Mengapa Hot Dog dan Nugget Tak Baik Untuk Kesehatan Anak?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seberapa banyakkah yang kita ketahui tentang makanan olahan? Ikuti persembahan kami berikut tentang bahaya di balik dua makanan yang disukai anak Anda : hot dog dan nugget!

Anak-anak menyukai hot dog dan nugget karena rasanya yang lezat.

Anak-anak menyukai hot dog dan nugget karena rasanya yang lezat.

Meski sejumlah iklan di media menggembar-gemborkan nutrisi yang terkandung dalam hot dog dan nugget, saya yakin kita semua tahu bukan itu yang membuat kita mengijinkan anak-anak mengkonsumsi dua jenis makanan olahan ini.

Kita (terpaksa) mengijinkan anak-anak memakan hot dog dan nugget karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang, kadang-kadang, teramat asin.

Lalu mengapa kita sebaiknya menjauhkan hot dog dan nugget ini dari menu makan anak?

Kandungan Nutrisi yang Sesungguhnya pada Hot Dog dan Nugget

Berikut adalah tabel yang menunjukkan kandungan nutrisi pada hot dog dan nugget jika dibandingkan dengan semangkuk sup sayuran sehat buatan ibu.

(Sumber: https://www.weightlossresources.co.uk/children/nutrition_calorie_needs.htm, http://healthyeating.sfgate.com/many-grams-fat-per-day-should-children-have-5467.html)

(Sumber: https://www.weightlossresources.co.uk/children/nutrition_calorie_needs.htm, http://healthyeating.sfgate.com/many-grams-fat-per-day-should-children-have-5467.html)

* Persentase lemak (fat) akan lebih berkurang jika Anda tidak menumis sayuran sebelum merebusnya dan menggunakan daging ayam tanpa lemak. Selain rendah kalori, sup ayam buatan rumah juga dilengkapi dengan vitamin, potasium dan serat.

Berdasarkan fakta nutrisi di atas, tampak jelas bahwa hot dog dan nugget mengandung sodium dan lemak terlalu tinggi. Selain itu, masih ada bahaya lain yang terkandung dalam hot dog, nugget dan berbagai jenis makanan olahan lainnya.

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Praremaja Usia Sekolah