Dapat Mengganggu Penglihatan, Kenali Gejala Kondisi Mata Malas pada Anak Sejak Dini

Dapat Mengganggu Penglihatan, Kenali Gejala Kondisi Mata Malas pada Anak Sejak Dini

Amblyopia atau mata malas berisiko menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen pada anak. Agar ini tidak terjadi pada buah hati Parents, mari kenali apa saja gejalanya.

Amblyopia atau yang dikenal dengan mata malas (lazy eye) sering terjadi pada anak-anak, ditandai dengan satu mata akan memiliki penglihatan yang baik, tapi satu mata lainnya justru memiliki penglihatan yang buruk. Kondisi ini terjadi karena mata dan otak tidak bekerja sama sebagaimana mestinya.

Ketika mengalami ini, biasanya si kecil tidak langsung mengeluh atau mengatakannya kepada orangtua. Akibatnya, kondisi ini tidak terdiagnosis dalam waktu dekat dan bahkan selama bertahun-tahun. Sehingga pada akhirnya Parents menemukan sebuah perubahan pada anak, termasuk dalam hal nilai akademis.

Sayangnya, pengobatan amblyopia atau mata malas tidak semudah masalah mata lainnya, seperti mata minus. Sebab, anak yang mengalami amblyopia butuh melakukan perawatan khusus dengan memperbaiki cara mata dan otak bekerja sama, serta memperkuat penglihatan.

Oleh karena itu, perawatan akan lebih baik dilakukan sedini mungkin.

Artikel Terkait: Hindari Kerusakan Mata Anak Sejak Dini, Ikuti 6 Tips Kesehatan Mata Berikut

Risiko amblyopia pada anak

Gambar: Shutterstock

Meski demikian, adakalanya solusi amblyopia ini bisa sesederhana mengunjungi dokter mata. Seperti yang disebutkan sebelumnya, dokter akan memberikan perawatan untuk memperbaiki cara mata dan otak bekerja bersama agar dapat memperkuat penglihatan anak.

Parents tetap perlu ingat bahwa perawatan dini bagi anak penderita amblyopia itu penting, jangan menunda-nunda perawatannya. Jika hanya menunggu atau anak tidak mendapatkan diagnosis yang tepat, maka ini berisiko menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada anak nantinya.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Amblyopia atau Mata Malas?

Sejak lahir hingga anak berusia sekitar 8 tahun, mata dan otak anak membentuk koneksi vital. Apa saja yang menghalangi atau mengaburkan penglihatan pada satu atau kedua mata dapat memperlambat atau mencegah koneksi ini.

Jika itu terjadi, otak mungkin tidak sepenuhnya mengenali gambar yang dilihat oleh satu atau kedua mata. Kemudian, otak mulai mengabaikan gambar yang dilihat oleh mata yang sehat, dan mata menjadi lebih lemah, kehilangan kekuatan penglihatan (ketajaman). Mata ini kemudian disebut sebagai “amblyopic.”

Apa Penyebab Amblyopia atau Mata Malas?

Sejumlah hal dapat mengganggu koneksi otak-mata yang normal dan menyebabkan ambliopia. Salah satu masalah yang paling umum adalah strabismus.

Dalam kondisi ini, satu atau kedua mata terlihat berkeliaran dalam atau tidak searah (mata juling), keluar, naik, atau turun. Saat mata tidak sejajar, mata yang lurus atau lebih lurus menjadi lebih dominan. Kekuatan penglihatan mata lurus tetap normal karena mata dan hubungannya dengan otak juga tetap bekerja secara normal.

Akan tetapi, untuk mata yang tidak selaras atau lebih lemah, penglihatan akan menjadi tidak fokus dengan benar dan otak mengabaikan sinyalnya. Inilah yang akhirnya mengarah pada ambliopia.

Tidak semua anak dengan ambliopia memiliki mata juling atau tak searah, bahkan banyak anak yang memiliki mata lurus sempurna. Jika demikian, ambliopia mungkin disebabkan oleh masalah anatomi atau struktural yang mengganggu atau menghalangi penglihatan, seperti kelopak mata terkulai (mengendur) atau katarak.

Penyebab ambliopia lainnya adalah rabun jauh (hyperopia), rabun dekat (miopia), atau astigmatisme (suatu bentuk pandangan kabur). Masalah-masalah ini membuat penglihatan kabur, dan gambar-gambar buram inilah yang dikirim ke otak. Seiring waktu, otak mulai mengabaikan gambar-gambar ini, mengakibatkan ambliopia pada satu atau kedua mata.

Kadang-kadang, memiliki kekuatan penglihatan yang berbeda di setiap mata – dikenal sebagai anisometropia – dapat menyebabkan ambliopia. Ketika satu mata melihat lebih jelas daripada yang lain, otak mengabaikan mata yang buram.

Lalu, faktor genetik (keturunan) juga berperan. Amblyopia cenderung terjadi di dalam keluarga. Kelainan ini lebih umum terjadi pada anak-anak yang lahir prematur atau mereka yang mengalami keterlambatan perkembangan.

Risiko amblyopia pada anak

Gambar: Shutterstock

Artikel Terkait: Bagaimana Cara Mendeteksi Mata Juling Pada Bayi?

Apa Tanda dan Gejala Ambliopia?

Sebagian besar anak-anak dengan amblyopia tidak akan mengeluh masalah penglihatan. Seiring waktu, mereka menjadi terbiasa memiliki penglihatan yang baik di satu mata dan penglihatan yang buruk di mata yang lain.

Sering kali, orangtua atau guru mungkin menyadari bahwa seorang anak sedang berjuang dengan masalah penglihatan, mungkin memerhatikan mata juling, sering menyipit, atau memiringkan kepala untuk bisa melihat dengan lebih baik. Beberapa anak bahkan memiliki persepsi kedalaman yang buruk untuk melihat suatu benda, hingga mengalami kesulitan melihat benda-benda tiga dimensi.

Terapi atau perawatan screening penglihatan secara teratur oleh para ahli kesehatan mata adalah bagian penting jika ingin menemukan masalah penglihatan pada anak-anak.

Bagaimana Cara Mengobati Amblyopia atau Mata Malas?

Dapat Mengganggu Penglihatan, Kenali Gejala Kondisi Mata Malas pada Anak Sejak Dini

Perawatan untuk ambliopia melibatkan cara memaksa otak untuk memerhatikan gambar dari mata amblyopia atau mata yang lebih lemah sehingga penglihatan di mata itu menjadi lebih kuat. Hal ini biasanya dilakukan dengan memakai kacamata khusus, memakai penutup mata, menggunakan obat tetes mata, melakukana operasi, atau kombinasi dari beberapa pengobatan di bawah ini:

1. Kacamata

Dokter akan meresepkan pemakaian kacamata jika ambliopia disebabkan oleh kelainan refraksi yang parah dan/atau anisometropia (suatu kondisi saat satu mata bisa melihat lebih jelas dibandingkan mata yang lain).

Kacamata membantu mengirimkan gambar yang jelas dan terfokus ke otak, yang mengajarkannya untuk “menghidupkan” mata yang lebih lemah. Hal ini akan memungkinkan otak untuk menggunakan mata bersama dan mengembangkan penglihatan normal.

2. Penutup Mata

Dalam banyak kasus, anak-anak dengan ambliopia harus memakai penutup mata di atas mata yang lebih kuat atau tidak terpengaruh ambliopia. Tambalan dipakai selama 2-6 jam sehari saat anak terjaga selama beberapa bulan atau tahun, tergantung kondisinya.

Ada dua jenis penutup mata, yakni yang berfungsi seperti plester dan dipasang langsung di atas mata, serta yang dirancang untuk anak-anak pemakai kacamata, yaitu berupa tambalan kain yang dipasang dengan aman pada satu lensa.

Memastikan seorang anak memakai penutup mata bisa menjadi sebuah tantangan. Tetapi anak-anak biasanya bisa beradaptasi dengan baik, sehingga memakai tambalan (penutup mata) hanya menjadi bagian biasa dari hari-hari mereka.

Sementara itu, Parents juga bisa mengalihkan perasaan anak yang memakai penutup mata tersebut dengan dengan mainan baru atau hal-hal yang menarik baginya, misalnya berjalan-jalan ke taman, atau sekadar bermain di luar. Ini dapat membantu anak-anak lupa bahwa mereka memakai penutup mata.

Dapat Mengganggu Penglihatan, Kenali Gejala Kondisi Mata Malas pada Anak Sejak Dini

3. Tetes Atropin

Terkadang, terlepas dari upaya terbaik orangtua, beberapa anak tidak mau memakai penutup mata. Dalam kasus ini, tetes atropin dapat digunakan.

Sama seperti tambalan yang menghalangi penglihatan pada mata yang tidak terpengaruh amblyopia atau lurus, tetes atropin akan mengaburkan penglihatan pada mata yang kuat untuk sementara, sehingga memaksa otak untuk mengenali gambar yang dilihat oleh mata yang lebih lemah.

4. Operasi

Jika strabismus (mata juling) yang menyebabkan amblyopia dan pengobatan dengan kacamata, penutup mata, atau obat tetes tidak memperbaiki kesejajaran mata, maka dilakukannya operasi otot mata dapat menjadi pilihan selanjutnya. Pembedahan juga dapat dilakukan jika amblyopia disebabkan oleh kelopak mata yang turun atau katarak.

Pembedahan dilakukan dengan cara mengendurkan atau mengencangkan otot yang menyebabkan mata “berkeliaran”. Jenis operasi ini biasanya tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Artikel Terkait: Waspada rabun mata pada anak, kenali gejala dan pencegahannya di sini!

Hal Apa Lagi yang Harus Parents Ketahui Mengenai Amblyopia?

Dapat Mengganggu Penglihatan, Kenali Gejala Kondisi Mata Malas pada Anak Sejak Dini

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, anak-anak mencapai “kematangan visual” pada usia sekitar 8 tahun. Setelah itu, jika ada masalah penglihatan yang terjadi pada anak, maka akan menjadi lebih sulit untuk diatasi.

Hal ini berlaku juga untuk anak yang mengalami amblyopia. Semakin awal amblyopia didiagnosis dan diobati, maka akan semakin baik peluang untuk meningkatkan penglihatan dan menghindari kehilangan penglihatan permanen pada anak.

Pemeriksaan Mata untuk Anak

Terkadang memang tidak ada tanda-tanda masalah penglihatan pada anak. Walaupun demikian, tetap penting bagi anak-anak untuk menjalani pemeriksaan penglihatan tahunan, ya, Parents.

Pemeriksaan ini harus dimulai pada usia balita dan prasekolah. Dengan demikian, adanya masalah penglihatan pada anak dapat diketahui sebelum sang anak mencapai kematangan visualnya.

Sebagian besar pemeriksaan bisa dilakukan di dokter anak, klinik terdekat, atau di sekolah oleh perawat sekolah bagi sekolah yang menyediakan fasilitas kesehatan anak. Jika kemudian ditemukan masalah, maka anak akan dirujuk ke dokter spesialis mata anak untuk evaluasi dan pengobatan lebih lanjut.

Risiko amblyopia pada anak

Gambar: Shutterstock

Parents, itulah penjelasan mengenai amblyopia atau mata malas pada anak. Namanya mungkin memang terdengar asing, tetapi Parents tidak boleh disepelekan begitu saja. Jika anak mengalami kemungkinan gejala amblyopia, segera periksakan ke dokter.

Referensi: KidsHealth

Baca Juga:

Mata anak ini juling akibat keseringan main HP, waspada Parents!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner