Bila Komunikasi dengan Anak Makin Sulit

Bila Komunikasi dengan Anak Makin Sulit

Komunikasi dengan anak makin sulit karena orang tua juga yang membuat anak enggan berkomunikasi. Cari tahu, mengapa bisa demikian.

Komunikasi dengan anak jaman sekarang makin sulit? Kita yang tidak ‘nyambung’, atau mereka yang tidak mau kalah? Sulitnya komunikasi dengan anak, terutama yang menginjak usia remaja, menjadi masalah pelik orang tua.

Beda selera, beda budaya, dan banyak perbedaan lainnya yang membuat hubungan orang tua dan anak menjadi renggang. Soal selera, tentu kita tidak bisa memaksa. Lalu, bagaimana orang tua harus bersikap?

[Not a valid template]

Seiring berjalannya waktu anak tumbuh semakin besar dan mulai mengerti banyak hal. Namun, kendala yang ditemukan oleh kebanyakan orang tua adalah sulitnya melakukan komunikasi dengannya. Hal ini dikarenakan anak yang semakin suka membantah dan tidak mau mendengarkan perkataan orang tua. Sebenarnya apa yang salah? Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan agar lebih mudah saat komunikasi dengan anak.

Tips Berkomunikasi Orang Tua dengan Anak

1. Mendengarkan Apa yang Dikatakan Anak

Anak butuh untuk didengar. Ketika orang tua mulai mengabaikan anak, maka anak akan merasa bahwa dia tidak penting lagi. Hal inilah yang akhirnya membuatnya tidak mau mendengarkan, ketika Anda mengajaknya berbicara ataupun menasehatinya. Dengan mendengarkan apa yang dikatakan anak, maka ia akan merasa bahwa Anda tertarik dengan dunianya. Anda juga perlu memberikan sebuah tanggapan dengan menanyakan tentang apa saja yang dia lakukan pada hari itu.

komunikasi dengan anak ini Mendengarkan Apa yang Dikatakan Anak

2. Lebih Banyak Berbicara dengan Anak

Komunikasi akan lebih mudah bagi orang tua, jika Anda lebih banyak berbicara dengan anak. Meluangkan waktu untuk menanyakan bagaimana hari harinya. Anda juga perlu menanyakan apa hobi yang disukainya. Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri untuk menceritakan apa saja yang dialaminya pada hari tersebut. Anda juga perlu membatasi bermain dengan gadget, agar waktu bersama anak tidak terganggu dan dia tidak merasa diabaikan.

3. Memberikan Kesempatan Kepada Anak untuk Menanggapi

Tidak semua anak akan langsung merespon apa yang Anda katakan. Beberapa anak membutuhkan waktu untuk memahami apa yang Anda tanyakan. Biarkan dia memproses terlebih dahulu apa yang Anda maksud. Setelah beberapa saat, maka dia akan menanggapi apa yang Anda katakan. Bahkan jika dia sudah merasa nyaman, maka dia akan selalu mengatakan apa yang terjadi pada dirinya kepada Anda.

4. Berkomunikasi dengan Bahasa yang lebih Sederhana dan Jelas

Tentunya pemikiran anak anak berbeda dengan pemikiran orang tua. Apalagi jika selisih umur Anda dengan anak cukup jauh, maka tentunya anak membutuhkan bahasa yang lebih sederhana agar dia mampu mengerti. Berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa yang rumit, justru akan membuat anak Anda bingung. Sehingga dia tidak menanggapi apa yang Anda katakan dengan baik. Dan bisa jadi yang terjadi justru ia salah paham dengan maksud Anda.

5. Mengajak Anak untuk Berdiskusi

Berkomunikasi akan lebih menyenangkan jika terjadi secara dua arah dan ada timbal balik. Anda perlu mengajak anak untuk berdiskusi ketika Anda sedang merencanakan sesuatu untuknya. Berikan ia kesempatan untuk memilih dan memberikan penilaian menurutnya, sehinggga dia akan terlatih untuk berpikir. Ketika orang tua selalu melibatkan anak tentang keputusannnya, maka anak akan merasa dihargai dan pendapatnya diperlukan oleh orang tua.

komunikasi dengan anak Mengajak Anak untuk Berdiskusi

6. Selalu Memberikan Motivasi Ketika Anak Berbuat Baik

Bagi anak, dukungan orang tua akan membuatnya semakin terdorong untuk melakukan apa yang disukai. Dan sebaliknya, ketika orang tua banyak melarang anaknya maka anak tersebut akan merasa dibatasi, sehingga dia lebih mudah menyerah ketika melakukan sesuatu. Sebagai orang tua yang baik, maka Anda perlu memberikan motivasi dan menyemangatinya untuk melakukan apa yang dia inginkan. Dengan begitu, ia akan lebih terpacu untuk selalu berkarya.

Anda juga perlu mendampingi anak ketika melakukan yang dia suka. Anak akan merasa bahwa Anda selalu terlibat dengan setiap hal yang dialaminya. Maka ketika dia sedang mengalami kesulitan, Anda yang menjadi sumber kekuatan bagi anak. Selain itu, anak juga akan lebih mudah menerima saran yang Anda berikan ketika Anda selalu ada untuknya.

7. Mendukung untuk Mengikuti Kemajuan Teknologi

Tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini teknologi berubah menjadi lebih maju dibandingkan sebelumnya. Tentunya manusia harus ikut menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Maka sebagai orang tua, Anda juga perlu mengenalkan kepada anak agar dia tidak sampai gaptek. Namun dalam hal ini Anda juga perlu menimbang dalam memilih gadget yang tepat, agar anak tidak sampai salah dalam menggunakannya.

komunikasi dengan anak Mendukung untuk Mengikuti Kemajuan Teknologi

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak mau mendengarkan. Perlu bagi orang tua untuk meyediakan waktu agar kedekatan dengan anak tetap terjaga. Seperti misalnya menanyakan tentang kegiatannya selama sehari atau tentang hobi yang disukai. Anda juga perlu memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih. Dengan begitu anak akan merasa diperhatikan dan dihargai.

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner