4 Cara ini dapat menurunkan risiko kanker ovarium

lead image

Kanker ovarium menjadi penyakit mematikan yang paling umum dialami kalangan wanita. Beberapa faktorberikut diduga bisa menurukan kanker ovarium.

Kanker ovarium memang telah menjadi salah satu kanker utama yang mematikan di kalangan kaum hawa. Penyakit ini menduduki posisi ketujuh di antara jenis-jenis kanker umum lainnya yang dialami wanita. Mengingat jumlah kasusnya yang terus bertambah setiap tahunnya, bagaimana cara mencegah kanker ovarium menjadi penting untuk diketahui.

Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh pada indung telur atau ovarium. Dikutip dari sumber Alodokter, kanker ini bisa dialami oleh segala usia, tetapi umumnya terjadi pada wanita yang mulai memasuki masa menopause atau berusia di atas 50 tahun.

Penyebab dan faktor risikonya

Sama seperti kanker pada umumnya, penyebabnya penyakit jenis kanker ini juga belum diketahui secara pasti. Namun dikutip dari laman Alodokter, ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kanker tersebut, seperti:

– Usia di atas 50 tahun.

– Faktor genetik, jika Anda memiliki riwayat kanker ovarium di keluarga Anda, maka risiko Anda terkena kanker akan meningkat.

– Wanita yang menjalani terapi hormon estrogen, terutama dalam jangka waktu lama dan dalam dosis tinggi.

– Wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

– Wanita yang tidak pernah hamil.

– Wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas.

– Mengalami siklus menstruasi sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah usia 50 tahun.

– Menjalani terapi kesuburan.

– Wanita perokok.

– Menggunakan alat IUD.

Adakah cara untuk mencegah kanker ovarium?

Saat ini, para peneliti belum menemukan cara untuk mencegah kanker ovarium. Namun, menyusui, melahirkan, atau menggunakan pil KB menunjukkan faktor-faktor tertentu yang bisa menurunkan risikonya.

Jadi, beberapa langkah berikut mungkin bisa mengurangi risikonya, seperti:  

– Menggunakan kontrasepsi dalam bentuk pil dalam waktu yang lama, lebih dari 10 tahun.

– Menjalani kehamilan dan menyusui.

– Menerapkan pola hidup sehat dan berolahraga, serta konsumsi makanan sehat dan bergizi.

Jika Anda berusia antara 55 dan 64 tahun, atau jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker, Anda disebut lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Jika Anda termasuk berisiko terkena kanker ovarium, konsultasikan dengan dokter Anda sedini mungkin. Seperti jenis kanker lainnya, deteksi dini adalah cara terbaik untuk melawannya.

Artikel terkait: Gejala kanker ovarium yang sering tidak disadari 

 

Yuk, lakukan pola hidup sehat untuk menjaga tubuh Anda dari berbagai risiko kanker dan penyakit mematikan lainnya, Bun!

 

Referensi: Artikel Bianchi Mendoza di theAsianparent Singapura, Alodokter
Baca juga: 

Kista Ovarium: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Penanganannya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.