Konflik Anak dengan Orangtua: Mungkin Anda Penyebabnya

Konflik Anak dengan Orangtua: Mungkin Anda Penyebabnya

Apakah yang harus kita lakukan jika saat ini terlibat dalam konflik anak dengan orangtua? Simaklah ulasan berikut ini.

Konflik anak dengan orangtua bisa disebabkan oleh faktor dalam diri orangtua

Konflik anak dengan orangtua bisa disebabkan oleh faktor dalam diri orangtua

Konflik anak dengan orangtua memang wajar terjadi. Usia, perbedaan visi, hingga gender adalah beberapa hal yang kadang mendasari timbulnya konflik.

Faktor lain dalam diri kita ternyata juga ikut mempengaruhi timbulnya konflik ini. Apa sajakah faktor-faktor itu dan bagaimana seharusnya kita bersikap untuk mengatasi konflik anak dengan orangtua? Berikut adalah bahan diskusi dan introspeksi untuk kita semua.

Faktor penyebab konflik anak dengan orangtua

1. Orangtua: aku adalah aturan di rumah

Adalah wajar jika kita berpikir bahwa kitalah yang memegang aturan dan kendali di rumah. Dan saat hal itu gagal terlaksana kita berpikir, “Apa salahku sehingga anakku tak mau menuruti perintahku?”

Pertanyaan semacam itu kemudian mendorong kita untuk memaksakan kehendak pada anak. Kita merasa kehilangan wibawa ketika anak mulai enggan mematuhi perkataan kita.

Paradigma lain seperti, “Bukankah semua ini untuk kebaikan anak juga,” membuat kita kurang mendengar apa yang dikehendaki anak.

2. Pemikiran anak: aku ingin bebas

Di satu sisi, anak-anak memiliki keinginan yang seringkali bertentangan dengan orangtuanya. Tidak berarti ia tidak mencintai orangtuanya, namun karena memang itulah keinginannya. Ini biasanya terjadi saat anak menginjak usia remaja.

Konflik anak dengan orangtua adalah proses

Perbedaan keinginan dan pandangan anak tentang batasan, nilai-nilai serta kedisiplinan yang orangtua terapkan inilah yang kemudian menimbulkan konflik.

Konflik anak dengan orangtua sebetulnya merupakan proses untuk tumbuh, baik bagi anak maupun orangtua. Dan semua itu adalah hal yang wajar selama konflik yang terjadi segera terselesaikan. Jangan sampai konflik Anda dan anak memicu tumbuhnya rasa antipati, benci, dan bahkan dendam.

Yang harus dilakukan untuk mengatasi konflik anak dengan orangtua

Daripada berfokus pada  konflik yang terjadi dan berusaha keras untuk menjadi pemenangnya, fokuslah pada mengapa konflik tersebut bisa terjadi. Kemudian berdamailah dengan hal tersebut.

Jangan pernah lupa bahwa konflik ini adalah sebuah kejadian yang sesaat, dan terjadi karena kita mencoba menerapkan kedisiplinan dan nilai-nilai. Konflik bukanlah untuk menunjukkan siapa yang menjadi bos di rumah.

Bisa jadi cara kita yang salah

Meskipun kita berdalih bahwa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan anak, tapi cara kita melaksanakannya bisa mengaburkan tujuan tersebut.

Misalkan, saat anak tidak mau membantu membereskan pekerjaan di rumah. Anak malah akan kabur jika kita mengatakan, “Anak durhaka kau ya, ngga mau menurut perintah orangtua,” atau “Kamu ngga kasihan sama orangtua yang kerepotan?”

Jadi, mari kita koreksi apakah cara dan pemikiran kita yang salah hingga kemudian timbul konflik antara kita dengan anak-anak kita.

Berikut adalah cheklist untuk introspeksi kita semua…

Checklist untuk introspeksi guna mengatasi konflik anak dengan orangtua

1. Apakah Anda tipe orangtua perfeksionis?

Apakah Parents ingin segala hal dilakukan persis seperti yang Parents inginkan? Ingatlah bahwa anak-anak kita juga memiliki sifat bawaan yang belum tentu sama dengan kita.

Jadi, relakslah. Selama hal tersebut bukanlah hal yang prinsip (melanggar norma agam, hukum, dan masyarakat) maka ijinkanlah. Sesekali mereka lupa menjemur handuk basahnya tak masalah bukan?

Konflik anak - orangtua dapat cegah dengan harapan yang realistis

Konflik anak – orangtua dapat cegah dengan harapan yang realistis

2. Apakah harapan Parents realistis?

Ada banyak hal yang bisa melahirkan pemberontakan anak. Misalnya dimulai dari kebiasaan kita untuk membandingkan dirinya dengan saudara-saudara atau malah temannya. Bukankah sudah sering kita dengar bahwa anak-anak memiliki bakat mereka sendiri?

3. Kau harus berprofesi seperti kami

Apakah Parents berharap si Kecil menyukai dunia kedokteran hanya karena Parents dan keluarga besar berprofesi sebagai dokter?

Kita tidak sempurna, begitu pula anak-anak kita

Tiada sesuatu pun yang sempurna di muka bumi. Namun kita bisa menjadikan hubungan kita dengan anak-anak sempurna saat ini hingga ajal kita menjemput. Anak adalah cerminan diri kita. Dalam dirinya ada kehidupan yang sama dengan diri Anda.  Jadi mengapa Anda berkeras hati menjadi bosnya?

Apakah Parents pernah mengalami konflik anak dengan orangtua juga? Cobalah ceritakan kepada kami bagaimana Parents mengatasinya.

Ref: sg.theasianparent.com

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner