Komunikasi Efektif ; Pentingnya Kemampuan Mendengar Bagi Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Komunikasi efektif terjalin karena adanya proses mendengar dan didengar. Kemampuan mendengar menentukan efektif tidaknya pesan-pesan yang Anda sampaikan.

Komunikasi efektif tercipta bila kita dapat menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak kita.

Komunikasi efektif tercipta bila kita dapat menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak kita.

Mendengar dan didengar merupakan proses yang terjadi dalam sebuah komunikasi efektif. Kemampuan Anda berkomunikasi, tidak saja ditentukan oleh keterampilan Anda dalam menyampaikan pesan, melainkan juga kemampuan dalam mendengar.

Kemampuan mendengar ini tidak datang begitu saja, karena hampir setiap orang lebih suka berada dalam posisi DIDENGARKAN daripada MENDENGARKAN. Terlebih bila yang menjadi lawan bicara adalah buah hati kita sendiri.

Sebagai orang tua, mendengarkan jelas bukanlah pekerjaan mudah. Ilmu serta pengalaman hidup yang kita miliki kerap memposisikan kita sebagai orang yang HARUS DIDENGAR. Diminta ataupun tidak, kita seringkali memberikan nasehat-nasehat, larangan-larangan ataupun sekadar berbagi cerita.

Kemampuan kita dalam berbicara pada anak-anak seringkali tidak diimbangi dengan kemauan kita untuk mendengarkan mereka. Kita lebih sering bereaksi cepat dengan mengumbar petuah-petuah sebelum mengetahui apa yang sesungguhnya ingin disampaikan oleh anak-anak kita. Di sinilah kesalahan komunikasi terjadi.

Hal ini seringkali menyebabkan pesan-pesan yang kita sampaikan tidak berdampak sesuai dengan harapan kita. Anak-anak lebih sering hanya mendengar lewat telinga kiri dan keluar lewat telinga kanan – komunikasi menjadi tidak efektif.

Agar kita mampu menjalin komunikasi efektif dengan anak-anak, alangkah baiknya bila kita belajar menjadi pendengar yang baik.

Apa saja manfaat menjadi pendengar yang baik? Bacalah kelanjutannya komunikasi efektif di halaman berikut…





Batita Pra Sekolah Usia Sekolah