Dosen ITB ciptakan teknologi mengubah popok bekas jadi rumah, bagaimana caranya?

lead image

Daur ulang popok jadi rumah adalah inovasi baru yang dilakukan oleh dosen ITB untuk menanggulangi masalah limbah popok sekali pakai di Bandung.

Daur ulang limbah popok jadi rumah adalah cara baru yang dilakukan warga Bandung untuk menangani masalah sampah di kota ini. Dengan menggunakan mesin buatan dosen ITB, limbah popok sekali pakai bisa diubah menjadi pupuk dan batako untuk membuat rumah.

Selama ini, pemerintah kota dan Kabupaten Bandung kesulitan menangani limbah popok, yang dihasilkan oleh semua keluarga di Bandung. Sekitar 90 ton popok dibuang setiap hari, dan berakhir di TPA.

Artikel terkait: Cara Menghentikan Pemakaian Diaper

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/03/limbah popok.jpg Dosen ITB ciptakan teknologi mengubah popok bekas jadi rumah, bagaimana caranya?

Daur ulang limbah popok jadi rumah adalah inovasi baru yang dilakukan oleh dosen di ITB.

Inovasi mesin yang membuat limbah popok jadi rumah

Dr. Pandji Prawishuda menciptakan mesin untuk mendaur ulang popok sekali pakai, hingga bisa digunakan sebagai pupuk dan bahan membuat batako. Dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung ini, menciptakan alat tersebut sejak 2013.

Mesin yang diberi nama Reaktor Torefaksi Basah (Hidrotermal) ini, tidak hanya bisa mendaur ulang popok bekas pakai, namun juga plastik mi instan dan bungkus kopi. Semua sampah ini bisa diolah untuk kemudian diubah menjadi pupuk kompos.

Berikut adalah video cara mengubah popok jadi rumah dari BBC Indonesia:

Cara menggunakan mesin ini adalah dengan memasukkan popok bekas pakai ke dalam tabung kemudian dicampur dengan air. Lalu dipanaskan dengan suhu 200 derajat Celsius, menggunakan listrik 2000 watt selama 30 menit.

Setelah itu, cairan dipisahkan dari bagian yang padat. Cairan ini kemudian akan digunakan sebagai pupuk, dan bagian padat dicampur dengan semen serta pasir untuk dicetak menjadi batako.

Batako yang dibuat dari campuran popok ini cukup kuat sehingga bisa jadi bahan untuk membangun rumah. Mesin buatan Pandji untuk mengolah popok jadi rumah ini menghabiskan dana Rp20 juta untuk merakitnya. Mesin ini sudah disebarkan ke tiga universitas besar di Indonesia.

Pandji ingin mesin inovasinya ini bisa digunakan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik dan kebutuhan masyarakat untuk mengurangi limbah. Apalagi limbah popok sekali pakai yang mengandung zat-zat berbahaya jika tidak diolah dengan baik.

Bagaimana dengan Parents, apakah setuju popok bekas si kecil dimanfaatkan menjadi produk-produk di atas?

 

Referensi: BBC, Tribunnews

Baca juga:

Sampah Basah dan Kering, Mengapa Harus Dipisahkan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.