Mencintai Anak Jangan Sampai ‘Membunuhnya’

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Rasa cinta yang berlebihan terhadap anak terkadang bisa menutup mata orangtua bahwa anaknya mungkin telah melakukan perbuatan yang kurang baik. Jadi bila ada tetangga atau teman yang melaporkan hal negatif tentang anak. Selidiki dulu kebenarannya agar Anda bisa menentukan langkah yang tepat.

mencintai anak

“Cinta ini membunuhku”, begitu lirik lagu band D’Masiv. Itu memang lagu tentang sepasang kasih yang sedang berpacaran. Tapi sebetulnya…untuk urusan mendidik anak, orangtua kadang mencintai anak secara berlebihan karena terlalu mencintai anak nya.

Kejadian yang dialami seorang teman lama saya mungkin bisa dijadikan contoh tentang mencintai anak yang berlebihan ini. Suatu hari, ia menelepon sambil menangis, curcol soal putranya yang diskor sekolah karena tertangkap basah merokok. Dengan berapi-api dia bilang “Gila tuh guru, anak gue kan alim, soleh…mana mungkin dia ngerokok… nggak tahu kali dia siapa gue.”

Di balik telepon, saya mesem-mesem saja. Soalnya, reputasi negatif putra teman saya ini sudah kelewat kondang sejak bocah ini masih berusia pra sekolah dulu. Sayangnya teman saya ini penganut filsafat “Right or Wrong is my Son” pokoknya apa pun yang dilakukan oleh anaknya selalu benar, dan anaknya tak pernah berbuat salah karena dia terlalu mencintai anak nya.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Praremaja Usia Sekolah