ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

Cara melahirkan dengan ILA semakin banyak dipilih karena dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa sakit. Simak selengkapnya berikut ini.

Melahirkan  merupakan peristiwa yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Rasa sakit atau nyeri umumnya menjadi hal yang dikhawatirkan oleh ibu saat persalinan, terutama dalam persalinan normal.

Namun, saat ini melahirkan dengan sedikit atau bahkan tanpa rasa nyeri dapat dilakukan dengan bantuan medis. Salah satunya adalah melahirkan dengan ILA (Intratechal Labour Analgesia) di mana seseorang dapat melahirkan secara normal (melalui vagina) tetapi rasa nyeri dapat dikurangi. Bagaimana prosesnya? 

Artikel terkait: Ingin melahirkan normal? Ketahui dulu 3 tahapan rasa sakit ini, Bun!

Bagaimana Prosedur Melahirkan dengan ILA (Intratechal Labour Analgesia)?

Tehnik Intratechal Labour Analgesia atau ILA sendiri telah dikembangkan di Amerika sejak awal tahun 1990. Melahirkan dengan metode ILA adalah dengan menyuntikan obat penghilang nyeri ke urat syaraf di tulang belakang bagian bawah. Persalinan ILA biasanya dilakukan oleh Dokter Spesialis Kebidanan bersama Anestesiologi. 

ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

Ketika persalinan sudah terjadi, biasanya dilakukan setelah tahap pembukaan 4 pada persalinan, di mana ibu mengalami kontraksi intens dan pembukaan jalan lahir, ILA akan diberikan melalui injeksi di area punggung, tepatnya di rongga spinal atau tulang belakang bagian bawah.

Metode ini sedikit berbeda dengan prosedur ELA (Epidural Labour Analgesia), atau yang sering disebut dengan teknik epidural, yang dilakukan di rongga epidural dengan menggunakan selang.

Proses pemberian ILA dapat dilakukan, baik dalam posisi duduk atau berbaring miring. Biasanya, ibu akan hilang rasa nyeri di bagian perut ke bawah tak lama sesudahnya.

Obat ini hanya bekerja pada syaraf, sehingga tidak terserap pembuluh darah dan tidak masuk ke tubuh bayi. 

ILA juga tidak mengurangi kemampuan ibu mengejan. Jadi, ibu tetap bisa mengejan dengan panduan dokter ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

Metode ILA ini bisa dipilih bagi Bunda yang merasakan sakit tak tertahankan menjelang persalinan, tapi ingin tetap melahirkan secara normal.

Kelebihan Melahirkan dengan ILA

Ada beberapa kelebihan dari prosedur ILA ini, di antaranya: 

1. Lebih Nyaman

ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

Yang pertama adalah persalinan terasa lebih nyaman dengan nyeri yang berkurang. Hal ini dapat membantu ibu menyimpan energi untuk mengejan saat pembukaan sudah lengkap.

Artikel terkait: Mengejan saat melahirkan, berapa lama dan bagaimana panduannya?

2. Pemberian ASI Langsung Dilakukan

ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

Seperti proses persalinan normal pada umumnya, pemberian ASI bagi bayi dapat langsung diberikan segera setelah persalinan. Selain itu, persalinan normal dapat tetap dilakukan melalui vagina sehingga proses pemulihan lebih cepat dibandingkan melalui operasi Caesar.

3. Minim Efek Bagi Bayi

ILA Membantu Persalinan dengan Rasa Sakit yang Minimal

Menurut dr Frizar Irmansyah, SpOG dikutip dari laman DetikHealth, “Operasi Caesar sebenarnya tidak memiliki rasa sakit saat prosesnya, namun memiliki risiko besar terhadap bayi. Misalnya terjadi perdarahan atau luka operasi pada kulit bayi jika dokter kurang hati-hati. ” Sejauh ini, tidak ada efek buruk melahirkan dengan ILA bagi bayi.

Artikel terkait: Amankah operasi Caesar dibandingkan persalinan normal

Efek Samping yang Bisa Ditimbulkan dari Prosedur ILA

Berikut efek samping yang kemungkinan bisa dirasakan Bunda saat melahirkan: 

1. Efek Samping yang Bisa Dirasakan secara Fisik

ILA

Sebagai obat pengurang nyeri, ada beberapa efek negatif dari pemberian ILA yang mungkin saja terjadi, seperti merasakan kesemutan, gatal, gangguan pernapasn, mual atau tekanan darah menurun. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi. 

2. Menurunnya Dorongan Mengejan

Ada lagi kemungkinan menurunnya dorongan ibu untuk mengejan saat pembukaan lengkap sehingga lebih berisiko terjadi persalinan dengan bantuan alat seperti vakum. 

3. Waktu Proses Persalinan Lebih Panjang

Selain itu, waktu melahirkan dengan metode ini bisa lebih panjang dari persalinan normal biasa, lho. Bahkan pada kondisi lanjutan, dapat meninggalkan efek pada proses melahirkan itu sendiri. 

Maka dari itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda bila hendak memilih persalinan dengan cara ini.

Perlu diingat bahwa kondisi kehamilan setiap ibu berbeda dan penting menemukan cara melahirkan yang sesuai dengan kondisi Anda dan bayi. Semoga ulasan tentang prosedur ILA (Intratechal Labour Analgesia) ini dapat bermanfaat bagi Anda untuk melahirkan sang buah hati nanti, ya. Tetap semangat, Bunda!

 

Baca juga:

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner