5 Alasan pentingnya mendahulukan pasangan ketimbang Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Mendahulukan pasangan daripada orangtua sangatlah penting dalam hubungan pernikahan. Ini alasannya mengapa suami atau istri harus jadi prioritas utama.

Ketika menikah, wanita dan pria sama-sama meninggalkan orangtuanya masing-masing untuk bersatu dan membangun rumah tangga. Dan sejak saat itu, mereka harus menjadikan pasangannya sebagai prioritas nomer satu dalam hidup satu sama lain.

Mengabdi pada pasangan sangat penting agar pernikahan sukses. Bukan berarti kita tidak mencintai lagi orangtua kita, bukan pula ingin menjadi anak durhaka.

Ini 5 alasan mengapa harus mendahulukan pasangan daripada orangtua seperti yang dikutip dari Family Share:

1. Menunjukkan rasa hormat dan menghargai terhadap pasangan kita

mendahulukan pasangan daripada orangtua

Mendahulukan pasangan daripada orangtua adalah cara kita menghargai dan mencintai pasangan.

Saat suami atau istri tahu bahwa ia selalu didahulukan ketimbang orangtua Anda, hal ini menciptakan ikatan pernikahan yang semakin mendalam.

Bila istri terus-menerus meminta saran pada orangtuanya alih-alih berkonsultasi pada suaminya, hal ini menciptakan perasaan tidak dipercaya. Berlaku juga untuk suami.

Saat menghadapi masalah, sebaiknya bicarakan berdua saja dengan pasangan. Berusaha mencari solusi bersama-sama akan menguatkan hubungan pernikahan.

Bukan berarti Anda tidak boleh curhat ke orangtua. Namun, jadikan pasangan sebagai orang pertama yang kita beritahu saat kita menghadapi masalah.

2. Menunjukkan pada pasangan dan juga orangtua bahwa pernikahan Anda kuat

Curhat ke orangtua dan membicarakan keburukan pasangan justru akan merusak kehidupan rumah tangga Anda.

Tasha (28) sering mengeluhkan kelakuan buruk suaminya pada ibunya. Memang bukan sesuatu yang buruk, hanya kebiasaan-kebiasaan seperti lupa menjemur handuk setelah mandi, malas meletakkan pakaian kotor di ember cuci, atau terlalu banyak menghabiskan waktu di depan TV.

Ketika mendengar ini, orangtua tidak dapat membantu dan berpikir bahwa pernikahan anaknya gagal meski banyak juga hal-hal baik di dalamnya. Jika mereka punya pandangan miring tentang menantunya, mungkin mereka malah akan menyuruh anaknya untuk bercerai saja.

Bila Anda selalu mendahulukan pasangan daripada orangtua, maka orangtua dan juga pasangan Anda akan sadar betapa pentingnya perkawinan ini bagi Anda.

3. Menciptakan hubungan yang lebih intim dan mendalam dengan pasangan

mendahulukan pasangan daripada orangtua

Ciptakan hubungan yang intim dengan mendahulukan pasangan daripada orangtua.

Ketika Anda fokus pada pasangan maka kebutuhan masing-masing pihak dapat dipenuhi. Berbagi pikiran dan pengalaman akan memperkuat ikatan cinta di antara kalian.

Hal ini bisa didapat jika Anda selalu mendahulukan pasangan daripada orangtua. Bila Anda merasa selalu ‘kalah’ dari mertua, maka rasanya sulit untuk bisa memiliki hubungan perkawinan yang erat.

Seorang wanita bercerita bahwa ibu mertuanya selalu menelepon saat menjelang tidur malam. Dan suaminya mau tidak mau mengangkat telepon dari ibunya tersebut.

Kejadian ini berlangsung hampir setiap malam dan mengganggu saat-saat intim dengan pasangan. Suatu hari, suaminya akhirnya berbicara pada ibunya bahwa tidak tepat menelepon malam-malam dan kemudian menyepakati waktu terbaik untuk telepon.

Semua orangtua pasti menginginkan anaknya memiliki pernikahan yang langgeng dan bahagia. Maka, permintaan dari sang anak untuk mengubah jam bertelepon pasti akan dipahami oleh si ibu.

Anda bisa tetap dekat dengan orangtua tanpa perlu membahayakan kehidupan pernikahan Anda.

4. Ketika menghadapi masalah sulit, Anda dan pasangan bisa menghadapinya bersama-sama

Ketika Anda selalu mendahulukan pasangan daripada orangtua, pasangan pun akan menjadi setia pada Anda. Misalnya seperti yang diceritakan oleh sepasang suami istri yang sedang menghadapi masalah keuangan.

Bisnis yang dimiliki suami sedang mengalami kemunduran. Istrinya tetap menemani dan menyemangati suaminya, meski orangtua dan orang-orang lain mengkritik usahanya.

Tidak ada yang memilih untuk gagal, namun mengetahui bahwa pasangan akan terus mendukung kita membuat segala permasalahan terasa lebih ringan.

Pasangan adalah support system terbaik yang kita miliki. Cinta dan dukungan orangtua memang tulus, namun pada akhirnya pasangan adalah yang terus berada di samping kita setiap hari.

Artikel terkait: 3 Fakta dalam pernikahan di balik kasus pembunuhan pegawai BNN

5. Saat orangtua tidak ada lagi di dunia, memiliki pasangan dapat membuat hidup lebih tenang

mendahulukan pasangan daripada orangtua

Menjaga hubungan dengan pasangan tetap kuat akan membuat rasa sedih karena kehilangan orangtua dapat sedikit terobati. Anda tidak merasa sendirian di dunia karena memiliki pasangan yang akan terus menemani selepas orangtua tiada.

***

Bila Anda tetap bersikap hormat pada orangtua sekaligus mempertahankan hubungan harmonis dengan pasangan, maka Anda akan memiliki kenangan manis dan pernikahan yang kuat.

Jangan singkirkan orangtua Anda. Libatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan menarik bersama pasangan.

Anda dan pasangan tetap bisa menjalin hubungan baik dengan orangtua sambil tetap menjadikan pasangan sebagai prioritas hidup.

 

Baca juga:

21 Nasehat pernikahan dari ayah untuk anak laki-lakinya





Pernikahan