Memberi Lebih Baik Daripada Menerima

Memberi bukan hanya bisa menyenangkan hati orang lain, namun juga dapat memperkuat rasa welas asih terhadap sesama. Bagaimana cara agar anak memahaminya?

Memberi hadiah ulang tahun dapat menjadi awal yang baik untuk melatih kesadaran anak bersedekah.

Memberi hadiah ulang tahun dapat menjadi awal yang baik untuk melatih kesadaran anak bersedekah.

Memberi, Bentuk Amal kepada Sesama

Semua orang berhak untuk hidup sejahtera di seluruh penjuru bumi ini. Sayangnya, ada beberapa hal yang mengakibatkan kesejahteraan dan hidup berkecukupan tidak dapat dirasakan oleh beberapa kalangan.

Entah itu karena bencana alam, perang, atau kondisi finansial masing-masing. Sebagai makhluk sosial, manusia pasti akan terketuk hatinya untuk memberi pertolongan. Jika telah mapan, tidak ada salahnya kita memberi dengan tulus kepada orang yang membutuhkan.

“Anak-anak secara alami punya naluri untuk membantu orang lain. Yang diperlukan hanyalah memberi mereka kesempatan untuk melatih kebiasaan amal mereka sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak yang suka membantu sesama,” kata Deborah Spaide, pendiri Kids Care Clubs, sebuah organisasi sosial di New Canaan.

Dengan demikian, pastinya Anda tak akan sulit untuk mengajarkan pada anak tentang apa dan mengapa harus memberi, sehingga ia dapat menjadi orang yang murah hati ketika dewasa.

Lalu bagaimana harus memulainya? Simaklah tips kami berikut ini.

1. Perkenalan dengan dunia nyata

Anak bungsu saya bertanya mengapa beberapa baju kesayangannya tidak ada di lemari. Saya jawab, “Mama memberi baju Adek buat korban Gunung Kelud.”

Saat itu kami berinisiatif memberi bantuan berupa pakaian yang pantas, termasuk pakaian anak-anak, untuk  penduduk korban erupsi Gunung Kelud.

Adek masih bertanya lagi tentang mengapa kami harus memberi bantuan padahal kan kami tidak kenal siapa mereka. Saya jawab, “Adek tidak sendirian dan hidup bersama banyak orang lain. Memberi sesuatu untuk orang lain pasti membuat dia senang.

Dan membuat hati orang lain senang itu rasanya enak daripada membuat hati orang merasa tidak senang.  Coba gimana perasaan Adek kalo dimarahi, pasti nggak enak ‘kan?”

2. Bukan hanya uang

Tanamkan pengertian pada anak-anak, bahwa memberi sesuatu pada orang lain atau bersedekah tidak harus berupa uang. Hal ini agar mereka tidak bertumpu pada pemikiran bahwa mereka harus punya banyak uang untuk bisa memberi bantuan.

Mereka dapat memberi bantuan dalam bentuk barang, misalnya pakaian, mainan, sepatu atau buku-buku. Jangan lupa menetapkan syarat barang yang hendak diberikan harus dalam kondisi baik. Karena memberikan suatu barang yang sudah tidak layak sama artinya dengan tidak menghargai perasaan orang yang akan dibantu.

3. Jangan memaksa

Mungkin anak Anda tidak dapat menerima penjelasan Anda dan bersikukuh mempertahankan mainannya. Ia menolak untuk memberikannya kepada saudara sepupunya yang masih balita karena merasa bahwa mainan itu adalah kepunyaannya.

Jika hal ini terjadi, jangan memaksanya. Tunggu hingga beberapa hari dan kembali sentuh hatinya untuk memberi dengan menunjukkan foto-foto anak-anak korban perang yang ada di koran atau internet. Lihatlah apakah reaksinya masih sama atau tidak.

4. Menjadi contoh

Anda tidak suka memamerkan pada orang lain, termasuk keluarga tentang perbuatan baik atau sedekah yang pernah Anda lakukan. Tapi ada baiknya Anda menujukkan hal itu kepada anak agar ia tergerak untuk memberi.

Misalnya, Anda mengajaknya pergi membeli banyak kue dan memberikannya sebagai bingkisan Lebaran untuk salah seorang tetangga. Usahakan untuk melakukan kebiasaan memberi itu dengan teratur agar anak dapat mengingatnya hingga ia dewasa.

Nah, Ayah, Ibu selamat menjadi orang dermawan!

Baca juga artikel menarik lainnya:

Mengajarkan Anak Memaafkan