Dikurung majikan selama 3 bulan, ART ini loncat dari lantai 15

lead image

Seorang ART memilih bunuh diri dengan cara lompat dari gedung berlantai 15, hal itu ia lakukan setelah dikurung ole majikannya selama 3 bulan.

Kisah sedih tentang seorang ART di Singapura kembali terjadi, frustasi karena dikurung majikannya selama 3 bulan. Dia nekat lompat dari gedung tinggi dan langsung tewas seketika. 

Tragedi ini dibagikan oleh seseorang bernama Lisa Von Tang di laman Facebooknya beberapa hari lalu.

 

ART bunuh diri dengan cara lompat dari gedung tinggi

apartment 1537244799 Dikurung majikan selama 3 bulan, ART ini loncat dari lantai 15

Dalam status yang ditulis Lisa Von Tang pada 14 September lalu, dia menulis:

Pembantuku memberitahu sebuah kisah yang sangat sedih, tentang sepupu temannya yang meninggal kemarin. Dia dikurung selama 3 bulan oleh majikannya setelah tiba di Singapura, dia baru pertama kali menjadi asisten rumah tangga, ponselnya disita oleh sang majikan. 

Dia tidak diberi libur sama sekali, sepupunya tidak pernah bertemu korban selama 3 bulan ia berada di Singapura. Kasus ini sudah ditutup, dan penyebab kematian adalah bunuh diri dengan cara lompat dari gedung tinggi.

Saya tidak pernah mengerti mengapa banyak sekali kasus kekerasan terhadap asisten rumah tangga di Singapura? Aku mendengar banyak cerita buruk dari ART-ku tentang rekan sesama ART. Seperti paspor yang disita, tidak boleh berkomunikasi dengan orang di luar rumah, gaji yang dipotong tanpa sebab, kekerasan fisik dan masih banyak lagi.

Semua ini membuatku muak, mengapa orang bisa begitu kejam memperlakukan orang lain yang tak berdaya?

Hormatilah ART-mu, jika dia berlaku buruk, pecat saja dia. Kau tidak berkewajiban tetap mempekerjakan orang yang berlaku buruk.

Saya heran ketika mendengar orang-orang yang selalu mengeluh tentang ART mereka. Seharusnya mereka bisa mempekerjakan orang lain, atau melatih pembantunya untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Jika semua itu gagal mereka lakukan, berarti yang salah adalah si majikan. Pekerjakan saja orang lain yang bisa kau hormati. 

Bersimpatilah. Laporkan jika ada kekerasan yang terjadi. 

Bertanggung jawab pada ART yang kita pekerjakan

Meskipun ART adalah orang yang kita bayar untuk bekerja pada kita, dia tetaplah manusia yang berhak diperlakukan dengan hormat.

Kekerasan dalam bentuk apapun kepada asisten rumah tangga tidak bisa dibenarkan. Perlakukan dia dengan hormat, dan bimbing dia untuk melakukan pekerjaan rumah dengan baik. 

Bila dia betah di rumah, tentunya dia akan lebih gesit dan bersemangat dalam bekerja. Mengurung, membatasi akses ART keluar rumah atau berkomunikasi dengan orang lain akan membuatnya tidak betah.

Dia bisa kabur atau bahkan melakukan tindakan ekstrim seperti ART yang lompat dari gedung berlantai 15 di atas. 

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. 

 

 

Disadur dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Akibat sakit hati, ART melakukan guna-guna pada majikannya