi yang justru merenggut nyawanya...

Akibat kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi anak, seorang bocah lelaki berusia 4 tahun meninggal di sebuah klinik gigi. Dokter bermaksud mencabut gigi anak berlubang yang menyerang gigi depannya.

Namun, karena anak tersebut sangat aktif, operasi ini tidak mudah dilakukan. Terpaksa, ia pun diberi obat bius Versed dan oksida nitrat oleh dokter gigi.

Saat operasi berlangsung, anak itu tidak dapat menahan rasa sakit. Dokter pun menambahkan lagi dosis obat bius Versed.

Pasca operasi, anak tersebut di bawah pengawasan asisten dokter, sementara dokter gigi menemui ibu sang anak. Saat sampai di ruang pemulihan, wajah anak membiru karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

Mereka telah mencoba segala cara untuk menyelamatkannya, tapi anak itu telah meninggal saat tiba di rumah sakit.

Apakah tragedi ini dapat dihindari?

gigi anak berlubang kesehatan gigi anak

Kasus ini menjadi perbincangan hangat dalam jurnal Kesehatan Anak: "Kematian setelah anestesi di klinik dokter gigi. Bisakah tragedi ini dihindari?"

Jawabannya adalah ya. Seorang anak tidak seharusnya meninggal karena obat bius selama prosedur perawatan gigi.

Para ahli tidak merekomendasikan operasi sebagai jalan untuk mengobati permasalahan kesehatan gigi anak, namun beberapa dokter gigi masih melakukannya.

Gigi anak berlubang merupakan masalah kesehatan gigi yang paling umum. Kondisi gigi anak berlubang ini sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan perawatan dasar kesehatan gigi.

Jadi, kasus ini bukan semata-mata karena kesalahan anestesi, tapi juga kelalaian para orangtua yang tidak memerhatikan masalah kesehatan gigi anak.

Penyebab terjadinya gigi anak berlubang

cegah gigi anak berlubang

Karies anak usia dini tampak seperti kapur putih yang menumpuk pada gigi di lokasi dekat gusi. Keadaan ini menyebabkan gigi anak kehilangan mineral penting dan mulai membusuk serta membentuk rongga kuning kecokelatan.

Gigi bagian atas adalah yang paling sering mengalami karies. Jika kariesnya sudah parah, gigi anak akan retak, pecah, atau memiliki lubang yang besar dan dalam.

Bakteri yang masuk ke dalam gigi melalui lubang ini bisa menyebar dan menyebabkan pembengkakan gusi. Anak pun mengeluh sakit gigi hingga mengalami demam.

Mengapa gigi anak mudah rusak?

gigi anak berlubang karena makanan manis

Benarkah akibat kekurangan kalsium atau nutrisi lainnya? Anak saya jarang makan permen, tapi mengapa gigi mereka masih membusuk?

Gigi anak berlubang tidak disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau kekurangan kalsium. Penyebab paling sering adalah anak-anak yang tidak menyikat gigi setelah menyusu sebelum tidur.

Hal ini juga berlaku untuk anak yang masih minum susu di malam hari setelah berusia 1 tahun.

Jika tidak pandai menjaga kebersihan gigi, anak-anak yang senang makan camilan maupun yang suka menyimpan makanan dalam mulut berpotensi mengalami gigi berlubang.

Permen dan makanan manis bukanlah alasan utama mengapa gigi anak berlubang. Anak-anak boleh saja mengonsumsi makanan manis seperti biskuit, selai, sereal, dan jus, namun ingatkan untuk selalu menyikat gigi setelahnya.

Cara mudah menjaga kesehatan gigi anak adalah dengan mengurangi makanan yang memiliki kadar gula tinggi, rajin menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur, serta berkonsultasi dengan dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Bunda masih bingung bagaimana cara agar anak mau diajak sikat gigi? Baca dulu Trik mudah agar anak mau sikat gigi.

 

Referensi: Wbur

Baca juga:

id-admin.theasianparent.com/panduan-ajari-anak-sikat-gigi-sejak-dini/