Jualan Permen Karet hingga Ngamen Sejak SD, Sule Belajar Mandiri Sejak Kecil

Jualan Permen Karet hingga Ngamen Sejak SD, Sule Belajar Mandiri Sejak Kecil

Berkat didikan dari kedua orangtuanya, terutama sang ayah, kini Sule bisa meraih segala mimpi dan kesuksesannya.

Nama Entis Sutisna atau yang akrab disapa Sule tentu sudah tidak asing lagi di ranah hiburan Indonesia. Komedian yang juga ayah dari empat orang anak ini telah meraih kesuksesannya. Di balik itu, ternyata ada masa lalu Sule yang penuh dengan perjuangan.

Pencapaian Sule di masa sekarang tentu saja tidak didapatkan secara instan. Perlu kerja keras, bahkan dimulai sejak masih kecil. Melalui sebuah video di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Sule bercerita bagaimana ia dididik agar mandiri oleh kedua orangtua, terutama sang ayah.

Meski tak berlebihan, Sule lahir dari keluarga dengan ekonomi cukup. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya terlena begitu saja. Sejak masih duduk di bangku SD, Sule mengaku sudah bisa mencari uang sendiri, karena orangtuanya sudah menerapkan prinsip hidup berdikari kepada sule.

Artikel Terkait : Mengharukan! 15 Potret perjuangan seorang ibu demi anaknya, bukti kasih ibu sepanjang masa

masa lalu sule

Gue mulai dari kelas 3 SD, buat jajan sudah nyari duit sendiri. Bukan disiksa sama orangtua, cuma mereka itu mengajarkan harus mulai berdikari. Dagang permen karet di sekolah, disimpan di meja-meja, seperti di bus gitu,” ujar Sule kepada Deddy Corbuzier.

“Disebut nggak mampu, nggak terlalu nggak mampu juga, tapi kayanya mendidik. Waktu itu juga jadi pertanyaan kenapa gue seperti ini, ternyata bokap gue mendidik, padahal mampu, makan masih bisa. Kalau gue nggak jualan masih bisa, tapi gue pengin juga, sih, pengin membantu,” sambungnya.

Perjuangan Masa Lalu Sule, Mengamen di Kampung dan Bantu Jualan Bakso

Selain jualan permen karet di sekolah, Sule mengaku pernah berkeliling kampung sambil mengamen bersama saudaranya. Hal itu ia lakukan sejak SD hingga SMP.

Gue sudah mengamen ke kampung-kampung, saudara yang main gitar, gue nyanyi. Itu SD sekitar kelas 5 atau 6, sampai SMP. Lagunya satu dan itu terus, lagu ‘Ayah’. Setiap hari gue lakuin buat cari duit,” ungkap Sule.

Jualan Permen Karet hingga Ngamen Sejak SD, Sule Belajar Mandiri Sejak Kecil

Sule juga membantu perekonomian keluarganya dengan ikut berjualan bakso bersama kedua orangtuanya. Bahkan, ia tak ragu jika harus berbelanja ke pasar guna membeli segala perlengkapan untuk berjualan bakso.

Bokap gue tukang bakso keliling, ibu gue di warung. Kalau nggak ada gue, nggak dagang, karena yang tahu belanja bakso itu gue. Jadi setiap hari setelah pulang sekolah, gue irisin bawang, ngadonin bakso, beresin seledri segala macam. Belum boleh main kalau belum beresin itu,” kenang Sule.

“Dari kecil gue suka ke pasar, dari SD. Sampai gue kenal sama satu pasar itu,” imbuh Sule.

Sule Mendapat Ilmu Berjualan dan Komedi dari Sang Ayah

masa lalu sule

Sementara itu, semasa kecil Sule diajarkan bagaimana caranya jual beli dan mendapatkan keuntungan dari sang ayah. Kala itu, Sule dibelikan sebuah sepeda oleh ayahnya, tapi tak lama, sepeda yang baru saja dibelikan itu kembali dijual. Ternyata, dari menjual sepeda, Sule menjadi paham bagaimana caranya mendapat keuntungan.

“Jadi bokap beli sepeda harga 70 ribu, gue pakai, terus seminggu sudah hilang lagi. Ternyata ada yang beli dengan harga 100 ribu. Itu bokap gue, jadi gue dapat ilmu secara tidak langsung untuk jual beli, sampai 5 sepeda,” cerita Sule.

“Cari sepeda di tukang loak, dibenerin, lalu dijual lagi untuk cari uang. Tapi, gue pakai dahulu sebelum dijual, sebelum mampu beli sepeda yang bagus,” lanjutnya.

Artikel Terkait : Wow! Rumah mewah Sule punya kolam renang seperti Waterbom

masa lalu sule

Tak hanya soal ekonomi, Sule juga banyak belajar tentang komedi dari ayahnya. Diketahui jika ayah Sule memang seseorang yang suka membanyol kepada orang-orang di sekitarnya, lalu hal itu Sule tiru dan lama-kelamaan menjadi sumber pendapatan ia lainnya.

Bokap gue tukang banyol, bercanda, cerita-cerita anekdot sama pelanggan-pelanggannya,” kata Sule.

“Akhirnya gue cerita anekdot-anekdot sama teman-teman, sampai ketiga kali cerita anekdot di sekolah, gue pikir bisa jadi duit, tuh. Waktu SMP nyari duit dari cerita komedi anekdot, dibayar 25 perak, terus dari duit itu gue bisa makan bakso dan makan enak,” ucap Sule.

Berkat segala usaha dan kerja kerasnya, kini Sule bersyukur bisa meraih kesuksesan dan mimpinya. Sebab, sejak dahulu Sule memang ingin menjadi seseorang yang terkenal dan bisa menghibur masyarakat Indonesia.

“Sampai sekarang gue usaha, tetap belajar sampai titik di mana gue menutup mata gue. Orangtua awalnya agak sedikit tidak menyangka dan sedikit menyangka, tapi mereka yakin. Gue diajarkan ilmu yakin sama orangtua, terutama bokap, kalau lo yakin pasti ada jalannya, jadi kalau mau berusaha, terus berusaha, jangan malas belajar,” tutur Sule.

Lewat cerita masa lalu Sule, memulai hidupnya dengan beragam perjuangan hingga kini bisa mencapai kesuksesan tentu bisa mengingatkan kita semua, sebagai orangtua penting untuk melatih anak berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Toh, anak memang bukan raja yang harus terus dilayani dan disuapi oleh orangtuanya, bukan?

Baca Juga :

Ungkapan Haru Rizky Fabian saat ibunya meninggal, " Saya bisa seperti sekarang karena doa Mama"

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner