Mengenal Proses Melahirkan di Air (Water Birth): Persiapan, Risiko, dan Manfaatnya

Mengenal Proses Melahirkan di Air (Water Birth): Persiapan, Risiko, dan Manfaatnya

Metode persalinan dengan water birth makin populer belakangan ini. Lantas, apakah Bunda tertarik mencobanya?

Melahirkan di air atau water birth adalah salah satu metode persalinan seperti gentle birth, hypno birth, dan lotus birth. Mungkin Parents pernah mendengar istilah ini di televisi karena beberapa artis di Indonesia pernah melakukan persalinan dengan menggunakan metode water birth.

Lalu, sebenarnya apa, sih, water birth itu? Bagaimana cara melakukan persalinan dengan metode water birth? Adakah risiko yang perlu dihadapi? Mari kita bahas satu per satu, Bun.

Definisi Water Birth

melahirkan di air

Sesuai namanya, ibu hamil yang akan melakukan persalinan dengan metode water birth akan berendam di dalam sebuah bak air berisi air hangat. Tujuan metode persalinan water birth adalah meredakan rasa sakit luar biasa yang muncul saat melahirkan. 

Teknik persalinan secara water birth biasanya dilakukan di rumah. Teknik ini juga umumnya merupakan proses persalinan yang dilakukan secara alami, tanpa obat-obatan, anastesi, atau operasi caesar. 

Belakangan ini, metode water birth memang semakin dikenal banyak orang. Bahkan The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) mengakui manfaat tertentu dari persalinan dengan metode water birth

Akan tetapi, mereka tidak merekomendasikan untuk melakukan water birth melampaui tahap pertama persalinan dan ketika serviks sepenuhnya melebar. 

Menurut ACOG, perendaman dalam air pada tahap pertama persalinan dapat membantu mempersingkat durasi persalinan dan mengurangi kebutuhan akan epidural atau pereda nyeri tulang belakang lainnya.

Risiko Melahirkan dengan Water Birth

melahirkan di air

ACOG merekomendasikan metode water birth dilakukan pada usia kehamilan antara 37 hingga 41 minggu, dengan beberapa persyaratan lainnya, seperti:

  • Termasuk kehamilan berisiko rendah, tidak menderita tekanan darah tinggi atau diabetes gestasional
  • Cairan ketuban jernih
  • Posisi kepala bayi menunduk

Water birth tidak direkomendasikan untuk persalinan prematur atau ibu yang pernah menjalani dua atau lebih persalinan caesar sebelumnya. Selain itu, melahirkan di air mungkin tidak disarankan jika Bunda mengalami salah satu dari komplikasi, seperti:

  • Perempuan dengan umur di bawah 17 tahun atau lebih dari 35 tahun
  • Memiliki beberapa komplikasi kehamilan, diabetes gestasional
  • Hamil bayi kembar 
  • Ukuran bayi terlalu besar
  • Bayi sungsang
  • Memiliki penyakit infeksi
  • Suhu tubuh ibu lebih dari 39 derajat Celcius.
  • Perdarahan yang berlebihan
  • Kesulitan melacak detak jantung bayi
  • Memiliki riwayat distosia bahu 

Metode water birth memiliki beberapa risiko pada bayi yang baru saja dilahirkan, seperti:

  • Komplikasi serius pada pernapasan bayi, seperti aspirasi mekonium
  • Tali pusat bayi rusak saat diangkat ke permukaan air
  • Kejang
  • Bayi susah bernapas
  • Suhu tubuh bayi menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Meskipun jarang terjadi, bayi yang lahir di dalam air berisiko mengalami infeksi maupun penyakit tertentu

Artikel Terkait: Ingin melahirkan water birth? Ini risiko penyakit yang dapat menyerang bayi

Persiapan untuk Melahirkan di Air

melahirkan di air

Saat Bunda memutuskan untuk melakukan persalinan water birth, mulailah mencari informasi seputar rumah sakit yang menerima layanan seperti ini. Sebab, tidak semuanya menyediakan layanan water birth di rumah sakit.

Jika ada, kadangkala rumah sakit hanya merekomendasikan untuk melewati tahap pertama di air lalu kemudian melanjutkan sisanya di ranjang persalinan. Sebagian lainnya, ada yang bisa melayani water birth sampai selesai dengan beberapa persyaratan tertentu.

Jika Bunda memilih untuk melakukan water birth di rumah, pastikan untuk mencari tenaga medis yang bersedia menemani proses ini sampai selesai. 

Artikel Terkait: Bolehkah Ibu Hamil Melahirkan di Rumah? Simak Syarat dan Risikonya!

Persiapan Persalinan dengan Metode Water Birth di Rumah

Mengenal Proses Melahirkan di Air (Water Birth): Persiapan, Risiko, dan Manfaatnya

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk persalinan water birth di rumah.

1. Bak Air

Gunakan bak air yang cukup besar sehingga Bunda bisa duduk dengan nyaman di dalamnya. Pastikan batas tinggi air mampu mencapai ketiak Bunda ketika sedang duduk di dalamnya.

2. Ruangan Persalinan

Kebanyakan orang akan memilih ruangan di lantai pertama untuk melakukan water birth. Sesuaikan suhu serta luas ruangan agar persalinan water birth bisa dilakukan secara optimal. 

3. Sumber Air

Air yang dipakai untuk persalinan water birth harus memenuhi syarat, seperti:

  • Bersih dari kuman penyakit
  • Hangat dengan suhu berkisar 35-38 derajat Celcius
  • Air hangat ini bisa langsung diperoleh keran rumah yang disambungkan ke bak melalui selang
  • Air hangat juga bisa diperoleh dengan cara direbus
  • Campur dengan secangkir garam untuk mencegah kulit menjadi keriput saat berlama-lama di dalam air

Proses Melakukan Water Birth

Mengenal Proses Melahirkan di Air (Water Birth): Persiapan, Risiko, dan Manfaatnya

1. Melakukan Persiapan Persalinan Water Birth

Saat kehamilan Bunda sudah dekat dengan hpl sebaiknya persiapan alat dan bahan yang sudah disebutkan di atas. Jika serangan kontraksi sudah mulai terasa, segera hubungi pihak medis untuk menemani Bunda melahirkan. Siapkan air untuk mencegah dehidrasi saat proses melahirkan berlangsung. 

2. Temukan Posisi Nyaman saat Melahirkan di Dalam Air

Temukan posisi yang nyaman selama berada di dalam air. Minta dukungan moral dari pasangan atau ibu selama menjalani proses kelahiran. 

Dengar dan ikutilah instruksi dari pihak medis terkait waktu yang tepat untuk mulai mengejan. Saat bayi sudah keluar, dokter atau perawat akan mengeluarkan bayi perlahan-lahan dari dalam air agar tali pusarnya tidak rusak. 

Saat pertama kali bayi menyentuh udara bebas adalah waktu pertama kali ia mulai bernapas. 

3. Pasca Persalinan 

Setelah bayi berhasil dilahirkan, tugas ibu yang terakhir adalah mengeluarkan plasenta. Ini bisa dilakukan di dalam atau di luar air. 

Manfaat Melahirkan di Air atau Water Birth

Mengenal Proses Melahirkan di Air (Water Birth): Persiapan, Risiko, dan Manfaatnya

Walaupun banyak menjadi kontroversi tentang aman dan tidaknya metode water birth, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh, yakni: 

  • Mempersingkat waktu persalinan
  • Menurunkan tekanan darah sehingga meringankan level kecemasan ibu yang melahirkan
  • Mengurangi risiko vagina robek
  • Menekan produksi hormon stres sehingga ibu bisa merasa lebih nyaman

Ketika Bunda memilih untuk melahirkan di air, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi dan kesehatan selama kehamilan. Dengan mengetahui seluk-beluk seputar water birth dan konsultasi dengan pihak medis, Parents bisa melakukan hal yang terbaik untuk menjemput buah hati ke dunia.

Sumber: Hellosehat, Healthline

Baca Juga:

8 Kunci sukses melahirkan Gentle Birth dari Bidan Yesie Aprilia

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner