Ketahui arti tangisan bayi dengan aplikasi lokal buatan dosen IPB

Ketahui arti tangisan bayi dengan aplikasi lokal buatan dosen IPB

Apakah Bunda bisa membedakan tangisan bayi saat lapar, mengantuk, popok basah, atau ketika hanya ingin digendong?

Memiliki bayi bisa menjadi tantangan tersendiri, khususnya ketika ia tengah menangis. Menangis jadi cara berkomunikasinya yang penting sehingga kita patut mengetahui makna tangisan bayi agar bisa menentukan respon yang tepat.

Namun sebagai orangtua terkadang kita merasa kesulitan dalam menerjemahkannya. Eits, jangan khawatir Bunda karena sekarang ada aplikasi yang bisa membantu untuk mengetahui makna tangisannya dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Aplikasi penerjemah makna tangisan bayi

makna tangisan bayi

Dosen IPB pembuat aplikasi untuk mengetahui makna tangisan bayi. Sumber: Kompas.

Dilansir dari Kompas.com, seorang ibu yang juga menjadi dosen IPB yakni Medhanita Dewi Menanti (36) menemukan aplikasi yang dinamakan Madsaz. Aplikasi hasil karya tesisnya ini bisa menerjemahkan lima bahasa bayi yang ia buat kala menempuh pendidikan S2 Ilmu Komputer di IPB.

Pada 2013, ia masih mengembangkan aplikasinya itu di komputer, namun kini aplikasi tersebut sudah bisa dipakai di Android. Bahkan, kini tercatat jumlah penggunanya sudah mencapai 7.190 di 98 negara per 14 Januari 2018.

Menurutnya, makna tangisan bayi adalah bahasa yang netral di setiap negara di dunia. Itulah yang membuat pengguna aplikasinya ini menyebar di berbagai negara mulai dari Afganistan, Jepang, Suriah, Portugal, dan juga negara lainnya di Asia.

Data latih 140 tangisan membuat tingkat akurasi aplikasi ini mencapai 94% Bun.

Ide awal pembuatan aplikasi penerjemah makna tangisan bayi

Saat mengandung anak pertama pada 2010, Medha mulai terinspirasi kala menghadiri seminar mengenai tumbuh kembang anak. Saat itu, salah satu pembicara mengungkapkan bahwa tangisan bayi terbagi menjadi lima macam, berdasakan temuan ahli sound photograph dari Australia, Priscilla Sunatan.

Ia langsung terpikirkan bahwa hal itu memungkinakan untuk dikembangkan melalui komputer. Memasuki perkuliahan S2, ia menuturkan sudah mulai mengumpulkan banyak data dan memang berniat untuk membuatnya menjadi tugas akhir.

Antusiame pada idenya ini ia rasakan dari orang sekitar ketika diperkenalkan saat seminar tesis. Saat uji coba, Medha melakukannya pada anak dari rekannya serta keponakannya sendiri.

Cara kerja aplikasi penerjemah makna tangisan bayi

Sederhana, cara kerja aplikasi ini hanya dengan menekan tombol  “rekam” atau “record” saat bayi menangis. Dalam waktu 2-20 detik, output akan muncul di layar ponsel berisi makna tangisan bayi.

Saat output tertulisan ‘owh’, artinya bayi merasa lelah yang mengindikasikan bayi sudah mulai mengantuk. ‘Neh’ berarti bayi merasa lapar, ‘Eh’ berarti bayi ingin bersendawa. Output lainnya seperti ‘Eairh’, artinya bayi sedang masuk angin atau perut kembung dan ‘heh’ yang berarti bayi merasa tidak nyaman.

Selain menampilkan makna tangisan bayi, aplikasi ini pun akan menampilkan solusi yang bisa dilakukan orangtua berdasarkan arti tangisannya.

Diluncurkan pada November 2018, salah satu kekurangan dari aplikasi ini yakni bila input suara terlalu berisik. Namun dosen asal Banyuwangi ini menuturkan akan terus memperbaikinya menjadi lebih baik.

Pentingnya mengetahui makna tangisan bayi

Tangisan bayi menjadi cara pengungkapan yang penting terkait apa yang tengah dirasakan oleh bayi.

Bunda, dari mulai usia 0-18 bulan bayi masih mengembangkan fase trust vs misstrust, berdasarkan teori sosioemosi Erikson. Artinya, bayi tengah mengembangkan kepercayaan pada orang di sekitarnya, khususnya ibu sebagai pengasuh utama.

Menurut Erikson, fase ini dinilai penting bagi setiap individu sebagai bekal membentuk hubungan sosial di sepanjang hidupnya. Orangtua yang cepat tanggap pada bayi, salah satunya saat ia menangis, kemungkinan akan membuat bayi mengembangkan trust.

Bayi yang tumbuh dengan trust akan belajar untuk memercayai orang di sekitarnya dan lebih mudah membentuk hubungan yang saling percaya hingga ia dewasa nanti. Bayi pun kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang merasa aman dan nyaman dalam menjalani hidupnya.

Sebaliknya, bila orangtua sering tidak tanggap pada bayi, kemungkinan ia akan mengembangkan misstrust. Bayi yang tumbuh dengan mistrust ini akan mengembangkan kepribadian yang penuh kekhawatiran dalam hidupnya.

Referensi : KompasVerywell Mind

Baca juga:

Anak menangis terus? Ucapkan 9 kalimat ini untuk menenangkannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner