Memilih Gendongan Bayi Yang Aman

Gendongan bayi tampaknya memang sepele. Tapi tak semua gendongan baik untuk Si Mungil Anda. Apa saja jenis gendongan bayi, dan apa plus minusnya?

Saya tak dapat membayangkan bagaimana repotnya para ibu jika gendongan bayi tak pernah ditemukan. Mungkin para ibu akan jarang jalan-jalan ke mall sampai bayi mereka bisa berjalan, karena menggendong bayi tanpa gendongan pasti akan melelahkan. Sementara para bayi banyak yang tidak bisa merasakan hangatnya pelukan ibu karena jarang digendong.

Jika para ibu jaman dulu menggendong bayi mereka dengan selendang batik, saat ini telah tersedia gendongan bayi yang beraneka macam bentuk, motif maupun warnanya.

Meski demikian, menggendong bayi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ini karena tulang-tulang bayi masih lunak dan cara menggendong yang salah bisa berakibat kurang baik untuk perkembangan fisik mereka.

Berikut adalah 2 jenis gendongan bayi yang sering digunakan para ibu, beserta sisi positif dan negatifnya masing-masing.

1. Ransel gendong

Gendongan bayi yang bentuknya seperti ransel ini membuat ibu dan bayi bisa bergerak leluasa. Gendongan bayi yang bentuknya seperti ransel ini membuat ibu dan bayi bisa bergerak leluasa.

Ini adalah salah satu jenis gendongan bayi dengan bentuk menyerupai ransel. Para ibu atau ayah tidak akan mudah merasa pegal jika menggunakan gendongan bayi jenis ini karena berat badan bayi akan ditopang oleh kedua bahu Anda secara bersama-sama.

Anda dapat menggendong Si Kecil dengan posisi menghadap ke belakang (menghadap ke arah Anda) atau ke depan. Dan bayi Anda akan sangat senang jika ia digendong menghadap ke depan karena bisa bebas mengamati keadaan di sekelilingnya.

Akan tetapi, Anda sebaiknya tidak menggunakan gendongan bayi ini untuk mengendong bayi yang baru lahir. Menurut babycenter.com, paling tidak bayi sudah berusia lebih dari satu bulan ketika Anda menggendongnya dengan ransel gendong menghadap ke dalam, dan berusia sembilan bulan ketika Anda menggendong dengan arah menghadap ke depan.

Sisi negatifnya, Anda memerlukan sedikit ketrampilan khusus untuk 'memasukkan' bayi ke dalam ransel gendong dan itu tak bisa dilakukan secara terburu-buru.

Gendongan bayi jenis ini membuat si kecil merasa tenang karena bisa melihat wajah Anda. Gendongan bayi jenis ini membuat si kecil merasa tenang karena bisa melihat wajah Anda.

2. Baby sling

Gendongan bayi jenis baby sling ini terbuat dari kain katun, dapat digunakan untuk menggendong bayi dalam berbagai posisi sesuai usianya.Bentuknya mirip dengan cukin selendang jaman dulu, yang menempatkan bayi di samping atau depan tubuh Anda, sehingga berat badannya ditopang salah satu bahu Anda saja.

Baby sling juga cocok untuk menggendong bayi baru lahir yang belum dapat menyangga kepalanya sendiri. Ada juga baby sling yang dapat diubah posisinya sehingga Anda dapat menggendong bayi sambil menyusuinya.

Sisi buruknya, Anda mungkin akan merasa cepat pegal jika menggendong bayi dalam waktu lama. Selain itu, baby sling yang berbahan kain bertekstur halus bisa berbahaya bila simpul ikatannya kurang kuat.

Anda juga harus berhati-hati jika memakainya untuk menggendong bayi yang baru lahir. Tetap gunakan salah satu tangan Anda untuk menyangga kepala, leher dan punggungnya. Lakukanlah dengan hati-hati agar jangan sampai ada bagian tubuhnya yang terkilir, tapi jangan terlalu erat mendekapnya agar ia tidak merasa sumpek.

Keuntungan menggunakan gendongan bayi ini adalah Anda dapat 'memasukkan' bayi yang sedang tidur pulas ke dalamnya, tanpa membuat si bayi terbangun.

Jadi, gendongan bayi manakah yang Anda pilih, Ibu?

Referensi : babycenter.capontianak.tribunnews.com

Baca juga artikel menarik lainnya:

Bahaya Baby Walker bagi Bayi

Perlukah Kita Membeli Semua Perlengkapan Bayi?

Like our Facebook, Follow our Twitter @AsianParentID, and join our Google+