Bolehkah mendisiplinkan anak orang lain? Bagaimana caranya?

Bolehkah mendisiplinkan anak orang lain? Bagaimana caranya?

Inilah kiat khusus agar kita tak ragu saat hendak mendisiplinkan anak orang lain dan mencegah orangtuanya marah dan memusuhi kita.

Mendisiplinkan anak bukanlah hal yang mudah, apalagi jika anak yang ingin kita disiplinkan bukan anak kandung kita sendiri, Parents. Kemungkinan salah paham dan memicu pertengkaran antar orangtua bisa saja terjadi, yang pada akhirnya membuat tali silaturahmi menjadi rusak.

Akan tetapi, seringkali kita dihadapkan pada situasi di mana kita melihat seorang anak berbuat sesuatu yang menurut kita salah. Dan kita pun merasa gemas untuk menasihatinya, tapi kita harus menahan diri karena anak yang membuat ulah tersebut bukan anak kita.

Di sisi lain, Anda pun bisa saja bertindak sebagai pengasuh atau pengajar di sebuah sekolah. Sehingga, mendisiplinkan anak yang bukan merupakan anak kandung sendiri bisa menjadi suatu kewajiban profesi, Parents.

Dilansir dari situs fatherly.com, Alan E.Kazdin seorang ahli parenting dari Universitas Yale memberikan kiat khusus dalam kondisi apa dan bagaimana caranya kita bisa mendisiplinkan anak orang lain.

Artikel Terkait : Perkembangan anak 4 tahun 11 bulan, anak mulai bisa ceritakan pengalamannya sendiri 

Kiat mendisiplinkan anak orang lain

Bolehkah mendisiplinkan anak orang lain? Bagaimana caranya?

Ada berbagai kiat yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan seorang anak yang bukan merupakan anak kandung kita.

Bila kita memang berprofesi sebagai guru, tentunya sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk melatih kedisiplinan anak di sekolah agar ia pun menerapkannya dalam keseharian. Di sisi lain, Kazdin  pun menyatakan bahwa ada dua situasi di mana kita tak perlu ragu saat hendak mendisiplinkan anak orang lain, walau kita tak berprofesi sebagai pengajar.

Beberapa kondisi dan hal yang patut dilakukan antara lain:

1. Ketika seorang anak melakukan tindakan bahaya dan yang ia lakukan bisa mengancam nyawa

Bolehkah mendisiplinkan anak orang lain? Bagaimana caranya?

Jangan ragu untuk mendisiplinkan seorang anak bila ia berada di kondisi yang bisa mengancam keselamatannya.

Menjaga keamanan dan keselamatan seorang anak bukan hanya sepenuhnya tanggung jawab orangtua semata. Sebagai masyarakat, kita pun turut ambil andil dalam menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi tumbuh kembang si kecil.

Jadi, sebaiknya kita tak perlu ragu untuk menghentikan apapun ulah seorang anak jika kita merasa apa yang ia lakukan akan membahayakan dirinya. Meskipun kita tidak mengenal anak tersebut berikut orangtuanya.

Contohnya, anak ingin bermain di jalanan besar sedangkan saat itu banyak kendaraan yang lalu lalang. Orangtua si anak tentunya tidak akan marah jika kita menjelaskan alasan mengapa kita melarang anaknya main di jalanan.

Dengan mengambil langkah tersebut, Anda bisa menghindarkan si kecil dari bahaya kecelakaan yang mungkin bisa terjadi.

Artikel Terkait : Perkembangan sosial anak jauh lebih penting ketimbang nilai A, ini alasannya!

2. Ketika kita sudah akrab dengan si anak dan juga orang tuanya

Bolehkah mendisiplinkan anak orang lain? Bagaimana caranya?

Saat kita sudah mengenal baik orangtuanya dan ia bertindak suatu hal yang perlu didisiplinkan, jangan ragu untuk melakukannya.

Kondisi lain yang sebaiknya tak membuat Anda ragu untuk mendisiplinkan seorang anak ialah saat Anda mengenal baik orangtuanya. Terutama, bila si kecil berpotensi melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya maupun orang sekitar.

Misal saja, anak dari saudara kita, atau anak dari sahabat kita yang sudah sering menghabiskan waktu bersama. Kita tak perlu ragu untuk mendisiplinkan mereka, karena orangtua dari anak-anak tersebut tahu bahwa kita menganggap anak mereka sebagai anak kita sendiri.

Ketika anak teman kita tersebut nakal dan berpotensi menyakiti diri sendiri dan orang lain, jangan ragu untuk menegur dan melarang perbuatannya. Namun perlu diingat, mendisiplinkan dan menghukum anak adalah hal yang berbeda.

Artikel Terkait : Sejauh mana faktor keturunan pengaruhi perkembangan anak? Ini penjelasan para ahli

Anak yang nakal dan suka menjahili teman-temannya bisa jadi buah dari didikan orang tuanya yang juga suka jahil. Kita harus berhati-hati saat berhadapan dengan anak yang seperti ini.

Tentunya kita tak mau membuat urusan menjadi runyam dengan orangtua si anak yang juga suka menggunakan kekuatannya pada yang lebih lemah kan?

Di sinilah diperlukan komunikasi agar tercapai kesepakatan bagaimana cara mendidik anak. Terutama jika anak Anda dan mereka pergi ke sekolah yang sama, atau sering bermain bersama.

Nah, Parents semoga kita bisa sama-sama menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak kita maupun anak-anak lainnya dengan sikap disiplin yang beretika. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat, ya.

Baca juga:

8 Panduan Dasar Mendisiplinkan Anak Sensitif

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner