Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Kian Menyebar, Anak-anak Jadi Korban

Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Kian Menyebar, Anak-anak Jadi Korban

Pondok Pesantren di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menjadi klaster penyebaran Covid-19. Di antaranya terdapat beberapa kasus anak berusia belasan tahun.

Bahaya virus corona terus mengintai. Setelah klaster perkantoran di Jakarta, kini giliran klaster Covid-19 pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang semakin menyebar.

Mengutip Pikiran Rakyat, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat juga merilis terdapat anak usia belasan tahun terpapar corona. Di antara mereka ada pasien yang merupakan cucu korban meninggal dan santri di pondok pesantren. Gugus tugas dalam rilis per 26 september 2020 juga menyebut penambahan tiga korban meninggal kasus positif corona.

Klaster Covid-19 Pondok Pesantren di Kebumen, Banyak Pasien Anak

klaster covid-19 pondok pesantren

Ilustrasi pondok pesantren (Foto: dok. PP Sabilul Muttaqin)

Koordinator Humas Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Kebumen, Cokro Aminoto menyebutkan pada Sabtu 26 September 2020  kasus terkonfirmasi positif Covid 19 bertambah 22 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 orang diantaranya anak anak usia belasan tahun. Mereka adalah MAF (15), KS NA (9) HU (11) MFU (12), MHA (15) HNA (14) dan IRJ, (16).

“IRJ merupakan kasus terkonfirmasi positif di lingkungan Pondok di Petanahan,” kata Cokro Aminoto dilansir Pikiran Rakyat Minggu 27 September 2020.

Dua dari 7 kasus baru tersebut merupakan kontak erat keluarga (cucu) dari kasus terkonfirmasi positif meninggal. Mereka adalah MAF dan NA. Sedangkan kasus lainnya, memiliki riwayat kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terdahulu.

Ditambahkan ke 22 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, terbanyak (10 orang) merupakan kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif di lingkungan Pondok PPNH Kebumen.

Cokroaminoto juga menerangkan pada Sabtu 26 September 2020 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal bertambah 3 orang.  Ketiganya adalah RS, laki laki usia 67, PUS, wanita usia 44 dan KHA laki laki berusia 48.

Artikel terkait: 99 Anak di Probolinggo Positif COVID-19, Orangtua Diimbau Waspada

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen Semakin Meningkat

Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Kian Menyebar, Anak-anak Jadi Korban

Dilaporkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kebumen semakin meningkat dengan rincian sebagai berikut:

  • Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat sebanyak 604 orang (315 menjalani isolasi, 272 sembuh dan 17 meninggal dunia).
  • Orang Dengan Pemantauan (ODP) tercatat 3.465 orang. Sebanyak 3.459 orang diantaranya telah selesai pemantauan dan 6 orang masih dalam pemantauan.
  • Pasien Dengan Pengawasan (PDP) tercatat 428 orang sebanyak 35 meninggal dunia tanpa hasil laboratorium (lab). PDP yang masih dalam pengawasan ada sebanyak 26 orang dan 61 orang telah selesai

Hingga saat ini, pemeriksaan dengan metode rapid test massal sebanyak 36.064 orang (3,00 persen) dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut sudah cukup memadai, jika dibandingkan di beberapa negara yang melakukan pemeriksaan yang sama, angkanya berkisar 2,5 persen – 3 persen dari jumlah penduduk.

Sementara itu penduduk yang dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR atau pemeriksaan swab tenggorokan 4.514 orang (0.37 persen) dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut sudah memenuhi target pemeriksaan, jika dibandingkan dengan 0,1 persen dari jumlah penduduk menurut standar WHO.

Pada Sabtu. BPBD Kabupaten Kebumen melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19 di Desa Tanuharjo Alian dan Desa Gebluk Buayan.

Artikel terkait: Dampak Pandemi, 7 Ibu Hamil di Klaten Harus Melahirkan Tanpa Bantuan Medis

Tanggapan Pemerintah Kabupaten Kebumen 

klaster covid-19 pondok pesantren

Terkait melonjaknya jumlah kasus Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kebumen akan membentuk satgas penanganan Covid-19. Nantinya, satgas ini akan fokus pada penanganan penyebaran pandemi secara cepat dan tepat.

“Kabupaten Kebumen memiliki pengalaman yang cukup baik saat mencapai zero Covid-19, kami optimis bisa menekan angka pertambahan positif,” ujar Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dikutip Pikiran rakyat.

Tugas pertama yang harus dilakukan satgas Covid-19 antara lain mengambil langkah cepat untuk melakukan tracing epidemiologi pasien terakhir. Dengan begitu, satgas bisa menentukan langkah berikutnya. Selain itu, mereka juga diminta untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian.

Klaster Covid-19 Pondok Pesantren Kian Menyebar, Anak-anak Jadi Korban

Namun, kerja satgas tidak akan berhasil jika tidak didukung dengan kerjasama yang baik dari pihak masyarakat sendiri dalam mencegah penyebaran virus corona. Untuk itu, masyarakat diminta untuk menghentikan kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan sampai 14 hari ke depan.

Hingga Sabtu 26 September 2020 pagi, data menunjukkan jumlah santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Bandung, Kebumen mencapai 124 orang. Jumlah itu masih mungkin bertambah. Hal ini karena hasil swab santri di pondok pesantren tersebut belum seluruhnya keluar.

Harapannya, dengan adanya upaya yang berkesinambungan itu, kasus di klaster Covid-19 pondok pesantren dapat ditekan angkanya. 

Baca juga:

Siap-siap, PSBB Ketat Jakarta Diperpanjang Lagi Hingga 11 Oktober 2020

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner