Opera Sekolah JIS, Mengajarkan Tanggung Jawab Sambil Mengasah Bakat

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Awal Mei lalu, Jakarta International School mengadakan pentas tahunan opera sekolah, dengan judul Peter Pan. Kelincahan akting dan kekompakan anak-anak diatas panggung membuat pertunjukkan ini tidak melulu soal seni, tapi juga tanggung jawab dan kerjasama tim yang kuat.

Opera sekolah adalah sebuah seni pertunjukkan, yang diadakan oleh sekolah dengan pemain dan kru yang berasal dari para siswa. Selain mengajarkan seni, opera sekolah juga bisa menanamkan nilai-nilai positif seperti tanggung jawab, dan kerjasama tim.

Awal Mei lalu, theAsianparent Indonesia diundang untuk menghadiri opera sekolah di Jakarta International School. Pertunjukan ini diadakan setahun dua kali, setiap akhir semester.

Dyah Lestarina, Head of Communication JIS mengatakan,"Opera sekolah ini melibatkan berbagai elemen sekolah kami. Dari mulai siswa SD sebagai pemain, para orangtua yang menjadi relawan, serta murid-murid SMA JIS yang ikut sebagai kru untuk membuat dekorasi panggung."

Dyah juga menambahkan, semua elemen yang terlibat dalam pertunjukan ini berasal dari JIS. Bahkan sutradara hingga produsernya pun adalah guru seni yang bekerja di JIS.

Sebelumnya, untuk menentukan para pemain. Para siswa dari kelas 1-5 mengikuti casting di bulan Desember. Proses pemilihan pemain ini memakan waktu satu bulan, hingga bulan Januari terpilihlah para pemain untuk opera sekolah bertema Peter Pan ini.

"Mengapa kami memilih cerita Peter Pan? Karena kami ingin anak-anak bebas berimajinasi, menggunakan benda di sekitarnya sebagai alat bermain. Seperti yang dilakukan oleh para tokoh Peter Pan. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan anak-anak untuk berani bermimpi," papar Dyah.

Siswa kelas 1-5 mementaskan opera sekolah berjudul Peter Pan

Setelah terpilih, anak-anak tersebut menjalani proses latihan selama kurang lebih tiga bulan. Selain melatih cara mereka berakting dan menyanyi di atas panggung, Erica Cali sang sutradara juga menanamkan sikap tanggung jawab kepada mereka.

Uniknya, Erica tidak pernah sekalipun memperlakukan para pemainnya sebagai anak-anak yang perlu dimanja. Justru Erica memperlakukan mereka seperti orang dewasa, yang dituntut untuk menjaga kesehatannya sendiri, dan berakting dengan baik agar tidak menyusahkan sesama kru dan pemain.

Dari hasil gemblengan Erica Cali, anak-anak pun bisa menampilkan pertunjukan sempurna tanpa cela. Selain berakting dan menyanyi secara live di atas panggung. Mereka pun secara kompak membereskan panggung setiap kali berganti adegan, tidak menunggu para kru membereskannya untuk mereka.

Dalam setiap pergantian adegan, anak-anak ini dengan kompak dan cekatan membereskan properti di panggung agar sesuai dengan adegan yang mereka bawakan

Dalam pertunjukan ini, terlihat bahwa semua anak mengambil perannya dengan sangat serius. Meski ia hanya muncul di beberapa adegan, atau bahkan tanpa dialog sama sekali, mereka tetap terlihat senang membawakannya.

Proses casting dan latihan yang serius menjadikan mereka bisa tampil secara live dengan memukau. Tidak ada lipsing maupun dubbing, semua dialog dan nyanyian yang merdu dibawakan oleh anak-anak ini tanpa ragu. Aktingnya pun sudah terlihat sangat matang.

Disamping semua tanggung jawab, dan kekompakan dalam kerjasama tim. Opera sekolah ini juga akan memberikan kenangan tak terlupakan bagi sang anak. Bahkan bagi mereka yang bercita-cita menjadi aktor atau aktris, bisa mengasah bakat seni perannya sejak dini di pertunjukan ini.

Opera sekolah membantu anak-anak ini mengasah bakat beraktingnya sejak dini

Mudah-mudahan, lebih banyak lagi sekolah yang menerapkan seni pertunjukan seperti sebagai bagian dari kurikulumnya ya Parents. Karena sangat bermanfaat bagi anak, juga tumbuh kembangnya nanti.

 

 

Baca juga:

Sekolah-sekolah Unik Ini Mengajarkan Anak Menghargai Alam

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Usia Sekolah