Ketika Anak Terlalu Banyak Bertanya, Bagaimana Anda Menghadapinya?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Si kecil yang bulat dan lucu kini telah tumbuh menjadi seorang anak. Anda bisa menarik napas lega karena ia tak lagi bangun di tengah malam dan menangis. Tapi, bersiaplah menghadapi babak selanjutnya!

Anak sering bertanya=anak cerdas?

Anak sering bertanya = anak cerdas?

Pasti Anda para mommies senang dan merasa lega saat melihat anak melambaikan tangan dan bergegas ke sekolah tiap pagi, seperti yang saya rasakan ketika melepas Hita, si bungsu saya, berangkat ke sekolah. Di saat seperti ini saya kembali mengingat masa di mana ia masih balita dan belajar mengenal dunia.

Hita kecil saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama kerabat sementara saya bekerja di luar rumah. Sepulang kerja ia akan memberikan sambutan khasnya, yaitu hujan pertanyaan tentang semua yang baru saja dilihatnya hari itu.

Suatu hari ia bertanya, mengapa perutnya selalu terasa lapar di jam sarapan? Mengapa cacing merambat dengan perutnya, dan bukan berjalan seperti dirinya? Mengapa Mama harus pergi bekerja? Dan masih banyak lagi!

Jangan pusing dulu dong, Ma!

Jangan pusing dulu dong, Ma!

Mommies, jangan heran apabila anak Anda seperti tak henti-hentinya bertanya. Karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris tahun 2013 lalu, seorang anak mampu mengajukan hingga 300 pertanyaan setiap hari, dan terungkap juga bahwa anak gadis 4 tahun lebih banyak bertanya dibandingkan anak laki-laki.

Mungkin Anda pernah mengalami pusing tujuh keliling saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan si kecil yang seperti tak ada habisnya. Jangan khawatir, kali ini kami akan membahas tentang cara terbaik untuk mengatasi keingintahuan buah hati Anda.

Mengapa ia bertanya? Cari tahu di halaman berikut ini:

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Batita Pra Sekolah