Penelitian: Korban Perselingkuhan Berisiko Tinggi Menderita Sakit Mental dan Fisik

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kalau baca ini, masih ada yang tega untuk selingkuh?

Selingkuh memang salah satu hal paling menyakitkan yang dialami dalam hubungan suami istri. Ternyata, tak hanya sakit hati dan menguras emosi semata, para korban perselingkuhan juga berpotensi rawan sakit.

Medical daily melaporkan hasil studi terbaru mengungkap bahwa seseorang yang jadi korban perselingkuhan memiliki potensi menderita penyakit mental depresi dan kecemasan lebih besar daripada mereka yang belum pernah diselingkuhi.

Sekalipun sudah ada kata maaf dari masing-masing pihak, rasa sakit yang dirasakan oleh korban perselingkuhan bisa sangat membekas di dalam batinnya.

Rasa sedih karena pengkhianatan dapat memicu stres berkepanjangan. Stres inilah awal mula datangnya berbagai penyakit fisik yang menyerang korban perselingkuhan.

Kepercayaan diri yang runtuh akan mempengaruhi pola istirahat dan makan yang akan berdampak langsung bagi kesehatan fisik. Misalnya, kurang makan atau terlalu banyak makan, kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur.

Apalagi jika depresi dan kecemasan mulai mendera. Maka hal itu akan mempengaruhi keputusan seseorang dalam berbagai hal. Misalnya, konsumsi rokok dan alkohol berlebih sebagai sebuah pelarian dari rasa sakit yang ada.

Beberapa orang mengalahkan rasa sakit hatinya karena jadi korban perselingkuhan dengan bekerja keras, olahraga berlebihan, hingga melakukan tindakan lain yang akan mempengaruhi kesehatan fisiknya.

Hormon stres mempercepat denyut jantung dan membuat pembuluh darah jadi lebih kencang, tubuh Anda juga bisa dalam keadaan cemas yang berkepanjangan. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung.

Bahkan, kesedihan berkepanjangan akibat jadi korban perselingkuhan bisa mengakibatkan nyeri dada, serangan jantung, atau stroke. Timbulnya masalah kardiovaskular memang lebih erat dikaitkan dengan penyakit mental seperti depresi dibandingkan dengan kebiasaan merokok, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.

Tanpa diobati, depresi meningkatkan risiko kematian lebih banyak setelah serangan jantung. Apalagi, orang yang dikhianati biasanya memendam kesedihan mendalam hingga timbul keinginan untuk bunuh diri.

Anda juga perlu melakukan tes kesehatan menyeluruh sebagai upaya dini mendeteksi apakah pasangan yang berselingkuh tersebut membawa Infeksi Menular Seksual (IMS). Hal ini memang menakutkan, tapi akan lebih baik tahu dan diobati daripada tidak tahu sama sekali dan jadi terlambat penanganannya.

Jika Anda tak dapat mengatasi rasa sakit hati berkepanjangan setelah jadi korban perselingkuhan, ada baiknya segera melakukan terapi mental ke psikolog maupun psikiater sebelum masalah kesehatan lain menyerang. Sayangi diri Anda lebih dari siapapun di dunia ini.

 

Referensi: Health Line, Psypost

Baca juga:

Punya Suami Tukang Selingkuh? Ini 8 Hal Memuakkan yang Sering Jadi Alasannya

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan