Bagaimana Cara Mengajarkan Tanggung Jawab pada Anak Balita?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Saat anak berusia 3 tahun, ia sudah memahami sebab akibat serta perintah sederhana. Itulah saat yang tepat untuk mulai mengajarkan tanggung jawab pada anak.

Kapan sebaiknya mengajarkan tanggung jawab pada anak?

Mengajarkan tanggung jawab pada anak memang sebaiknya dimulai sejak usia dini. Bahkan ada yang bilang, semakin dini semakin baik. Tapi ini bukan berarti kita harus melakukannya sejak ia bayi loh.

Sama seperti potty training atau melatihnya makan sendiri, mengajarkan tanggung jawab pada anak pun ada batas usianya.

Kita bisa memulainya bila ia sudah memahami sebab akibat dan bisa melakukan perintah sederhana.

Usia ideal untuk menerapkannya adalah 3 tahun, meski ada juga yang memulainya pada usia 2 tahun lebih.

Tentu hanya kitalah yang bisa memahami anak masing-masing. Kitalah yang paling tahu kapan si Kecil sudah siap diajarkan untuk bertanggung jawab.

Cara menanamkan rasa tanggung jawab pada anak

Tanggung jawab sebaiknya dipandang sebagai sebuah kebiasaan baik yang bisa dimiliki setiap orang. Namun, ‘kebiasaan baik’ itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ditanam, dipupuk dan dipelihara.

Inilah beberapa cara untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

1. Menjadi contoh dan konsisten

Kami tak akan bosan mengatakan bahwa kita adalah contoh dan panutan bagi si Kecil. Jadi, kita pun harus menjadi pribadi yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Lakukanlah setiap saat, bukan hanya saat kita menginginkannya.

Menjadi panutan bisa kita lakukan dengan melakukan hal-hal sederhana. Misalnya, mengucapkan maaf atau mengembalikan barang yang tidak sengaja tersenggol saat kita berbelanja di supermarket bersama anak.

Agar konsisten, lakukan dalam segala hal, walau Anda sedang sangat lelah.

2, Mulai dari yang sederhana

Mulailah dari  hal-hal kecil. Misalnya, meminta anak membuang bungkus kue di tempat sampah, atau membawa piring makan yang telah dipakai ke bak cuci.

Anak perlu diingatkan berulang kali sebelum ia bisa melakukannya sendiri tanpa disuruh. Jika ia lupa melakukannya, jangan diam saja.

Segera tegur agar ia menuntaskan apa yang telah biasa dilakukannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih saat ia selesai melakukannya.





Better Parenting