Melarikan Diri Dari Rumah, Bentuk Ekspresi Kemarahan Anak

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Melarikan diri dari rumah adalah suatu bentuk ekspresi kemarahan anak. Bagaimana sikap kita menghadapinya? Bacalah ulasan berikut.

Terkadang, anak melampiaskan kemarahannya dengan melarikan diri dari rumah.

Terkadang, anak melampiaskan kemarahannya dengan melarikan diri dari rumah.

Melarikan diri dari rumah, atau kabur, seringkali terpikirkan oleh anak untuk menghindari masalah.  Atau muncul sebagai bentuk ketidakmampuan anak mengatasi masalah yang tengah dihadapinya.

Beberapa anak berani melakukan tindakan nekat tersebut, sementara anak yang lain hanya sampai pada tahap merencanakan ataupun mengancam untuk melakukannya.

Mengapa anak memiliki keinginan untuk melarikan diri dari rumah?

Parents, kecenderungan anak untuk melarikan diri dari rumah biasanya timbul sebagai ekspresi kemarahan. Marah ini merupakan salah satu bentuk emosi anak yang muncul bila berhadapan dengan objek/peristiwa tertentu dalam lingkungannya. Rasa tidak puas dan rasa tidak nyaman atau rasa takut bisa menjadi pemicu munculnya keinginan untuk melarikan diri pada anak.

Dalam hal ini, Berkowitz, menjelaskan bahwa kejadian tidak enak bisa menimbulkan perasaan negatif yang menjurus pada dua hal, yaitu :

  1. Kecenderungan agresi karena sakit hati, tersinggung atau marah
  2. Kecenderungan untuk menghindar karena timbulnya ketakutan tertentu.

Perasaan negatif yang muncul dalam bentuk kemarahan akan membuat anak mengambil tindakan yang dianggapnya perlu sebagai upaya penyelesaian dari amarah yang dirasakan si anak. Semakin hebat rasa marah yang menguasai anak, akan semakin dahsyat pula tindakan yang diambilnya.





Praremaja Usia Sekolah