Manfaat Mencukur Rambut Bayi

Mencukur rambut bayi kerap menjadi pertanyaan di kalangan orangtua. Adakah manfaatnya bagi bayi?

Mencukur rambut bayi agar tebal, fakta atau mitos? Mencukur rambut bayi agar tebal, fakta atau mitos?

Mencukur rambut bayi kerap menjadi pertanyaan di kalangan orangtua. Begitulah yang saya rasakan ketika putri kami,  Zidna,  lahir  dengan rambut yang amat lebat. Wajah mungilnya tampak lucu dibingkai rambut lebatnya yang hitam legam serta lembut. Hal ini tentu menimbulkan rasa berat di hati saya ketika harus mencukurnya. Adakah manfaatnya bagi bayi?

Namun kemudian saya sadar, rambut bayi yang baru lahir, meskipun lebat ia akan mengalami kerontokan secara alami. Yaitu sejak minggu-minggu pertama kelahirannya hingga 12 minggu kemudian.

Rambut pertama bayi yang halus, jauh lebih halus dari rambut dewasa ini, disebut dengan istilah vellus. Akar rambut pada bayi tumbuh sejak bayi berusia 8 bulan, dan berkembang terus hingga lahir.

Rambut-rambut halus ini akan rontok dengan sendirinya kemudian digantikan oleh rambut dewasa. Lebat atau tipis rambut tersebut tergantung gen yang diturunkan oleh kedua orangtua serta kecukupan gizinya.

Mencukur rambut bayi, selain bisa menyehatkan kulit kepala juga menimbulkan rasa nyaman pada bayi. Apa saja manfaat mencukur rambut bayi?

Manfaat mencukur rambut bayi :

1. Membersihkan lemak yang menempel

Bayi yang lahir melalui proses kelahiran normal akan melewati jalan lahir yang memungkinkan menempelnya sejumlah lemak dan “kotoran” rahim ibu yang menempel di sekujur tubuhnya. Tidak terkecuali bagian kepala.

Rambut bayi yang tidak dicukur akan menyulitkan proses membersihkan kepala dari lemak-lemak yang menempel pada kulit kepala. Sekalipun bayi sering dikeramasi, kotoran-kotoran itu tidak terangkat sempurna. Hal inilah yang kerap menimbulkan dermatitis seboroik atau kerak kepala.

Kerak kepala ini bila dibiarkan akan menghambat sirkulasi keringat yang bisa mengakibatkan munculnya gangguan kulit berupa biang keringat, bisul, abses dan sejenisnya.

Namun, bila rambut bayi dicukur, akan mudah sekali membersikan lemak serta kotoran yang menempel, termasuk ketika si bayi mengalami gumoh atau muntah setelah disusui.

2. Memudahkan Ibu untuk memperhatikan kondisi kepala bayi dengan baik

Bunda, dengan kepala bayi yang plontos, akan memudahkan kita untuk melihat iritasi ataupun hemangioma yang sering muncul di kepala bayi. Begitu pula bila ada bisul, benjolan dan luka di kepala bayi.

Baca juga : Hemangioma, Ternyata Tumor

3. Memudahkan bayi beradaptasi dengan lingkungan

Kepala yang licin akan memudahkan bayi beradaptasi dengan lingkungannya dan membantu mengurangi rasa gerah bila berada di lingkungan yang panas.

4. Memudahkan perawatan kulit secara menyeluruh

Tanpa adanya rambut yang menghalangi, Bunda tentu bisa merawat kulit kepala bayi dengan lebih baik dan menyeluruh. Iritasi akibat biang keringat ataupun kasus dermatitis seboroik yang parah dapat ditangani dengan lebih mudah.

Kapan sebaiknya mencukur rambut bayi?

- Mencukur rambut bayi bisa dimulai sejak sepuluh hari pasca kelahirannya. Pada usia yang demikian dini, bayi belum banyak melakukan gerakan, sehingga memudahkan proses pencukuran tanpa khawatir membuatnya terluka.

- Lakukan hanya bila bayi dalam kondisi sehat

Berikut kiat aman mencukur rambut bayi, (berdasarkan pengalaman yang telah kami lakukan pada anak-anak kami tanpa melukai kepala mereka yang lunak sedikit pun) :

1. Menentukan hari untuk mencukur rambut (biasanya kami melakukannya pada hari kesepuluh)

2. Pastikan bayi dalam kondisi tidur pulas dan kenyang

3. Cari posisi yang paling nyaman untuk bayi (bisa sambil digendong ataupun sambil tidur di bantal)

4. Kenakan baju yang longgar pada bayi

5. Gunakan alat cukur yang baru, tajam dan bersih

5. Mulailah perlahan dari tepi terluar tanpa mengganggu posisi tidur bayi

6. Renggangkan kulit kepala bayi dengan hati-hati pada bagian-bagian yang sulit dicukur

7. Berhentilah ketika bayi melakukan gerakan ataupun menangis.

8. Lakukan dengan hati-hati, usaplah sesering mungkin bayi Anda, nikmatilah prosesnya agar bayi merasakan kenyamanan dan ketentraman dengan sentuhan yang Anda berikan.

9. Milikilah keyakinan bahwa Anda bisa melakukannya. Namun bila tetap tidak bisa, mintalah bantuan dari orang yang biasa melakukannya.

Jangan khawatir, Bunda, rambut bayi Anda yang lebat akan kembali tumbuh subur bila memang memiliki gen rambut yang subur. Adapun bayi yang semula berambut tipis, dengan mencukur rambut, dipercaya bisa menyuburkan rambut yang akan tumbuh berikutnya.

Baca juga : Mencukur Rambut Bayi agar Berambut Tebal, Fakta atau Mitos?

Semoga bermanfaat ya, Bunda...