Kotak Pelindung Bayi, Tempat Aman untuk 'membuang' Anak

Karena berbagai macam hal, ada banyak orangtua yang terpaksa 'membuang' anaknya. Kotak pelindung bayi ini dibuat sebagai alternatif aman mengatasi hal tersebut.

Foto: NST

Tak semua bayi cukup beruntung mendapatkan kehangatan pelukan ibu ketika ia dilahirkan. Ada bayi-bayi yang justru sengaja dibuang oleh orangtuanya yang tak bertanggung jawab maupun terpaksa diserahkan ke panti asuhan.

Dato Adnan Mohd Tahir dan istrinya Datin Elya Lim di Malaysia memberikan solusi atas masalah ini. Mereka mendirikan sebuah yayasan panti asuhan bernama Orphan Care khusus untuk menampung bayi yang terlantar dan dibuang orangtuanya.

OrphanCare berdiri pada tahun 2008 dan menjalin kerjasama dengan kementerian perempuan Malaysia, berbagai komunitas keluarga, dan banyak lembaga organisasi massa (Ormas).

Bayi yang telah diselamatkan akan dirawat dengan baik sampai akhirnya mereka bisa diadopsi secara legal oleh orangtua angkatnya.

Bayi yang dirawat oleh OrphanCare tak selalu yang ditemukan terbuang di tempat sampah. Sebagian adalah bayi yang memang dititipkan melalui kotak pelindung bayi yang dibuat khusus untuk orangtua yang ingin menitipkan bayinya.

Faktor seseorang menitipkan bayinya pada yayasan ini pun bermacam-macam. Diantaranya adalah belum siap punya anak, pengetahuan soal seks maupun keluarga yang rendah, faktor ekonomi, dan sebagainya.

Mereka akan merawat bayi tersebut baik-baik sampai ada orangtua asuh yang siap adopsi bayi tersebut.

Cara kerja Kotak Pelindung Bayi

 

Kotak pelindung bayi yang dibuat aman dan nyaman bagi bayi yang akan dititipkan. Foto: Vulcan Post. Kotak pelindung bayi yang dibuat aman dan nyaman bagi bayi yang akan dititipkan. Foto: Vulcan Post.

Box khusus ini terletak di depan panti asuhan, dan bisa diakses dengan mudah oleh siapa saja dan kapan saja. Namun, setelah ada bayi yang diletakkan di dalamnya, tidak ada orang yang bisa membuka box itu lagi, kecuali petugas yang berwenang.

Untuk memastikan bayi langsung mendapatkan perawatan, akan ada bunyi alarm yang membuat karyawan Orphan Care segera datang menjemput tak lama setelah pintu box ditutup. Sehingga orangtua yang menaruh anaknya di box pelindung bayi ini bisa memastikan bahwa bayinya akan diperlakukan dengan baik.

"Bahkan, jika dibutuhkan, ada interkom juga untuk berkomunikasi antara orangtua dengan karyawan yang akan mengurusi bayinya." Terang juru bicara OrphanCare.

Menurut mereka, jika ibu sudah menitipkan bayinya lewat box tersebut, ibunya sudah berusaha untuk bertanggung jawab dengan segala keterbatasannya yang ada.

Itu akan jauh lebih baik daripada bayi yang dibuang oleh orangtunya di jalan-jalan maupun tempat sampah.

Adopsi Bayi

Kebanyakan, bayi yang dirawat oleh OrphanCare adalah bayi yang baru lahir. Bahkan, sebagian bayi yang ada di sana diserahkan pada OrphanCare dalam keadaan ari-ari yang masih menempel.

Sebelum resmi dirawat oleh OrphanCare, bayi tersebut dicek kesehatannya oleh rumah sakit. Hal lainnya yang harus diperhatikan adalah surat menyurat yang ditinggalkan oleh orangtuanya.

Biasanya, surat tersebut berisi agama, warganegara, maupun informasi khusus lainnya.

Untuk orangtua muslim, butuh waktu sekitar 2 tahun untuk dapat mengadopsi bayi dihitung sejak hari pertama penandatanganan kontrak. Sedangkan, untuk non Muslim, waktu yang dibutuhkan adalah 3-6 bulan.

Calon pengadopsi juga harus rajin berkirim email untuk menunjukkan minatnya dan tujuannya mengadopsi. Selain itu, mereka juga harus mendatangi pelatihan mengadopsi anak dan tes wawancara.

Dengan sistem adopsi bayi seperti itu, OrphanCare berharap bahwa orang-orang mengubah persepsi mengenai anak yatim piatu yang dititipkan ke yayasan. Karena, yayasan tidak akan menampungnya di dalam yayasan sampai mereka dewasa.

Bayi akan terus berada di yayasan sampai ada keluarga yang mau mengadopsi dan memperlakukan mereka seperti keluarga normal lain. Sehingga anak dapat tumbuh utuh seperti anak dari keluarga yang berfungsi dengan baik.

Kepada kantor berita NST, Noraini mengatakan, bahwa ada sekitar 759 pasangan yang sudah mendaftarkan diri di OrphanCare sebagai orangtua asuh, "jumlahnya terus meningkkat."

Dengan adanya lembaga seperti OrphanCare, Noraini berharap stigma negatif soal anak yatim piatu juga dapat berkurang. Karena, seperti apapun kondisi bayi, akan selalu ada orangtua angkat yang akan menantinya seperti anak sendiri.

 

Baca juga :

Puluhan Bayi ini Membutuhkan Orangtua Asuh, Mari Bantu Sebarkan