Kebanyakan duduk ternyata sama bahayanya dengan merokok, ini penjelasan dokter

lead image

Tahukah Anda, kondisi malas bergerak dan terlalu sering duduk memiliki tingkat risiko yang sama dengan bahaya rokok?

Kita tentu telah memahami bahaya merokok, risiko penyakit yang mengintai jika kebiasaan ini tidak dihentikan. Tapi, tahukah Parents bahwa sebenarnya kondisi malas gerak dan terlalu sering duduk memiliki tingkat risiko yang sama?

Fakta yang cukup mengejutkan ini dipaparkan dr. Grace Joselini – Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018. Bahkan ia mengatakan bahwa saat ini ada istilah yang menyebutkan, sitting is a new smoking. Oleh karena itulah ia mengingatkan agar masyarakat mulai mengubah pola hidupnya menjadi lebih baik, dimulai dengan jangan malas gerak dan hanya duduk saja.

Tak bisa dipungkiri, hidup di zaman teknologi yang kian maju dan pesat seperti ini memang sangat memudahkan kita semua.

Sebagai contoh, jika mau memesan makanan, tidak perlu repot lagi mencari dan bergerak menuju restoran yang kita tuju. Dengan menjentikan jari, semua bisa dengan mudah didapatkan.

Pun dengan alat transportasi yang sangat memanjakan karena kita hanya tinggal memesan, tak lama kemudian sudah duduk manis dan sampai di tempat tujuan.

Oleh kerena itu dokter yang sempat menjadi finalis Puteri Indonesia ini mengingatkan agar masyarakat mulai mengubah kebiasaan dengan lebih sering bergerak dan tidak terlalu lama duduk. Tujuannya agar risiko penyakit seperti bahaya rokok bisa dihindari.

“Mulai saja menjauhkan titik A ke B, jangan apa-apa pakai jempol dan telunjuk. Misalnya, meskipun mudah untuk memesan makanan lewat jempol atau pakai telunjuk karena minta tolong OB, tetaplah bergerak. Jalan. Kalau di kantor, misal di lantai 10, bisa stop di lantai 8 kemudian jalan naik tangga.”

Ia juga menambahkan, “Kalau mau angkat telepon, bisa sambil bergerak. Cari parkir juga pilih yang agak jauh. Mulai saja dari hal kecil, dan jangan malas gerak,” paparnya saat ditemui di acara peluncuran kampanye ‘Live Healthier Lives’ yang digagas Sun Life Financial.

Bahaya malas gerak selama dua jam sama dengan bahaya rokok

dr. Grace  mengatakan, oleh sebab itu memang tidak disarankan duduk diam lebih dari dua jam,” Jadi kalau sudah dua jam duduk, mulai lakukan stretching, bergerak ke toilet. Atau sekadar ambil air putih,” tambahnya.

Ia pun memaparkan, pada saat kita duduk, kita hanya membakar 1 kilo kalori permenit, sementara dengan satu kali makan saja sudah mendapatkan 300 kalori. Hal ini jugalah yang menyebabkan kalau dalam 3 jam kita duduk saja, pembuluh darah mulai menyempit 50%.

“Jadi aliran darah sudah tidak bagus. Selama 3 jam kita duduk, sensitivitas insulin kita pun sudah menurun sampai 50%. Inilah yang menyebabkan risiko terpapar penyakit berbahaya yang tidak menular seperti diabetes melitus. Ini baru hanya dari duduk saja, lho.”

Kemudian, setelah 2 minggu, dengan kondisi dalam sehari lebih 6 jam sering duduk juga akan berisiko meningkatkat LDL, lemak jahat yang ada di pembuluh darah. Akibatnya timbul plak-plak dalam pembuluh darah, di mana kalau plak-plak ini lepas, maka bisa berisiko sebabkan serangan jantung karena plak tersebut menyumbat.

“Awalnya menumpuk, kemudian plak itulah yang menghambat, inilah yang sebabkan terjadinya serangan jantung. Jadi bahayanya memang sama seperti bahaya merokok.

Bagaimana jika pola malas malas bergerak ini dibiarkan terus menerus? Apa yang akan terjadi?

Akibat lain yang bisa ditimbulkan, dalam satu tahun, maka densitas masa tulang kita bisa menurun 100% dalam satu tahun sehingga ada risiko terjadinya esteoporosis. Apalagi kalau perempuan, risiko makin besar.

Jika dibiarkan terus menerus sampai 10 tahun ke depan? Ya akan meningkat risiko penyakitnya, penyakit jantung meningkat 60%, penyakit kanker meningkat sebesar 30%.

“Oleh sebab itulah alasan mengapa tidak bergerak, kebanyakan duduk sebenarnya sama dengan bahaya merokok. Risiko penyakit yang bisa terkena akan sama, penyakit itu-itu juga,” terangnya lagi.

Tak mengherakan jika dalam rangka menyambut Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap tanggal 14 November, PT Sun Life Financial Indonesia kembali mengingatkan masyarakat khususnya generasi muda untuk mulai menjalani pola hidup sehat. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi risiko timbulnya berbagai penyakit berbahaya di masa datang, dengan mengusung kampanye ‘Live Healthier Lives’.

Bagaimana? Sudah bergerak hari ini?

 

Baca juga:

Punya kebiasaan duduk lama? Ini 12 bahayanya bagi wanita

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.