Komplikasi Setelah Melahirkan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Setelah melahirkan, waspadai komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi. Perhatikanlah gejala-gejalanya dan segera ke dokter bila merasa ada yang tidak baik

setelah melahirkan

Di sela-sela kesibukan mengurus bayi, perhatikan gejala-gejala komplikasi setelah melahirkan.

Komplikasi setelah melahirkan dapat timbul sejak saat persalinan. Berikut adalah beberapa komplikasi setelah melahirkan yang umum terjadi:

Hashimoto Hypothyroid postpartum

Hashimoto Hypothyroid postpartum (HHP) adalah kondisi tidak normal pada tiroid yang dapat terjadi setelah kehamilan. Dalam HHP, sel darah putih menyerang tiroid. Setelah bayi Anda telah lahir, Anda dapat menjadi hipertiroid (tiroid terlalu aktif) dan cepat mengalami penurunan berat badan, atau tiroid menjadi hipotiroid (kurang aktif).

Gejala Hipertiroid adalah :

  • lelah
  • lekas marah
  • jantung berdebar
  • kecemasan
  • kelemahan

Gejala hipotiroid adalah :

  • kekurangan energi
  • lesu
  • kulit kering

Gejala-gejala ini sama dengan gejala umum yang dialami wanita setelah melahirkan, sehingga kondisi tersebut seringkali tidak terdeteksi. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres, pastikan mintalah pengetesan darah. Jika masalah ini tidak diidentifikasi, kondisi ini akan berlanjut terus dan muncul lagi pada kehamilan berikutnya.

Pergeseran Tulang Pinggul

Banyak wanita mengalami pergeseran tulang pinggul setelah melahirkan anak. Hal ini tidak jarang terjadi dan rasanya sangat menyakitkan. Terkadang, gejala ini diabaikan karena dianggap sebagai sakit punggung biasa.

Ada banyak faktor yang menyebabkan pergeseran tulang pinggul :

  • Bayi yang besar
  • Tulang pinggul yang kecil
  • Jaringan lemak dan obesitas (kegemukan)
  • Pubic arch yang sempit (pubic arch adalah bagian bawah dari tulang pinggul)
  • Postur tubuh yang tidak baik

Banyak wanita berobat ke chiropractor untuk menangani masalah ini. Di Singapura, ada chiropractor khusus yang ditugaskan untuk menjaga wanita selama dan setelah kehamilan. Salah letak tulang panggul dapat terjadi selama bertahun-tahun dan menyebabkan ketidaknyamanan ekstrim bila diabaikan.

Demam postpartum

Terkadang, demam dapat terjadi setelah melahirkan. Tak lama setelah Sarah Jessica Parker melahirkan anaknya,  bintang "Sex and the City"  ini mengalami  demam postpartum. Demam berlangsung selama lebih dari 24 jam dalam 10 hari pertama setelah melahirkan. Hal ini tidak membahayakan jiwa namun dapat mengakibatkan infeksi serius.

Berbagai faktor yang menyebabkany demam adalah :

  • Deep vein thrombosis, yaitu pembekuan darah pada pembuluh darah dan biasanya terjadi pada kaki.
  • tulang panggul bernanah
  • Pneumonia
  • Pulmonary embolism, yaitu tersumbatnya arteri utama di paru-paru, atau salah satu cabangnya oleh substansi lain yang terbawa aliran darah.
  • Thyroid
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi karena luka

Vaginal Discharge postpartum (lokhia)

Pendarahan setelah melahirkan terdiri dari darah, lendir, dan jaringan plasenta. Pendarahan yang normal akan berwarna pink (merah muda) pada hari ke-4 setelah melahirkan. Selanjutnya pada hari ke-10, warnanya berubah menjadi putih kekuningan. Pendarahan berhenti 2-4 minggu. Bila terjadi terus, segeralah ke dokter.

Artikel terkait :

 Perawatan Vagina Setelah Melahirkan

Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

10 Cemilan Untuk Melangsingkan Badan Setelah Melahirkan

 

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Hamil