Ini penyebab Kinder Joy dilarang di Amerika - Bagaimana dengan Indonesia?

lead image

Setujukah Parents jika Indonesia memberlakukan aturan pelarangan Kinder Joy?

Kinder Joy dilarang

Kinder Joy adalah camilan cokelat populer di seluruh dunia, tapi tidak semua orang menyukai fakta itu. Di Amerika Serikat, jajanan kesukaan anak-anak yang diproduksi perusahaan Italia Ferrero ini dilarang impor. Larangan serupa juga berlaku di Chile.

Kinder Joy adalah produk cokelat dalam kemasan berbentuk telur. Selain cokelat, di dalam kemasan terdapat mainan kecil yang menjadi daya tarik utama bagi produk ini. Dijual sejak 1974 oleh Ferrero SpA dari Italia, Kinder Joy adalah salah satu jajanan cokelat paling laris di dunia.

Kinder Joy dilarang di AS, “menyelundupkan”-nya bisa didenda ratusan juta rupiah

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/Kinder Joy 04 e1542885144857.jpg Ini penyebab Kinder Joy dilarang di Amerika   Bagaimana dengan Indonesia?

Pelarangan Kinder Joy atau persisnya, Kinder Suprise, di Amerika Serikat didasarkan pada UU Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetika 1938. Menurut UU ini, produk makanan yang menyelipkan konten non-makanan di dalamnya tidak boleh diperjualbelikan di Amerika Serikat.

Kinder Joy dilarang terutama karena kekhawatiran anak-anak akan memakan atau tersedak konten non-makanan saat mengonsumsi Kinder Joy.

Dengan adanya aturan Kinder Joy dilarang di Amerika Serikat, jangan main-main untuk melanggarnya. Salah seorang orangtua menceritakan pengalamannya coba-coba “menyelundupkan” 10 buah Kinder Joy dari Kanada ke Amerika Serikat.

Ketika petugas bandara di AS mendapati camilan tersebut, mereka menyitanya sekaligus menjatuhkan denda sebanyak 1.200 dolar AS per telur, atau total Rp180 juta untuk 10 telur. Luar biasa.

Kinder Joy dilarang juga di Chile

Di Chile, embargo Kinder Joy dan snack Cheetos dilakukan dalam rangka perang negara terhadap obesitas. Sikap Chile terhadap jajanan sintetis dan sarat gula menyerupai perang terhadap rokok di negara lain.

Di negara berpenduduk 18 juta orang tersebut, produsen sereal manis dipaksa menghilangkan ikon kartun di kemasan mereka. Pemerintah juga melarang iklan junk food seperti es krim, cokelat, dan keripik kentang ditayangkan di televisi pada jam prime time. Tak hanya itu, minuman bersoda dengan kadar gula tinggi seperti Coca Cola dikenai cukai tinggi, hingga 18%.

Kinder Joy di Indonesia: Disukai anak-anak, dibenci orang tua

Popularitas Kinder Joy di Indonesia melesat beberapa tahun terakhir seiring dengan menjamurnya jaringan minimarket Alfamart dan Indomaret. Dalam waktu singkat, snack ini menjadi favorit anak-anak di bawah usia 10 tahun, namun tidak demikian dengan orang tua mereka.

Orang tua mengeluh karena peletakan Kinder Joy di meja kasir membuat anak-anak merengek minta dibelikan. Padahal harganya lumayan mahal buat kantung sebagian orang tua, mencapai Rp15 ribu per buah.

Maret lalu, seorang ayah bahkan sampai menulis surat terbuka di Facebook, ditujukan kepada supermarket dan minimarket yang menjual Kinder Joy. Akun bernama Alice Pramac dari Sulawesi Selatan itu menulis,

KEPADA,

SEMUA SUPERMARKET, MINIMARKET.
Indonesia.

PERMOHONAN UNTUK TIDAK MELETAKKAN JUALAN INI DI DEKAT KASIR

Berdasarkan pada hal di atas, saya mewakili bapak-bapak diseluruh Indonesia memohon agar pihak minimarket, supermarket untuk meletakkan barang (spt dlm gambar) ke tempat lain selain dikasir.

1.Ini dikarenakan kami bapak2 tidak mampu untuk melayani kecengengan anak yg sangat menginginkan jualan ini sehingga terjadilah episode guling2 didepan kasir yg juga menyebabkan kami malu.

2.Selain daripada itu, harga yg sangat mahal (sama dengan 1 liter minyak goreng), jualan ini juga tidak memberi manfaat kpd anak2 kami. Orang lain bolehlah sudah kaya dan bisa beli banyak barang ini, Saya ini cuma pegawai yg bergaji rendah yg hanya mampu membeli mainan seharga Rp2000 itupun tangan bergetar saat bayar) di pnjual mainan keliling yang datang tiap sabtu minggu tanpa putus asa membunyikan klakson spesialnya

3. Pihak toko berfikirlah, setiap kali saya berbelanja, anak saya pasti beli jualan ini dan anak saya ada 2, kalau beli 2 hilang lagi 30ribu, itu sudah dapat beras 5 kg, sudah bisa buat makan sebulan.

Sehubungan dengan itu saya berharap pihak toko dapat mempertimbangkan serta merealisasikan impian saya juga impian setiap bapak2 di negara ini. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.

sekian,

Tampaknya curahan hati Alice Pramac tersebut senada dengan kegelisahan banyak orang tua, post tersebut menjadi viral. Total, ada 51 ribu orang yang menyukainya dan 37 ribu akun Facebook lain membagikannya.

Kinder Joy yang masuk ke Indonesia diproduksi oleh cabang Ferrero di India. Pengimpornya adalah PT Sukanda Djaya di Jakarta.

Andaikan muncul aturan Kinder Joy dilarang di Indonesia, apakah Parents akan setuju? Share jawaban Anda di kolom komentar, yuk!

Baca juga:

Mainan LOL Surprise, tak hanya anak yang terkejut, orangtua juga kaget lihat harganya

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.