3 Langkah Praktis Mengajari Anak agar Bijak Mengelola Keuangan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Banyak orang dewasa yang tidak bijak mengelola keuangannya. Sebelum jadi terlanjur, kita bisa mengajari anak mengelola uang sejak dini.

Beth Kobliner adalah seorang ahli dalam bidang keuangan. Pengalaman dalam bidang keuangan selama 30 tahun membuat ia sangat memahami cara mengajari anak bijak mengelola keuangan.

Kepada laman Business Insider, ia mengungkapkan langkah praktis agar bijak mengelola keuangan yang bisa dipraktekan oleh anak usia berapapun. Tahapan ini juga ada dalam buku "Cara Agar Membuat Anak Anda Pintar Mengatur Keuangan."

Berikut ilmu soal keuangan darinya yang bisa Anda contek di rumah:

1. Ajari ia bersabar

Anak sering menginginkan sebuah mainan impiannya. Daripada Anda langsung menurutinya, lebih baik katakan padanya bahwa ia perlu mengurangi uang jajannya agar bisa membeli barang yang ia inginkan.

Tak apa jika sesekali ia tak beli somay langganannya di sekolah. Atau ia juga harus menahan diri untuk membeli es krim agar bisa menabung dan dapat membeli barang kesukaannya.

2. Buatkan ia celengan

Taruh celengan di tempat favoritnya. Jangan lupa untuk mengingatkan ia bahwa ia harus menyisihkan uang jajannya setiap hari sekalipun itu hanya Rp 500-1000.

Bicarakan tentang mainan yang ia mau tersebut agar ia makin termotivasi menabung. Ungkapkan alasan Anda mengapa Anda meminta ia menabung daripada membelikan langsung.

Sebuah barang yang diperjuangkan rasanya akan lebih bernilai daripada barang yang mudah didapatkan. Hal ini juga bisa melatih anak untuk lebih menghargai mainannya.

3. Ajari nilai pertukaran

Beth Kobliner mengatakan bahwa anak sangat memahami nilai pertukaran. Jika ia berusaha melakukan ini, maka ia akan mendapatkan itu.

Anda bisa menstimulasi bakat alami anak ini dengan mengusulkan caranya memperoleh uang tambahan agar ia bisa segera membeli mainannya. Namun, jangan sampai Anda memberi upah terhadap apa yang sudah seharusnya ia kerjakan.

Misalnya, berikan ia tugas tambahan atau hadiah karena prestasi tertentu. Namun pertimbangkan waktu yang ia butuhkan untuk melaksanakan tugas tersebut.

Jangan sampai memakan waktu bermain maupun belajarnya. Pastikan ia menyukai apa yang ia lakukan. Misalnya seperti yang dilakukan Naya, anak yang berhasil mendapatkan belasan juta dalam satu bulan dengan menjual slime.

Mengajari anak bijak mengelola keuangan memang tidak bisa dengan cara instan. Namun, dengan kebiasaan, anak akan jadi lebih menghargai uang.

 

Baca juga:

Kamera Tersembunyi Ini Menunjukkan Bagaimana Anak Berpikir Tentang Uang

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Better Parenting Usia Sekolah