Kisah Nyata Ibu yang Menggugurkan Kandungan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seorang ibu di Singapura menggugurkan kandungan tanpa diketahui suaminya. Simaklah kisah nyata yang diceritakannya ini sejak awal hingga ia mengambil keputusan ini.

Menggugurkan kandungan

Menggugurkan kandungan adalah tindakan kejam, tetapi saya melakukannya.

Suami saya seorang pengusaha, dan saya guru piano. Kami mempunyai 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan. Anak-anak kami memiliki jarak umur yang tidak jauh berbeda. Saya melahirkan hampir setiap tahun. Ketika melahirkan anak ke-5, saya merasa 5 anak sudah cukup. Saya meminta agar suami menjalani vasektomi, namun ia menolak. Akhirnya, pil KB adalah satu-satunya cara yang saya gunakan. Saat itu saya tidak pernah terpikir akan menggugurkan kandungan.

Tetapi, kita semua tahu bahwa pil, kondom dan metode KB lain hanya dapat mencegah 99%. Ternyata, saya mendapatkan 1% sisanya. Saya hamil lagi untuk anak yang ke-6. Pada awalnya, saya tidak tahu saya hamil. Kami berdua termasuk tipe pasangan yang sering bergaul. Hampir setiap Sabtu, kami makan malam atau kumpul bersama teman-teman. Suatu hari, kami berpesta dan kami mabuk. Setelah diantar pulang oleh seorang teman dekat, kami mengecek anak-anak di kamar dan masuk ke kamar sendiri. Kami tertidur dalam kondisi mabuk dan ‘sesuatu’ terjadi saat itu.

Apa yang terjadi selanjutnya? Berlanjut di halaman berikut ini:





Hamil