Dicharge semalaman, ponsel wanita ini meledak hingga membakar tubuhnya

lead image

Seorang wanita menjadi korban hp meledak setelah mengisi daya baterai ponselnya semalaman. Ponsel itu meledak dan membakar bagian tubuhnya.

Bagi beberapa orang, ponsel adalah hal terakhir yang mereka lihat sebelum tidur dan hal pertama yang mereka lihat saat mereka bangun. Miris, seorang wanita di Malaysia menjadi korban HP meledak setelah mengisi daya baterai ponselnya semalaman. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya keamanan penggunaan ponsel.

Wanita asal Malaysia menjadi korban hp meledak saat tidur

Pada hari Minggu 23 September lalu, wanita asal Malaysia berusia 24 tahun, Nur Filzah Abdul Rahman, membiarkan ponselnya di-charge di kasur saat ia tidur.

Menurut Nur, yang merupakan seorang petugas bank, dia mengisi baterai teleponnya lewat tengah malam dan biasanya ia akan meninggalkannya di lantai sebelum tertidur.

Namun pada malam kejadian itu, ia tertidur dengan ponsel yang masih terisi baterainya dan tetap berada di kasur.

Menurut sumber Harian Metro, sekitar pukul 4.20 pagi ponselnya  meledak. Akibatnya, kasur pun terbakar, sementara Nur juga mengalami luka bakar serius di lengannya.

Awalnya, ia menceritakan bahwa dia merasakan rasa menusuk disertai panas yang menyengat. Tetapi, ia mengabaikannya dan menganggapnya sebagai mimpi. Namun ketika ia mengambil ponselnya, dia merasakan rasa sakit terbakar dan melemparkannya dari tempat tidur.

Pada saat itu, kamarnya sudah diliputi asap. Untungnya, dia dan temannya berhasil memadamkan api dengan seember air.

Tindakan pencegahan kecelakaan dan keamanan dalam menggunakan ponsel

hp 2 Dicharge semalaman, ponsel wanita ini meledak hingga membakar tubuhnya

Tidak seperti dulu, ponsel tiba-tiba memasuki kehidupan kita dan mustahil bagi kita untuk hidup tanpanya. Ponsel membuat hidup kita jauh lebih praktis.

Ponsel memungkinkan kita menyelesaikan berbagai tugas dalam waktu yang efisien. Dari menghubungi teman dan keluarga, hingga menggunakan aplikasi yang memungkinkan kita melakukan semua yang perlu dilakukan, semua hanya dengan satu sentuhan.

Namun, telepon seluler termasuk mesin yang rentan bekerja terlalu keras atau cepat panas. Seperti kisah di atas, ponsel yang terlalu panas dapat memiliki konsekuensi yang sangat serius. Seperti kita tahu, telah banyak kasus korban hp meledak lainnya, selain kisah di atas.

Berikut ini beberapa tips penting agar aman menggunakan ponsel!

Hal yang harus dihindari: 

  • Pengisian daya yang berlebihan pada ponsel Anda atau mengisi daya dalam waktu semalaman, karena dapat menyebabkan kualitas baterai ponsel Anda menurun. Selain itu, overcharging beresiko membuat ponsel terlalu panas sehingga rentan menyebabkan ledakan dan kebakaran yang jelas bisa merugikan serta mengancam jiwa.
  • Membeli smartphone murah atau bekas. Ponsel murah dibuat dengan bahan berkualitas rendah, dan dapat lebih rentan panas atau meledak hanya karena penggunaan atau dari pengisian daya. Begitu pula dengan ponsel bekas, yang kita tidak benar-benar ketahui kualitas sebelumnya.
  • Pengisi daya murah dan tidak bermerek, karena biasanya tidak memiliki mekanisme keamanan untuk melindungi dari fluktuasi daya dan pengisian daya yang berlebihan.
Artikel terkait: Pengakuan mengharukan ibu yang kini berhenti bermain HP saat menyusui

Hal yang perlu diingat:

  • Tidak masalah jika ponsel Anda tidak terisi penuh. Mengisi daya hingga 80 persen, mencabut dan melanjutkan pengisian ketika baterai sudah sampai 20 persen bisa menjadi opsi yang baik.
  • Menggunakan powerbank untuk mengisi daya ponsel Anda juga merupakan pilihan yang bagus. Powerbank tidak terus-menerus memasok listrik dan lebih aman. Selain itu, hindari menggunakan ponsel saat mengisi daya melalui powerbank.
  • Selalu pilih pengisi daya normal jika disediakan dalam ponsel Anda.
  • Cabut ponsel Anda dari pengisi daya, sebelum tidur.
  • Matikan ponsel jika ponsel terlalu panas.

 

Penggunaan ponsel memang penting, tetapi keselamatan Anda jauh lebih penting! Bijak menggunakan ponsel ya, Parents!

 

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Perlukah Kita Berikan Handphone Untuk Anak?