Coba meracik slime sendiri, anak ini terkena luka bakar

lead image

Dokter mendiagnosis Fisher terkena luka bakar kimia, dan memberi tahu ibunya bahwa slime tersebut adalah penyebabnya.

Slime adalah mainan anak yang sangat populer saat ini. Mainan ini amat disukai karena bentuknya yang kenyal dan membuat kita gemas untuk menekan atau mengepalnya. Namun siapa yang sangka, mainan yang menggemaskan ini ternyata juga bisa membahayakan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/39864644264 03a80c8fa4 b 2.jpg Coba meracik slime sendiri, anak ini terkena luka bakar

Layla Fisher (10 tahun) terkena luka bakar kimia, tangannya melepuh cukup parah. Sebelumnya Layla mencoba membuat slime dari resep yang dia temukan secara online. Dia mencampur beberapa bahan baku yang digunakan untuk membuat slime, termasuk lem, shaving foam, dan lensa kontak. Bahan-bahan tersebut mengandung boraks kimia yang pekat.

Ibunya Gemma Williams (39 tahun) percaya bahan yang mengandung boraks tersebut juga ditemukan dalam produk pembersih rumah tangga, inilah yang membuat putrinya terluka yang amat menyakitkan.

Ibu dua anak ini membagikan foto-foto luka bakar anaknya untuk memperingatkan orang tua lainnya tentang bahaya permainan yang membuat anak-anak keranjingan ini.

Menurut Gemma, dokter mengatakan kalau luka bakar kimia yang diderita anaknya akibat dari membuat slime sendiri.”

“Seiring waktu, lukanya berangsur-angsur semakin memburuk.”

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/180719 young girl burned by slime 03 1.jpg Coba meracik slime sendiri, anak ini terkena luka bakar

Luka bakar akibat membuat slime sendiri (sumber: Caters News Agency)

Fisher mulai membuat slime sejak awal bulan ini, dia melakukannya secara teratur. Dengan bermodalkan bahan-bahan dari dapur orang tuanya, juga yang ada di kamar mandi, serta beberapa pewarna makanan, ia bermain dengan mainan tersebut selama beberapa jam.

Pada malam harinya Fisher mengeluhkan jarinya yang gatal-gatal. Lalu esok paginya, ketika terbangun jari-jarinya lecet semua, dan semakin memburuk beberapa hari kemudian.

Saat itu akhir pekan, dimana praktik dokter sedang tutup. Sang ibu pun hanya bisa berharap iritasi akan membaik, sambil menunggu hari Senin untuk memeriksanya ke dokter.

Dokter mendiagnosis Fisher terkena luka bakar kimia, dan memberi tahu ibunya bahwa slime tersebut adalah penyebabnya.

Slime memang sangat populer di kalangan anak-anak. Biasanya slime dibuat dalam berbagai macam variasi dan berwarna-warni. Slime sering digunakan untuk acara-acara anak, seperti acara ulangtahun atau event-event bertemakan anak.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/180719 young girl burned by slime 05.jpg Coba meracik slime sendiri, anak ini terkena luka bakar

Fisher dan ibunya Gemma Williams (sumber: Caters News Agency)

Dua minggu setelah kulitnya melepuh, Fisher masih meminum antibiotik. Namun infeksi yang dideritanya sudah hampir sembuh sepenuhnya.

Williams mengatakan sebagai orang tua dia merasa bersalah, dan sudah seharusnya ia memantau putrinya lebih dekat lagi. Kini satu hal yang pasti, bahwa anaknya tidak akan menyentuh barang itu lagi.

Fisher mengatakan meskipun suka bermain dengan slime bersama teman-temannya, dia tidak akan memainkannya lagi ke depannya. “Saya mulai bermain dengan slime karena semua teman saya memainkannya, dan saya hanya ingin bergabung,” kata Fisher.

Nah bunda, mulai sekarang kita harus lebih ketat lagi mengawasi anak-anak dalam bermain. Tentunya jangan sampai membuat kreativitasnya terhenti ya.

sumber nypost

Baca juga:

Tak sengaja tarik kabel slow cooker, bayi 1 tahun alami luka bakar parah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.