Manfaat dan Risiko Prosedur Anestesi Epidural saat Melahirkan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Anestesi epidural saat melahirkan sering jadi pilihan untuk kurangi rasa sakit. Pelajari manfaat dan risikn sebelum melakukan prosedurnya.

Anestesi epidural saat melahirkan adalah sebuah metode untuk menghilangkan rasa sakit saat melahirkan. Metode ini biasa disebut sebagai bius lokal, di mana bagian yang berpotensi sakit saat melahirkan dibuat mati rasa.

Sejauh ini, prosedur ini telah dipilih oleh 50% ibu melahirkan. Karena merupakan pilihan, ada baiknya kita kita mengedukasi diri sendiri soal manfaat dan risiko yang ditimbulkan dari epidural.

Manfaat anestesi epidural saat melahirkan

1. Mengurangi rasa sakit

Saat jalan lahir bayi tidak lancar, prosedur anestesi epidural dipilih karena proses tersebut akan sangat menyakitkan. Apalagi jika bayi harus ditarik dengan menggunakan vacum maupun alat lainnya.

2. Ibu bisa istirahat jelang melahirkan

Jelang melahirkan, beberapa ibu merasakan tubuh yang tidak nyaman sama sekali. Akibatnya, ia akan kurang istirahat. Epidural bisa membuat ibu istirahat untuk menyimpan tenaga saat bayi siap dikeluarkan dari rahim.

3. Tetap terjaga saat caesar

Beberapa ibu memilih tetap terjaga saat c-section karena ingin melihat bayi keluar langsung dari perutnya. Anestesi Epidural juga akan membuat masa pemulihan paska caesar jadi lebih pendek.

4. Bisa fokus dan berpartisipasi aktif dalam proses melahirkan

Dengan epidural, rasa sakit yang hilang dapat membuat ibu melihat langsung proses anaknya lahir. Bunda bisa berperan aktif dalam proses melahirkan.

Risiko anestesi epidural saat melahirkan

1. Dapat menghentikan tekanan darah

Dalam beberapa kasus, prosedur epidural dapat membuat tekanan darah tidak stabil, sehingga berbahaya untuk ibu dan bayi. Perlu pengecekan tekanan darah secara rutin dari tenaga kesehatan yang mendampingi bunda.

Jika tekanan darah tiba-tiba berhenti, bunda perlu segera diberi infus, obat, maupun oksigen.

2. Efek samping

Anestesi epidural saat melahirkan memiliki beberapa efek samping pada tubuh. Misalnya pusing, perih pada area yang kena jarum infus, telinga berdengung, sakit pada punggung, dan susah buang air kencing.

3. Susah mendorong bayi

Ketika prosedur anestesi epidural saat melahirkan normal dilakukan, bunda akan mengalami kesulitan untuk mendorong bayi keluar dari rahim. Proses melahirkan juga akan terasa lebih lambat sehingga dalam beberapa kasus, butuh Pitocin untuk mempercepat proses melahirkannya.

Konsultasikan pada dokter yang mendampingi apakah epidural akan menghambat proses melahirkan normal atau justru memudahkan. Karena setiap pasien punya kondisi yang berbeda-beda.

4. Lemas

Beberapa jam setelah melahirkan, epidural akan membuat tubuh bagian bawah terasa lumpuh. Inilah yang membuat bunda harus dipapah untuk berjalan atau menggunakan kursi roda usai melahirkan.

5. Riset yang belum selesai

Ada banyak riset yang belum selesai seputar prosedur anestesi epidural saat melahirkan. Misal, soal riset yang menyatakan bahwa bayi akan mengalami kesulitan saat disusui, kesulitan bernafas, salah posisi janin, dan kondisi jantung yang lemah.

Artikel terkait: Alami kelumpuhan akibat gagalnya anestesi epidural.

Namun, sekali lagi, riset soal risiko ini belum selesai sehingga mengandung kontroversi dan keraguan di kalangan tenaga medis dan keluarga.

Epidural sebaiknya dilakukan saat kondisi serviks sudah melebar 4-5 sentimeter dan dalam keadaan sedang dalam proses melahirkan.

Halaman selanjutnya: Dalam kondisi berikut ini, bunda tidak memerlukan anestesi epidural saat melahirkan..





Melahirkan